
Surya menggendong tubuh Maya keluar dari mobil.
"Mas turunin Maya, malu dilihat Bintang nanti. Maya tidak kenapa-kenapa Mas, Kenapa harus digendong?Maya masih bisa jalan Kok." gerutu Maya karena melihat suaminya terlalu lebay dan terlalu over protektif.
"Sudah kamu tenang saja nanti kamu kecapean."
"Masa jalan dari halaman sampai rumah saja kecapean Mas!"
"Pokoknya mas tidak mau tahu kamu harus istirahat total." tukas Surya
Maya tidak bisa melawan apa yang dikatakan Surya. Karena Maya tahu Surya melakukan itu karena ia benar-benar menyayangi dan mencintai Maya. Dan Surya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Maya dan bayinya.
"Iiiihhh......"Mami seperti anak kecil digendong sama papi! Celetuk Bintang ketika melihat Surya menggendong tubuh maya
" Ssssst Jangan ribut Sayang, nanti dedek bayi yang ada di perut Mami terbangun."ucap Surya asal membuat Maya langsung memukul dada bidang suaminya.
"Mas turunin Maya."
Surya mendudukkan Maya di sofa yang berada di ruang tamu. Ibu Nurhayati menghampiri Maya dan Surya begitu juga Mami Yolanda
"Kok tumben jam 4 sudah pulang?
"Tadi di rumah sakit Bu!
"Memangnya siapa yang sakit na?
"Tidak ada yang sakit.
"Kalau tidak ada yang sakit Ngapain ke rumah sakit?
"Untuk memeriksa kandungan Maya dan sekarang Maya positif hamil." ucap Surya sontak membuat Ibu Nurhayati langsung memeluknya Maya dengan erat.
__ADS_1
"Selamat ya Putri Ibu yang cantik."
"Terima kasih Bu, berkat Ibu Maya merasakan kebahagiaan seperti ini. Maya rasa kalau Ibu tidak ada Mungkin Maya tidak akan berdiri kokoh di sini."
"Kamu jangan mengatakan seperti itu sayang," semuanya ini karena Allah. Jalan hidup dan masa depan kita hanya Allah yang menentukan." ucap Maya. Ketika mereka membicarakan tentang kehamilan Maya, Pak Alberto tiba di rumahnya. Melihat raut wajah Anggita keluarga yang berseri seri, membuat Alberto bertanya-tanya dalam hati.
"Ada apa sih kok terlihatnya happy semua?
"Tebak dulu dong pi!
"Papi tidak tahu, kalian Langsung kasih tahu Papi saja. Jangan berbelit-belit dong.
"Papi akan memiliki Cucu lagi." ucap Surya kepada Papa mertuanya.
"Jamu serius nak?
"Iya pi.....Saya serius!"
Pak Alberto menyetujui Maya untuk istirahat total di rumah. Sehingga Maya pun menuruti keinginan seluruh anggota keluarga yang meminta Maya beristirahat.
Sudah satu bulan dua minggu usia kandungan Maya. Maya hanya dirumah saja, tanpa melakukan aktivitas apapun. Membuat Maya sedikit bosan. karena Maya terus berada di rumah.
Hari itu Surya harus segera berangkat ke Singapura untuk meninjau perusahaan anak cabang mereka di sana.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan Mas tinggalin beberapa hari di rumah?
"Memangnya Mas mau kemana?
"Mas ingin memantau perusahaan kita yang bercabang di Singapura
"Mas Berapa hari disana?
__ADS_1
"Mas tidak lama kok, hanya 2 atau 3 hari saja." ucap Surya kepada Maya.
"Tapi Maya akan akan sangat merindukan mas.
"Kamu tenang saja sayang mas akan segera kembali untukmu dan untuk bintang." Jani Surya .
Akhirnya Maya pun menyetujui suaminya berangkat ke Singapura dengan menggunakan pesawat AirAsia yang sudah dipesan sebelumnya. Karena kebetulan tiket pesawat Garuda airlines pada saat itu sudah habis terjual. Dengan terpaksa Surya menggunakan pesawat Air Asia.
Ketika pesawat yang ditumpangi Surya take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju bandara internasional Changi Singapura, di tengah perjalanan, pesawat AirAsia yang ditumpangi oleh Surya dikabarkan kehilangan kontak. tidak Berapa lama sejak kabar pesawat AirAsia kehilangan kontak, ternyata pesawat itu sudah terjatuh. Dan diperkirakan jatuh di perairan selat Karimata Kalimantan tengah.
Mendengar berita pesawat yang ditumpangi suaminya terjatuh di perairan Karimata Kalimantan tengah. Maya Langsung menangis histeris. Begitu juga dengan Mami Yolanda, Pak Alberto dan Bu Nurhayati. Hari itu hari yang sangat menyedihkan dan mencekam untuk keluarga besar Dirgantara dan juga Alberto.
Maya seolah tak percaya kejadian tragis itu dialami oleh suaminya.
"Ya Allah baru saja aku mendapatkan kebahagiaan, Mengapa engkau telah cepat menjemput suami yang paling aku cintai dan sayangi tangis Maya. Maya tidak dapat membendung air matanya. Hingga dirinya pun jatuh pingsan.
Hal itu membuat Pak Alberto dan Mami Yolanda menjadi panik.
Zidan diperintahkan oleh Pak Alberto untuk mencari tahu kabar mengenai jatuhnya pesawat AirAsia yang ditumpangi menantunya.
Dengan gerak cepat Zidan pun langsung menuju bandara. Tampak di bandara sudah ramai didatangi keluarga para penumpang. Tangis para keluarga penumpang membuat Zidan tidak dapat membendung air matanya. Apalagi dirinya mengingat kebaikan kebaikan yang dilakukan Surya terhadapnya. Bahkan Surya lah yang menolongnya dari jurang maut.
"Ya Allah semuanya kuserahkan kepadamu begitu baik sahabatku Surya, Mengapa engkau harus cepat memanggil dia." tangis Zidan. Zidan tidak malu menuangkan air matanya di bandara.
Dengan gerak cepat Zidan pun mencari tahu mengenai kabar jatuhnya pesawat yang ditumpangi Surya.
nama Surya memang tertera di dalam pesawat, membuat Zidan semakin shok
"Ya Allah apa yang aku katakan nanti kepada Maya? tangis Zidan.
Bersambung.....
__ADS_1
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏