
Keesokan paginya Laura dan David berniat untuk segera kembali ke rumah mengingat Baby Ahsan pasti akan merepotkan dokter Avena. Mereka khawatir dokter Avena merasa terganggu untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai dokter kandungan. Jika Laura membebankan ya merawat baby Ahsan.
Hal itulah yang membuat Laura memohon kepada David agar mereka segera kembali ke rumah. David pun akhirnya menyetujui permohonan Laura. Ia tidak ingin egois karena David juga mengetahui kalau Baby Ahsan pasti membutuhkan Laura.
Setelah selesai sarapan pagi, Laura dan David bergegas segera kembali ke rumah. Dengan menggunakan taksi online yang sudah mereka pesan sebelumnya, David dan Laura kembali ke rumah. Karena kebetulan mobil milik David tidak dibawa ke hotel,karena sebelumnya yang mereka gunakan untuk pergi ke iring-iringan pernikahan mereka menggunakan mobil mewah milik Surya Dirgantara.
"Mas, Laura sudah siap nih. Sekarang Kita pulang yuk." ucap Laura sambil menyeret koper miliknya.
"Sini sayang, Biar mas bantu." ucap David sambil meraih koper yang ditarik oleh Laura. Kemudian mereka pun berlalu dari hotel.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit di dalam perjalanan, Mereka pun tiba di rumah. Ketika Laura sudah tiba di rumah, ia langsung berlari ingin sekali melihat sosok baby Ahsan yang sangat ia rindukan.
David menggelengkan kepalanya menatap Laura yang langsung berlari meninggalkan David begitu saja. Tetapi David memahami akan Apa yang dirasakan Laura saat ini. Pasti Laura sangat merindukan putranya. Ketika Laura menimang Baby Ahsan, David membayangkan dirinya menggendong tubuh baby Sandiego. Yang merupakan Putra kandung David yang sekarang bersama Aira dan Washington.
Sungguh David menginginkan kalau baby Ahsan merupakan darah dagingnya. Itu pasti akan membuat David semakin bahagia. Bukan berarti David tidak bahagia dengan kehadiran Ahsan. Tetapi ia lebih bahagia lagi jika baby Sandiago aku hidup bersamanya dengan baby Ahsan.
David tidak bisa egois, Apalagi setelah apa yang ia lakukan terhadap Aira. Ia pun tidak bisa memaksakan kehendaknya. Tetapi Aira juga masih berbaik hati jika David merindukan sosok sandiago. Ia pun bersedia mempertemukan sandiego dengan David. Karena bagaimanapun Sandiago merupakan Putra kandung David.
__ADS_1
Dokter Avena yang melihat kehadiran Laura di rumah ketika dirinya baru keluar dari kamar mandi begitu terkejut. Ia tidak menyangka kalau Laura dan David akan segera kembali secepat itu. " loh Kak Laura kok sudah ada di rumah? Tanya Dokter Avena penasaran Mengapa Laura tiba-tiba sudah ada di rumah.
David pun datang menghampiri kedua wanita itu, ia juga mengatakan kalau Laura sangat merindukan sosok putranya baby Ahsan. Dokter Avena mengerutkan keningnya. "Kalian ini bagaimana sih? Sepertinya kalian tidak percaya kepadaku merawat Baby Ahsan. Apakah dikira kalian lebih ahli merawat baby Ahsan daripada aku?" ucap dokter Avena kepada David dan juga Laura .
Laura mengembangkan senyumnya, dan menatap dokter Avena dengan tatapan penuh arti." Bukan karena Laura dan Mas David tidak percaya kepada bu dokter. Tetapi karena Laura memang benar-benar merindukan baby Ahsan. Bu dokter pasti mengetahui bagaimana perasaan Laura saat ini." ucap Laura sambil terus menatap putranya dengan tatapan kerinduan.
David menganggukkan kepalanya pertanda apa yang dikatakan istrinya benar adanya. Sehingga Avena pun akhirnya terdiam dan paham. Padahal Avena ingin sekali David dan Laura masih menghabiskan masa bulan madu mereka di hotel yang sudah mereka sediakan sebelumnya.
Di tempat lain Surya Dirgantara dan Maya merasa bahagia karena berhasil membuat pesta pernikahan Laura dan David berjalan dengan lancar. Walaupun sempat mendapatkan kendala akibat kehadiran Pitaloka di sana. Tetapi karena David dan Laura memang terbuka di depan khalayak ramai dan kolega bisnis membuat situasi menjadi tenang.
Maya dan Surya sudah sempat khawatir saat itu. Saat kehadiran Pitaloka di sana. Entah siapa yang memberitahu kepada Pitaloka pada saat itu acara pernikahan David dilangsungkan. Maya juga khawatir dengan melihat kehadiran pak Adrian dan Antonio di sana.
Bahwa Antonio benar-benar menyesali segalanya. Ia juga menyesal telah memutuskan hubungannya dengan Laura secara sepihak. Padahal Antonio masih benar-benar sangat mencintai Laura hingga saat ini. Tetapi Antonio juga berjiwa Besar ia tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada Laura. Karena bagaimanapun Laura sudah mengambil keputusannya sendiri untuk menikahi David menjadi pendamping hidupnya.
"Mas Maya sangat bersyukur deh akhirnya acara pernikahan David dan Laura berjalan dengan lancar. Walaupun Pitaloka sempat membuat onar di sana." ucap Maya sambil mengembangkan senyumnya kepada suaminya. Surya Dirgantara pun menganggukkan kepalanya pertanda benar apa yang dikatakan istrinya.
"Mas,Maya ada rencana untuk menjodohkan dokter Avena kepada seseorang. Tetapi sepertinya Maya harus membutuhkan bantuan dari Mas." ucap Maya kepada Surya Dirgantara membuat Surya Dirgantara mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Memangnya siapa yang ingin kamu jodohkan kepada dokter Avena sayang? tanya Surya Dirgantara kepada istrinya Maya. kemudian Maya menjittakan kedua jarinya ke atas udara. Ia mengingat kalau Maya ingin menjodohkan dokter Avena kepada salah satu kuasa hukum keluarga Dirgantara.
" Bagaimana kalau dokter Avena kita jodohkan kepada Adam. Dia kan lelaki yang baik dan juga taat agama?jadi Maya rasa Adam cocok untuk dokter Avena." ucap Maya kepada Surya Dirgantara. Terlihat Surya Dirgantara berpikir sejenak. Ia pun akhirnya setuju ingin membicarakan ini kepada Adam dan juga Dokter Avena.
Di tempat lain, tepatnya di lapas tempat Riska dan Ibu Maria ditahan oleh pihak kepolisian, karena kejahatan yang mereka lakukan. Riska sudah bebas dari masa tahanannya selama 2 tahun dipotong remisi. Apalagi setelah diurus dari kerabat mereka. Yang tidak sanggup melihat penderitaan Riska di dalam penjara.
Sementara Ibu Maria belum dapat bebas dari balik jeruji besi, karena hukuman Ibu Maria lebih berat dibandingkan Riska.
"Alhamdulillah akhirnya aku bebas dari balik jeruji besi ini." gumam Riska dalam hati. Ia benar-benar ingin merubah pola hidupnya ketika dirinya sudah bebas dari tahanan.
Sejujurnya Riska tidak tahu harus pergi ke mana. Ingin rasanya Riska menemui Pak Alberto dan juga Maya. Tetapi ia merasa tidak memiliki muka untuk bertemu dengan Pak Alberto dan juga Maya.
"Apa kabar Kak Maya, apa dia baik-baik saja sekarang? tanya Riska dalam hati. Sekilas ia membayangkan apa yang sudah ia lakukan kepada Maya selama ini. Riska benar-benar menyesali semua segala perbuatan jahatnya kepada Maya dan juga Pak Alberto. Hingga Ia pun tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengan Pak Alberto dan juga Maya.
Riska melangkahkan kakinya.Riska tidak tahu melangkah ke mana. Dengan langkah gontai ia menelusuri trotoar sambil menenteng tas kecil miliknya berisi beberapa potong pakaian.
Ia tidak tahu harus melangkah ke mana. Hingga tiba-tiba seseorang datang menghampirinya yaitu kerabat dari ibunya untuk menjemput Riska dari sana. Tetapi ketika kerabat dari ibunya itu menawarkan bantuan kepadanya, Riska memilih menolak.
__ADS_1
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓