
Selamat siang suamiku sayang!" sapa Maya tiba tiba masuk keruangan Surya tanpa mengetuk pintu ruangan Surya terlebih dahulu, Membuat Surya sedikit terkejut karna Surya lagi serius meneliti berkas berkas yang ada Diruangnya.
Surya langsung berdiri memeluk istrinya.
"Kamu datang sayang!" tanya Surya sembari mengecup kening Maya.
"Iya mas!" Maya bawa makan siang untuk mas. Ini masakan Maya sendiri loh." ucap Maya sembari senyum semringah.
"Kok kamu tau bangat ya sayang kalau mas sudah lapar bangat?
"Memangnya mas sudah lapar?
"Sudah ini tadi rencana Mas sudah ingin ke kantin untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. Eh ternyata istri mas yang cantik ini sudah membawa masakan yang enak untuk Mas." ucap Surya sambil kembali mencium wajah cantik Maya.
Kemudian Surya menghubungi bagian office boy untuk menghantarkan piring dan sendok agar mereka dapat menyantap makanan yang sudah dibawa Maya sebelumnya dari rumah. Maya sengaja memasak untuk suaminya Surya. Karena ia mengetahui kalau Surya sangat menyukai masakannya.
Setelah salah satu office boy memberikan dua buah piring dan sendok beserta gelas. Maya langsung menghidangkan makanan yang sudah ia bawa dan memberikannya kepada suaminya Surya.
"Ini mas dimakan ya sampai habis.
"Kamu juga harus makan dong jangan hanya Mas doang yang makan."ujar Surya sembari memberikan makanan itu kepada Maya.
"Sudah Mas makan saja. Kan ini sudah ada bagian Maya.
Karena Maya memang sengaja membawa untuk kita berdua. Maya ingin sekali makan siang bersama suami Maya yang tampan ini di kantor kebesaran suami Maya sendiri." ucap Maya sembari mengembangkan senyumnya. Membuat Surya begitu bahagia mendapat perlakuan Manis dari Maya.
Surya langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya. Ia sangat menikmati makanan masakan Maya. Hingga dengan sekejap, Surya melahap makanan sampai ludes tanpa sisa. Membuat Maya begitu senang melihat suaminya menyantap makanan yang ia masak sendiri dengan lahap.
"Apa kamu menyukai masakannya Mas? tanya Maya kepada Surya.
"Mas sangat suka masakan kamu sayang. Kamu tidak lihat kalau Mas sudah nambah beberapa kali. lihat nih makanannya sudah habis semua." ucap Surya sambil terkekeh Karena ia merasa sangat rakus sekali siang itu.
"Kalau Mas Suka Maya akan sering-sering membawa mas makan siang." sahut Maya sembari tersenyum.
"Benaran Sayang?"
__ADS_1
"Iya mas!" Maya senang kok kalau mas Suka masakan Maya." ucap Maya sembari terus menikmati makan siangnya bersama Surya.
"Bagaimana dengan bintang dan baby Jupiter di rumah sayang? apa mereka baik baik saja apa Baby Jupiter rewel?" tanya Surya kepada Maya. Alhamdulillah mereka baik-baik saja mas. Bintang tadi Maya tinggal Lin sedang sibuk bermain bersama Opanya. Dan jupiter tadi Maya tinggal sedang tidur.
Tetapi Maya sudah terlebih dahulu menitipkan Jupiter kepada Baby sister sama mama dan papa juga." ucap Maya kepada Surya.
"Memangnya papa Tidak ke kantor sayang?
"Tidak mas!" katanya asistennya saja disuruh datang ke rumah untuk meminta tanda tangan yang diperlukan."sahut Maya sembari tersenyum ke arah Surya.
Ketika mereka sudah selesai makan siang yang dibawa Maya dari rumah. Maya berniat istirahat sejenak di ruang istirahat surya yang berada di ruangannya
"Mas lucu deh!" setelah Maya selesai makan siang, matanya terasa ngantuk sekali. sepertinya Maya ingin tidur. Mungkin karna kekenyangan kali ya mas?" ucap Maya kepada Surya.
"Ya sudah, kalau kamu ingin istirahat lebih baik kamu istirahat dulu deh." ucap Surya sembari menuntun Maya masuk ke dalam kamar ruang istirahatnya yang ada di ruang kerja Surya.
Maya pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang berukuran King size itu. Ruangan itu memang tidak sebesar kamar milik mereka di rumah utama keluarga Dirgantara. Tetapi untuk sekedar istirahat, Maya merasa nyaman karena ruangannya tertata rapi dan juga bersih di sana juga terdapat satu buah televisi, kulkas, lemari kecil dan meja kecil.
"Kamu istirahat dulu sayang!" mas ingin menyelesaikan tugas Mas dulu sebelum nanti sore pulang ke rumah ." ujar Surya sembari mengecup kening Maya. Dibalas anggukan dari Maya. Karena Maya saat itu sudah sangat mengantuk.
"Ada apa Kenapa tiba-tiba kamu ke ruangan saya?" tanya Surya kepada Zidan karena melihat Zidan membawa berkas berkas yang banyak untuk Surya.
"Ini Pak Bos jadwal Pak Bos minggu ini jika Pak Bos berangkat ke Manado Bos harus segera menyelesaikan ini semua karena ini berkas yang sangat penting. "ucap Zidan kepada Surya.
"Apa sebanyak ini?" kira kira dong kamu kalau mau menyiksa saya. Apa kamu tidak bisa membantu saya juga?
"Bos tenang saja, nanti Zidan akan membantu bos kok. Tapi tolong periksa dulu pak bos, siapa tau ada yang masih perlu dirawat.
"Ya sudah letakkan saja dulu di atas meja. Nanti akan saya periksa dan tanda tangani.
"Oh iya pak bos Makan siang yuk perutku sudah mulai keroncongan ni.
"Tidak!$ saya sudah makan bersama istriku tercinta. Istri ku yang menghantarkan makan siang untukku.
Jadi jangan berharap kalau saya menemanimu makan siang. Lebih baik kamu ajak calon istri kamu dan cepat halalkan dia. Karna memiliki seorang istri itu sangat membahagiakan. Kamu pasti bisa merasakan itu semua, Jika kamu sudah menikah dengan Yuli.
__ADS_1
Bayangkan saja. 11.30 siang perut saya sudah keroncongan. Tetapi aku memilih untuk melanjutkan pekerjaanku daripada mengisi perutku yang sudah keroncongan. Tapi karena kedatangan istri cantikku dengan membawa makan siang untukku, Membuat saya merasa bahagia. dan ia sengaja datang ke kantor untuk menghantarkan makan siang.
Padahal kamu tahu sendiri bukan?kalau saya terkadang lupa makan siang jika tidak diingatkan. Kalau pekerjaan saya sedang padat seperti ini. Tetapi karena adanya istriku membuat aku tidak melupakan makan siang tadi. Pokoknya memiliki isteri itu rasanya hidup kita semakin berwarna.
"Ada yang ingatin kita istirahat
"Ada yang ingatin kita makan
"Ada yang ingatin kita untuk tetap jaga kesehatan dan banyak lagi deh." makanya Yuli langsung kamu halalin dong." ujar Surya
"Jadi Mbak Maya datang ke kantor?
"Iya!"
"Sekarang mbak Maya Di mana Apa sudah pulang?
"Tidak istriku sedang istirahat di dalam kamar.
Zidan hanya menganggukkan kepalanya dan berpamitan kepada Surya untuk segera kembali ke ruangannya.
"Ah si bos mentang mentang sudah menikah, begitu ngomongnya ke gue!" gumam Zidan yang baru tiba di ruangannya.
"Kamu kenapa mas, kok muka seperti di tekuk begitu? tanya Yuli sambil mengembangkan senyumnya.
"Bagaimana mas tidak kesal, si bos nyindir nyindir mas. Karna mas tak nikah nikah. sementara Washington Minggu depan sudah nikah." Ucap Zidan sembari terus menggerutu
"Sudah tidak perlu kesal begitu." ucap Yuli sambil mengecup bibir ranum Zidan dengan sekilas.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
jangan lupa like coment dan votenya ya
mampir juga ke karya teman emak ceritanya di jami seru loh.
__ADS_1