
"Tidak ada yang mengajari, memang itu keinginannya sendiri. Karena bintang melihat Ibu temannya baru melahirkan, dan temannya itu begitu bahagia memiliki seorang adik.Ia selalu membangga-banggakan adiknya di depan Bintang. Sehingga Bintang ingin sekali memiliki adik." ucap Alberto kepada Maya dan juga Surya.
"Sayang kamu tenang saja, Papi akan berusaha buatin adik Untuk Bintang lagi proses kok. Mudah-mudahan di perut Mami akan tumbuh adiknya Bintang." ucap Surya tanpa ada rasa malu sedikitpun dihadapan Pak Alberto.
"Papi juga sangat berharap seperti itu!"ucap pak Alberto singkat." Sambil membuka oleh-oleh pemberian Surya kepada Pak Alberto.
Keesokan harinya Bintang menagih janji kepada Surya untuk menemaninya pergi bermain Timezone di salah satu mall terkenal di Jakarta. Surya menepati janjinya kepada Bintang, Surya benar benar membawa Bintang ke sebuah mall bersama Maya.
"Ketika Bintang sedang asyik bermain timezone Maya dan Surya mendampinginya. Tetapi karena mengejar salah satu temannya. Bintang berlari hingga Bintang terjatuh. Bintang terjatuh tepatnya di kaki laki-laki yang tidak asing bagi Maya.
"Sayang kamu pelan-pelan dong." ucap laki-laki itu sembari membantu Bintang berdiri. Surya berlari menghampiri Bintang yang hampir menangis karena menahan rasa sakit di siku kakinya.
"Sayang apa kamu baik-baik saja?
"Bintang tidak apa-apa Pi, Bintang baik-baik saja. Ketika Surya mendongakkan kepalanya ia begitu terkejut melihat kehadiran Aliando di sana.
Sedangkan Maya juga menghampiri putrinya yang baru saja terjatuh.
"Sayang kamu hati-hati dong kan jatuh jadinya. "Tadi ada teman Bintang lagi lewat, jadi Bintang berusaha untuk mengejarnya.Tetapi Bintang sudah keburu terjatuh di kaki Om ini ." ucap kepada Maya sehingga Maya pun mendongakkan kepalanya.
Maya sangat terkejut melihat sosok Aliando berada di sana.
Aliando awalnya merasa tidak asing dengan sosok bintang yang terjatuh di kakinya. Aliando seperti merasakan sesuatu hal yang berbeda kepada anak kecil yang cantik dan imut itu terjatuh tepat di kakinya.
"Kamu!
"Iya May, ini saya boleh saya berbicara dengan kamu?
"Untuk apa?
"Apa Dia putriku?
"Tidak, dia putriku!" ucap Maya dengan lantang
__ADS_1
"Kamu bohong."
"Kenapa saya harus bohong?
"Saya perlu Berbicara sama kamu Maya." ucap Aliando sembari menarik tangan Maya. Melihat hal itu Surya langsung menahan Aliando.
"Maaf dia istri saya, tolong hargai saya sebagai suaminya disini. Kalau istri saya tidak ingin berbicara kepada anda, tolong jangan dipaksa.
"Tapi saya ada urusan penting dengan Maya.
"Saya tidak mau tahu tentang urusan kalian, tapi yang pasti Maya sekarang sudah menjadi istri saya dan sudah kewajiban saya untuk melindungi istri saya dari siapapun.
"Saya tidak memiliki niat jahat terhadapnya karena saya sangat sayang dan mencintainya." ucap Aliando yang mampu membangkitkan amarah Surya.
"Apa?
"Cinta?
"Apa Saya tidak salah dengar Tuan Aliando yang terhormat?
"Kalau Anda sangat mencintai Maya tidak mungkin anda lebih memilih menikah dengan wanita pilihan orang tua anda, karena melihat harta kekayaan dari istri anda.
"Aku terpaksa melakukannya karena orang tuaku memaksanya."sahut Aliando
Surya langsung tertawa lebih tepatnya tertawa mengejek.
"Kamu laki-laki apa banci?
"Kalau kamu memang laki-laki tidak mungkin kamu meninggalkan Maya di saat hari pernikahan kalian.
" Apa kamu mengetahui betapa menderitanya Maya selama ini?
Aliando hanya terdiam ia menatap Bintang dengan seksama kemiripan wajah Aliando dan Bintang memang tidak bisa dipungkiri. Sehingga Aliando meyakini kalau bintang memang benar-benar darah dagingnya.
__ADS_1
"Katakan Maya, kalau dia putriku."
"Dia bukan putrimu tapi putriku."tegas Maya kepada Aliando
Aliando langsung bersujud di kaki Maya. Ia pun menangis sesunggukan dan meminta maaf kepada Maya. Sudah dua kali Aliando meminta maaf kepada Maya, tetapi Maya benar-benar belum bisa memaafkan Aliando.
"Maaf penderitaan yang kamu ciptakan membuat aku tidak bisa memaafkan kamu semudah itu. Aku mohon jangan seperti ini malu dilihat orang banyak."
"Maya Tolong maafkan kan saya!"
Maya hanya terdiam ia tidak langsung menjawab. Tetapi kedipan mata dari Surya membuat Maya mengerti akan kode yang diberikan Surya kepadanya.
"Kamu sudah saya maafkan,
"Kalau masalah Bintang itu urusan saya kamu tidak punya hak kepada dia karena kamu sudah membuangnya."
"Tapi May Bintang itu putriku juga."
"Kamu hanya Ayah biologisnya Ayah sesungguhnya adalah Surya, mas Surya lah yang ada di sampingku ketika aku terpuruk.
"Mas Surya yang selalu membantu dan menolong ku selama ini, bahkan disaat aku Kritis ketika melahirkan Bintang ke dunia ini. "Aku sangat menyayangi dan mencintai mas Surya. Sama halnya seperti mas Surya menyayangi Maya dan juga bintang.
"Mas Surya sangat menyayangi bintang walaupun bintang tidak darah dagingnya. Tetapi perhatian dan kasih sayangnya benar-benar dirasakan bintang. Bukan seperti kamu yang mampu membiarkan Maya menderita dengan kehamilan yang kamu ciptakan." ucap Maya kepada Aliando.
Tolong jangan pernah mengganggu kehidupan Bintang dan Maya, karena kami sekarang sudah sangat bahagia." ucap Maya sembari langsung menggendong tubuh mungil putrinya dan pergi meninggalkan Aliando.
Aliando merutuki dirinya sendiri, karna mengikuti keinginan kedua orangtuanya.
hidupnya jadi hancur berantakan.
"Ya Allah aku hanya ingin memeluk putriku, tidak ada niat sedikitpun untuk merebut Maya. karna aku tahu kalau Maya sudah menikah dengan orang yang tepat. Bukan seperti aku laki laki pecundang ini." tangis Aliando .
Bersambung.......
__ADS_1
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏