Mama Muda

Mama Muda
BERDEBAT


__ADS_3

Hal itu membuat Aini pergi ke luar kota karena dirinya tidak akan mendapat pekerjaan di kota ini lagi.


"Keluarga Dirgantara kamu lawan pasti kamu akan menderita. Sudah dikasih fasilitas yang bagus dan gaji yang cukup besar tetapi kamu tidak merasa puas dan berkhianat Kepada orang yang baik kepada kamu. inilah ganjaran yang kamu dapatkan." Mori bermonolog sendiri.


Maya datang menghampiri Mori yang sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Mori ....apa kamu memiliki saudara yang ingin bekerja disini sebagai pengganti Aini? tanya Maya kepada mori. Mori adalah salah satu baby sister yang sudah lumayan lama bekerja di kediaman Surya Dirgantara. Semanjak awal pernikahan Maya dan Surya .


Mori wanita yang sangat baik dan jujur. Apalagi mori merupakan tulang punggung Keluarganya setelah ayahnya meninggal dan ibunya tidak bisa bekerja lagi karena kaki ibunya terpaksa diamputasi akibat kecelakaan yang dialami oleh ibu Liana.


Padahal adik adiknya masih membutuhkan biaya untuk kebutuhan sekolah mereka. Sehingga Tati memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah lagi setelah lulus SMA dari sekolah negeri yang ada di kota ini.


"Belum ada non,itupun kalau non mau, adik saya bisa kok bekerja.


Dia orang yang rajin dan telaten. Tetapi dia masih sekolah di SMA negeri yang ada di kota ini.Ucap Tati memberitahu kepada maya kalau adiknya saat ini membutuhkan pekerjaan untuk tambahan biaya sekolahnya.


"Ya sudah kalau begitu kamu suruh saja dia datang kesini, kan dia bisa sekolah dari sini?" ucap Maya meminta kepada Mori agar meminta Mori membawa adiknya bekerja di rumah Surya Dirgantara sambil sekolah. Maya sengaja mempekerjakan adik Mori dirumahnya, Agar biaya sekolah Sari nantinya Di biayai oleh Surya sampai ke bangku kuliah.


Maya berencana membiayai sekolah sari Sampai ke bangku kuliah, agar sari dapat membantu Maya kelak menjalankan perusahaan Alberto group. Maya tau keluarga Mori memang orang yang memiliki moral yang tinggi dan juga taat dalam aturan agama.


Sehingga Maya dan Surya sangat percaya kepada Mori dan Ingin membuat Mori dan adiknya bekerja di perusahaan milik pak Alberto. Karena Maya sangat yakin akan kemampuan Mori. dengan kejujuran yang Mori miliki.


Mori terlihat bersemangat ketika Mori mendengar apa yang dikatakan Maya kepadanya yang meminta kepada Mori untuk langsung menemui adiknya. Yang masih sekolah di bangku SMA. Dan memberitahu kabar gembira itu kepada keluarganya.


Kalau Keluarga Dirgantara bersedia untuk membiayai biaya sekolah Mori dan adiknya sampai ke perguruan tinggi. Mendengar kabar baik itu Mori sangat bahagia itu pertanda adiknya dapat mencapai cita-citanya sampai duduk di bangku kuliah.

__ADS_1


Padahal sebelumnya Mori dan adik-adiknya sudah pasrah kalau Sari tidak akan bisa melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi. Ia bercita-cita ketika ia lulus kuliah nanti dapat bekerja di sebuah perusahaan ternama di negeri ini.


Mori langsung menghubungi nomor ponsel tetangga keluarga Mori. Mori meraih ponsel jadulnya agar dirinya dapat berbicara kepada Sari melalui sambungan telepon seluler milik tetangga mereka. Karena kebetulan adik dan ibu memori tidak memiliki ponsel.


Ketika sambungan telepon seluler milik Mori tersambung ke nomor ponsel milik tetangga keluarganya, Ia pun meminta tolong kepada tetangga mereka agar meminjamkan ponsel kepada adiknya Sari. Karena Mori ingin berbicara suatu penting kepada Sari mengenai pekerjaan dan juga kelanjutan studinya Sari.


Setelah menunggu beberapa menit Mori pun dapat berbicara langsung kepada Sari dan meminta Sari agar segera datang ke rumah keluarga Dirgantara. Ia pun menjelaskan apa maksud dan tujuannya memanggil Sari datang ke tempat pekerjaannya yaitu rumah keluarga Dirgantara.


Mendengar berita baik itu, Sari sangat bahagia ia benar-benar ingin sekali menginjakkan kaki di bangku kuliah. Sari ingin memberikan yang terbaik kepada keluarga mereka. Apalagi setelah melihat kondisi kesehatan ibunya semakin menurun yang tidak dapat berbuat apa-apa setelah kecelakaan yang dialami oleh ibu kandung mereka.


Setelah selesai berbicara kepada adik dan juga ibunya, Mori langsung memutuskan sambungan telepon selulernya kemudian Ia pun berniat untuk langsung menghampiri Maya. Dan memberitahu kepada Maya kalau dari setuju bekerja sambil sekolah di rumah keluarga Dirgantara.


****


Sore harinya setelah selesai menyelesaikan tugasnya di kantor tepatnya pukul enam sore David berniat ingin langsung pulang ke rumah. David sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Laura, wanita yang sudah mengisi hati David akhir akhir ini. Ia tidak ingin melewatkan waktu luangnya tanpa adanya Laura.


Setelah melakukan perjalanan sekitar Dua puluh lima menit, David tiba dirumah ia langsung mencari keberadaan Laura. Tetapi ketika David mencari Laura, ia tidak menemukan sosok yang ia cari disana.


David menghampiri salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah.


"Bi Laura dimana ya?" tanya David


"Maaf Tuan sepertinya non Laura belum pulang bekerja."


"Jam segini belum pulang kerja? yang benar aja dong bi." ucap David

__ADS_1


"Ia Tuan Karna bibi belum melihat non Laura pulang kerumah semenjak non Laura berangkat kerja. " ucap asisten rumah tangga itu kepada David membuat David semakin merasa kwatir terhadap Laura.


"Apalagi Laura saat ini sedang hamil. Rasa kwatir David semakin bertambah ketika.dieinya membayangkan sesuatu negatif terjadi kepada Laura. David meraih ponselnya dan langsung mencari nomor ponsel Laura disana.


David menghubungi nomor ponsel Laura. setelah sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Laura Ia pun langsung bertanya bertubi-tubi kepada Laura.


"Sayang kamu di mana? Mengapa jam segini belum pulang ke rumah? kamu tidak kenapa-kenapa kan? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan David kepada Laura. Membuat Laura kewalahan untuk menjawab pertanyaannya.


"Mas kalau nanya itu satu-satu dulu dong agar Laura dapat menjawabnya."ujar Laura Sambil tertawa cengengesan di dalam sambungan telepon selulernya.


"Kamu ini Mas sudah khawatir sama kamu malah kamu tertawa cengengesan."gerutu David.


"Habis Mas lucu banget sih, bertanya kepada Laura sudah seperti kereta api yang membunyikan klaksonnya." ucap Laura membuat David langsung tersenyum mendengar jawaban Laura asal.


"Sekarang Mas bertanya sama kamu di mana kamu sekarang Sayang?


"Laura sudah di jalan pulang ke rumah. Mas tenang aja. Laura telat pulang, karena Laura mampir di salah satu Toko roti. Kebetulan Laura pengen banget makan roti yang ada di toko ini." ucap Laura memberitahu kalau dirinya menginginkan roti yang dijual di toko yang letaknya tidak jauh dari rumah keluarga David.


"Kalau kamu menginginkan sesuatu, Mengapa tidak memberitahu kepada mas agar Mas yang membelinya? tanya David di dalam sambungan telepon selulernya.


"Sudahlah mas," tidak perlu berdebat. Sebentar lagi Laura juga sudah sampai di rumah." ucap Laura sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Karena Laura tidak ingin berdebat dengan David di dalam sambungan telepon seluler terlalu lama.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙💙

__ADS_1


__ADS_2