Mama Muda

Mama Muda
RISKA KEMBALI


__ADS_3

Hari itu Surya memilih untuk pergi ke kantor lebih awal Setelah berpamitan dari Maya. Ia langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kantor Dirgantara group. mengingat hari itu jadwal meeting yang akan dilakukan oleh Surya sangat padat.


Padahal Maya berencana untuk pergi ke sebuah mall berniat untuk membeli beberapa perlengkapan bayi karena menurut prediksi dokter persalinannya sudah tidak akan lama lagi. Maya memilih untuk naik taksi karena dirinya pasti akan kewalahan menggunakan mobil sendiri. Ia tidak ingin menggunakan jasa supir. Ketika Maya keluar dari rumah berniat menunggu taksi online,


****


Di sebuah mall terbesar yang ada di kota Jakarta tampak Maya memilih beberapa perlengkapan bayi untuk persalinannya kelak. Setelah ia merasa cukup Maya berniat untuk istirahat sejenak di sebuah restoran.


Maya menikmati masakan restoran yang ada di mall itu, dan setelah selesai menyantap beberapa menu, Maya berniat untuk kembali ke rumah. Ia berjalan keluar ke parkiran berniat untuk memesan taksi online.


Sebuah mobil Tiba-tiba berhenti. Maya pikir mobil itu adalah taksi online yang ia pesan tadi. Akan tetapi dua orang pria bertubuh besar turun dari mobil tersebut dan mereka menghampiri Maya.


"Ikut Kami sekarang kalau tidak pisau ini akan mengoyak kulit mulus mu. dan bayi yang ada di kandungan Kamu akan mati bersama kamu." kata salah satu diantara mereka seraya menodongkan sebelah pisau kecil ke pinggang Maya tanpa diketahui orang-orang yang berlalu lalang di sana.


Surya yang baru tiba di rumah ia merasa lelah sekali mengingat jadwal meetingnya hari ini cukup padat. Kemudian duduk sejenak di sofa hanya ingin mengendurkan otot-otot nya yang menegang


Bi Atik, menghidangkan kopi hangat


Ia pun menatap ke arah pintu kamar yang tertutup rapat.


Apa istriku sedang tidur? tanya surya pada perempuan paruh baya yang akan beranjak lagi ke dapur.


Tidak tuan!" Nyonya Maya keluar katanya ingin berbelanja ke perlengkapan bayi kelak.


Surya Mangeryit. Sudah jam 06.00 sore Maya belum pulang ke rumah." tukasnya.


"Saya tidak tahu Tuan permisi!" dia pun berlalu meninggalkan majikannya. Surya langsung meraih ponsel yang ada di saku celananya. Surya berniat untuk menghubungi Maya.


Surya menghubungi asistennya Zidan.

__ADS_1


"Hallo Bos sapa Zidan dari ujung telepon.


"Tolong kamu mencari tahu di mana keberadaan Maya sekarang soalnya menurut penuturan Bi Atik, dia pergi ke mall untuk membeli perlengkapan bayi kami." Surya memberikan perintah kepada Zidane.


"Baik bos!" telepon pun berakhir


Entah kenapa perasaan Surya menjadi tidak enak. Sejak tiba di rumah Ia merasa mengkawatirkan Maya. Apalagi dengan kondisi Maya yang sedang hamil membuat dirinya semakin khawatir membiarkan Maya berpergian sendirian. Sebelumnya Maya tidak berpamitan kepada Surya.


***


Di sebuah gedung tua yang terbengkalai di salah satu ruangan gelap dan minim pencahayaannya. Seorang perempuan tidak sadarkan diri dengan tubuh terikat di kursi kayu. Bahkan kedua matanya ditutup kain berwarna hitam.


Seorang wanita berjalan dengan anggun menuju perempuan yang menjadi tawanan nya.


Tuk! tuk! tuk!


"Di.... dimana aku? seru Maya. Tubuhnya meronta berusaha ingin melepaskan dirinya dari tali yang membelenggunya.


Cepat sekali dia sadar." Bisik perempuan yang berdiri tepat di depan Maya


"Siapa itu? Maya merasa ada orang lain di dekatnya. lalu ia ingat saat ingin kembali ke rumah dia ditodong oleh 2 pria tak dikenal. Salah satu dari mereka menuding senjata tajam sementara yang satunya mendekap mulutnya dengan sapu tangan sampai membuatnya tidak sadarkan diri. Dan barang belanjaannya dimasukkan ke dalam tong sampah.


Wanita yang telah menyuruh untuk menculik Maya tidak lain adalah Riska dia selalu mencari tahu apa saja yang dilakukan perempuan yang dianggapnya telah membuat hidup mereka berantakan. Riska sudah bebas dari penjara setelah dipotong remisi beberapa kali.


Riska membuka penutup mata yang tadinya pasang membuat Maya tersentak.


Maya mengerjap beberapa kali. Penglihatannya masih samar karena kepalanya sedikit merasakan pusing akibat obat bius yang dihirup nya tadi. Apalagi kondisi Maya yang sedang hamil membuat fisiknya kurang baik.


Maya mendongakkan wajahnya hanya ada lampu dengan daya rendah yang menggantung di atas kepalanya. Maya memejamkan penglihatannya hanya ingin mengenal sosok wanita yang ada di hadapannya. Yang ternyata ia melihat Riska yang melakukannya.

__ADS_1


"Riska? apa maumu? lepaskan aku teriak Maya histeris.


""Ssssst.... jangan berisik, Aku tidak suka dengan orang yang cerewet."Riska meletakkan telunjuknya di bibir Maya membuat Maya bergidik ngeri dibuatnya.


Riska Mengapa kau menculik ku? ucap Maya dengan mimik wajah ketakutan karena dirinya sangat memikirkan kondisi janin yang ada di rahimnya.


Riska lantas tertawa menyeringai suaranya terdengar serta dan mengerikan seperti nenek sihir.


"Kau tidak perlu tahu tujuanku yang jelas aku tidak menyukaimu karena kamu sudah membuat hidupku berantakan bersama ibuku. Wanita bodoh!" geramnya kemudian Riska menjambak rambut Maya membuat wanita yang tak berdaya itu meringis kesakitan. Bahkan kepalanya menengadah akibat tarikan Riska yang sangat kuat.


"Tolong lepaskan,"rintihnya


lepaskan katamu? Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini dalam keadaan hidup. Karena aku tahu kamu pasti akan kembali untuk menghancurkan kehidupanku dan juga ibuku. Karena kamu dan suamimu itu itu Ibuku masih mendekam di penjara." Bentak Riska matanya menyurutkan kebencian yang mendalam pada Maya yang sudah berlinang air mata di buatnya.


Namun Maya tidak mampu untuk lisan lagi. dia sudah merasakan sakit di bagian kepala seakan kulit kepalanya hampir terlepas karena ulah Riska.


Kau benar-benar membuatku sangat muak. Riska semakin mengeratkan Jambakannya membuat Maya semakin memekik kesakitan


Riska melepaskan cekalan tangannya. Riska mengeluarkan sesuatu dari tas nya sebuah benda yang berkilau membuat mata Maya melotot melihatnya


"Kumohon jangan sakiti aku dan anakku, Aku akan berikan apa pun yang kau minta, asalkan kau melepaskan ku." pinta Maya air matanya sudah mengalir deras dia benar-benar ketakutan melihat perempuan yang seperti kerasukan setan.


Sebuah pisau berada dalam genggaman Riska. ia berjalan mendekati Maya kemudian dalam sekejap ujung Pisau itu sudah menempel di pipi Maya membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Bagaimana kalau kita main-main sebentar? "wajahmu memang cantik pantas saja Surya sangat mencintaimu." ucap Riska sambil menyusuri wajah Maya dengan ujung pisau kecil. Riska benar-benar merasa puas, membuat Maya ketakutan


"Tolong lepaskan aku!" teriak Maya. Tapi Riska tidak perduli akan teriakan Maya yang meminta tolong dilepaskan. Justru Riska semakin baringan. Dan berikan goresan luka diwajah cantik Maya, karna Riska menginginkan wajah Maya yang cantik berubah menjadi buruk setelah Riska memberikan luka di wajah Maya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2