
Sekitar kurang lebih 30 menit Maya dan Surya Dirgantara membicarakan masalah yang menimpa David saat ini. Maya pun meminta suaminya agar segera istirahat. Maya sangat mengetahui kalau saat ini Surya Dirgantara Pasti sangat lelah.
"Mas lebih baik sekarang Mas istirahat. Pasti Mas capek kan? tanya Maya sambil memijat tengkuk leher Surya Dirgantara.
"Ya sayang, mas sedikit kelelahan. Tetapi untuk melahap kamu, Mas masih ada tenaga kok." ucap Surya sambil langsung menggendong tubuh istrinya naik ke atas tempat tidur.
Membuat Maya menatap suaminya dengan tatapan cinta. Mas apa nggak kelelahan? Memangnya Mas dapat mengimbangi permainan Maya malam ini? tidak mungkin Mas. Karena Mas Pasti sangat lelah." ucap Maya percaya diri kalau suaminya tidak akan mampu mengimbangi permainan Maya malam itu.
"Kita buktikan saja nanti sayang, awas saja Jika kamu meminta ampun nanti agar Mas segera menyelesaikan permainannya." ucap Surya Dirgantara sambil langsung mengecup bibir manusia Maya. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, hingga Maya pun mengeluarkan de$@hanya de$@han yang mampu menaikkan gairah Surya Dirgantara.
Maya pun mulai membuka rongga mulutnya agar Surya Dirgantara dapat leluasa memainkan lidahnya di rongga mulutnya Maya. lidah mereka saling bertautan di sana membuat suara de$@han Maya Dan juga Surya Dirgantara membuat gairah mereka semakin tertantang.
Tangan Surya Dirgantara sudah mulai menjalar ke balik lingerie milik Maya dan memainkan gunung kembar milik Maya yang membuat Surya Dirgantara semakin menikmati permainan itu. Perlahan demi Perlahan, Maya sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.
Membuat tubuh seksi Maya terlihat jelas di mata Surya Dirgantara. Hal itu membuat adik kecil Surya Dirgantara semakin lancang depan. Surya pun menuntun Maya agar Maya memainkan adik kecilnya yang sudah ingin keluar dari sarangnya.
Entah siapa yang memulai keduanya sudah terlihat tidak mengenakan sehelai benang pun. Gerakan demi gerakan sudah dilakukan oleh Surya Dirgantara untuk membangkitkan gairah Maya Wulandari.
Hal itu membuat Maya menjadi bergelinjang Ia pun kembali memainkan adik kecil Surya Dirgantara dan melahapnya bagaikan es krim membuat Surya Dirgantara merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Surya tidak mampu berkata-kata.
Karena Surya sangat menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Maya terhadapnya. merasa tidak tahan lagi, ia ingin memimpin permainan dan membalikkan tubuh Maya agar dirinya yang memimpin permainan malam itu.
__ADS_1
Surya Dirgantara benar-benar lelaki perkasa yang mampu memuaskan istrinya, walau dirinya sudah lelah bekerja di kantor. Tetapi untuk urusan ranjang bersama istrinya, ia tidak akan membuat istrinya kecewa kepadanya.
Begitu juga dengan Maya Wulandari. Maya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk suaminya. Maya Wulandari selalu melakukan gerakan-gerakan yang baru agar tidak monotong seperti yang biasa mereka lakukan.
Hal itu yang membuat Surya Dirgantara semakin terpancing untuk menikmati tubuh istri cantiknya. "Kamu memang sangat pintar sayang, memanjakan Mas dan melayani Mas." ucap Surya Dirgantara sambil terus mengecup bibir manis Maya seolah bibir Maya sudah candu baginya.
Setelah satu jam dalam permainan panas itu akhirnya surya dan Maya benar-benar mencapai puncak nikmatnya malam itu. Hingga Surya pun memberikan kecupan hangat di kening Maya. dan mengucapkan terima kasih kepada Maya karena sudah melayaninya dengan sepenuh hati.
"Thanks my wife, I love you baby."ucap Surya Dirgantara sambil langsung membaringkan tubuhnya di samping Maya tanpa mengenakan sehelai benangpun. Maya mengembangkan senyumnya dan menganggukan kepalanya, pertanda dirinya juga menikmati permainan mereka malam itu. "I love you too my husband." sahut Maya sambil membalas kecupan yang dilakukan suaminya kepada nya.
Sementara di tempat lain, Washington yang baru tiba di rumah. Sudah disambut Aira dengan senyuman. Aira langsung memeluk Washington seolah dirinya Sudah lama tidak bertemu dengan suami yang sangat ia cintai.
"Kamu dari mana saja suamiku sayang? Mengapa baru pulang sekarang Aira sangat merindukanmu? jangan membuat Aira kwatir dong sayang." ucap Aira sembari terus memeluk suami yang sangat ia cintai. Padahal malam itu Washington belum membersihkan diri.
"Ada urusan penting yang harus mas kerjakan bersama bos Surya.
"Urusan sepenting apa sih Mas? Mengapa sampai selarut ini? tanya Aira penasaran. Nanti mas akan jelaskan kepadamu. Tetapi untuk saat ini biarkan Mas membersihkan diri dulu. Memangnya kamu tidak merasa kalau tubuh Mas masih terasa bau."ucap Washington sambil mengembangkan senyumnya.
Aira menggelengkan kepalanya seolah dirinya cuek kalau saat itu Washington belum membersihkan diri. Yang ia tahu ia harus memeluk suaminya, karena dirinya sangat merindukan Washington. "Ya sudah kalau begitu Mas sekarang mandi deh, habis itu jelasin kepada Aira Mengapa Mas malam ini pulang sampai larut." ujar Aira sambil mempersiapkan pakaian untuk suaminya.
Washington langsung berlalu ke kamar mandi Ia pun dengan cepat membersihkan diri. Karena hari sudah larut suhu sudah mulai terasa dingin, sehingga Washington mempercepat ritual mandinya malam itu.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Washington pun langsung menggunakan pakaian yang sudah disediakan Aira sebelumnya. Setelah selesai menggunakan pakaian Washington, langsung menghampiri baby Sandiago, yang lagi tertidur pulas.
Washington memberi kecupan hangat di wajah tampan Putra Mereka kemudian kembali menghampiri Aira yang duduk di sofa tepatnya berada di kamar utama yang mereka tempati selama ini.
"Tolong jelaskan sama Aira kalian dari mana Mas Mengapa sampai saat ini mas baru pulang? tanya Aira penasaran.
Kemudian Washington pun memberitahu kepada Aira kejadian yang menimpa David saat ini membuat Aira langsung setengah berteriak karena dirinya terkejut mendengar apa yang dikatakan suaminya. Washington langsung memberi kode kepada Aira agar tidak berteriak, ia tidak ingin mengganggu tidur putranya baby sandiago.
Jangan berteriak Sayang, nanti Putra kita terbangun." ujar Washington sambil memberikan kode kepada istrinya. Aira langsung menutup mulutnya. Ia seolah tidak percaya akan apa yang dikatakan Washington kepadanya sehingga.
Ia pun kembali bertanya kepada Washington mengenai kebenaran apa yang dikatakannya sebelumnya. Tetapi Washington meyakinkan kepada Aira, kalau yang ia katakan Washington memang benar-benar terjadi. Washington memperlihatkan foto saat David dan Washington berada di rumah sakit.
Membuat Aira merasa tidak tega melihat Laura hanya menangis di dalam rekaman video yang kebetulan saat itu didokumentasikan oleh Surya saat berada di rumah sakit. Sungguh miris siapa pelaku penganiayaan David Mas? tanya Aira penasaran mendengar kondisi David saat ini berbaring lemah di rumah sakit.
Kami juga tidak mengetahui siapa dalam dibalik ini semua. Tetapi pelaku penganiayaan itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka mengatakan kalau mereka dibayar oleh Pak Adrian. Tetapi ketika pihak kepolisian melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara, tidak ada bukti-bukti yang mengarah kepada Pak Adrian.
Hingga sampai saat ini kasus yang menimpa David saat itu masih diusut oleh pihak kepolisian dibantu oleh kuasa hukum keluarga Dirgantara. Aira pun merasa kasihan melihat Laura. Ia dapat membayangkan Apa yang dirasakan Laura saat ini. Apalagi Laura saat ini sedang hamil 7 bulan. Membuat hati Aira merasa tidak tega.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1