Mama Muda

Mama Muda
(3) Penyesalan Pharrel


__ADS_3

PHARREL POV


"Pharrel, bangunlah." kudengar suara gadis yg sedang berusaha membangunkanku.


Aku membuka mata, dan kulihat gadis yang sama sekali yang tak kuinginkan kehadirannya sedang duduk di pinggir ranjangku.


"Hei! Siapa yang memperbolehkanmu masuk kedalam kamarku? Pergilah! Aku pusing, jangan buat aku tambah pusing lagi!" Teriakku pada gadis itu.


"Pharrel, mengapa kau bersikap begitu pada calon istrimu?" Tanya gadis itu yang tak lain adalah Luna, anak dari teman ayahku.


Dulu, saat ayah masih menjadi CEO ... perusahaan mengalami kebangkrutan dan ayah meminta bantuan dari teman ayah yang tak lain adalah ayah Luna.


Ayah Luna mau membantu ayah, asal ayah mau menjodohkan aku dengan Luna. Dan demi perusahaan, ayah akhirnya menyetujuinya. Padahal aku sudah cerita pada ayah jika aku sudah mempunyai kekasih, tapi ayah tetap saja menjodohkanku dengan Luna. Lalu aku berniat memberi tahu ayah yang sebenarnya, tentang aku dan Jenna. Aku berharap ayah menghentikan perjodohan ini. Tapi, ayah malah menghajarku dan mengancamku.


Flasback On ( 5 tahun sebelumya)


"Ayah, aku ingin bicara denganmu." kataku yg sekarang sudah ada diruang kerja ayah.


"Bicaralah." kata ayah


"Aku tidak mau dijodohkan, ayah. Karena aku ...," kataku terputus oleh ucapan ayah.


"Masalah itu lagi? Kali ini, alasan apa lagi? Jika itu tentang kekasihmu, putuskan dia!" Perintah ayah.


"Dia sebenarnya bukan kekasihku ayah." ucapku.


"Bukan? Jadi, kau membohongi ayah? Tapi, tak apa Pharrel, itu kabar baik." ucap ayah.


"Dia memang bukan kekasihku, ayah. Tapi, aku telah menghamilinya saat kami masih kelas 2 SHS." ucapku jujur. Dapat kulihat ekspresi ayah yang sangat terkejut.


"Apa?" Tanya ayah lirih.


"Pharrel ... mengapa kau seperti itu? Mengapa kau ... mengapa kau sebrengsek itu? Menghamili seorang gadis saat masih dibangku sekolah? Kau bohong, kan Pharrel?" Tanya ayah bertubi-tubi sambil mendekatiku.

__ADS_1


"Ayah, maaf." kataku tertunduk.


"Katakan pada ayah, jika kau sedang berbohong! Kau mengarang cerita ini agar ayah membatalkan perjodohanmu dengan Luna kan? Iyakan?" Tanya ayah. Tapi aku hanya diam saja, tiba tiba aku mengingat Jenna. Apakah ia benar benar menggugurkan anaknya atau tidak.


"Yak! Pharrel jawab aku!" Teriak ayah menyadarkanku.


"Aku .... aku tidak berbohong atau mengarang cerita, ayah" ucapku. Seketika itu juga, ayah menamparku bahkan memukuliku tanpa henti. Sampai-sampai aku tersungkur tak berdaya di lantai.


Tak lama, kudengar suara pintu terbuka.


"Pharrel!" panggil seseorang yang ternyata adalah ibu sambil menghampiriku.


"Sayang, hentikan! Pharrel bisa mati, jika kau terus memukulinya." teriak ibu sambil berusaha menghentikan ayah.


"Hei! Anak sialan! Ayah tak pernah mengajarimu menjadi pria brengsek seperti itu! Bagaimana bisa kau ... Hei! Bagaimana bisa?" Teriak ayah.


"Ayah, maaf." ucapku sedikit sulit karena ujung bibirku berdarah.


"Apapun alasanmu, jika kau masih ingin ayah anggap sebagai seorang anak ... tetap jalani perjodohan itu dan jangan katakan pada keluarga Luna tentang masa lalumu itu!" Teriak ayah


Di kamarku, ibu mengobati luka lukaku.


"Ah-" rintihku


"Apa sangat sakit?" Tanya ibu sambil menghentikan kegiatannya.


"Hemm, sedikit." ucapku ... sebenarnya itu sangat sakit. Mungkin saja jika ibu tak datang, aku akan benar benar mati ditangan ayahku sendiri.


"Maaf, ibu akan pelan pelan." ucap ibu lalu melanjutkan kegiatannya.


Tak lama, ibu selesai mengobatiku.


"Selesai." ucap ibu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih, ibu." ucapku.


"Ya. Sebenarnya ada apa, Pharrel? Mengapa ayahmu memukulimu sampai seperti tadi? Apa jadinya kau jika ibu tak masuk tadi?" Ucap ibu sambil menangis. Yah, memang ... kondisiku memang sangat menyedihkan. Karna ulah ayah banyak sekali luka di sekujur tubuhku.


"Jangan menangis, ibu. Sekarang aku tak apa apa, berkat ibu." ucapku sambil menghapus airmata ibu.


"Jika aku bercerita, mungkin ibu akan langsung mengambil pisau di dapur dan melanjutkan niat appa untuk membunuhku." lanjutku sambil terkekeh.


"Pharrel, kau sedang terluka parah seperti ini ... tapi kau masih bisa bercanda? Itu tidak lucu. Beritau ibu, ibu akan mencoba mengerti. Ibu juga tidak akan mungkin membunuh anak ibu sendiri, kau pikir melahirkan seorang anak itu mudah? Melahirkan seorang anak itu bertaruh nyawa, jadi tidak mungkin semudah itu ibu membunuh anak Ibu sendiri" ucap eomma


.


Ah, aku jadi kembali memikirkan Jenna. Apa dia kesulitan saat melahirkan anakku? Aku bahkan tak ada disisinya saat Jenna melahirkan. Itu pasti masa yang sangat sulit bagi Jenna.


"Sebelumnya, aku minta maaf ibu." ucapku.


"Minta maaf? Untuk apa?" Tanya ibu.


"Aku telah menghamili seorang gadis saat dikelas 2 SHS." ucapku sambil menundukkan kepalaku. Aku tak berani menatap ibu. Aku takut, Ibu benar benar membunuhku.


"Mengapa kau tidak memberitahu ibu dan Ayah sejak awal? Bahkan ini sudah berjalan 4 tahun sejak kau kelas 2 SHS, Pharrel." ucap ibu.


"Ya, ibu .... maaf. Aku tak berani mengatakannya saat itu. Dan ibu benar, ini sudah 4 tahun sejak kejadian itu. Dan jika Jenna tak menggugurkan kandungannya saat itu, mungkin usia anak kami sekarang 3 tahun ibu. Aku memberanikan untuk jujur pada ayah tadi, agar ayah menghentikan perjodohanku dengan Luna. Aku tak mencintai Luna, ibu. Aku mencintai Jenna. Mungkin ini terbilang sangat telat, tapi itulah kenyataannya. Tak lama setelah kejadian itu, Jenna ketahuan hamil di luar nikah dan di keluarkan dari sekolah. Saat itu aku bersyukur karena Jenna tidak menyeretku, jadi aku masih bisa sekolah. Dan semenjak itu aku merindukannya dan calon anakku ... bahkan sampai sekarang. Baru baru ini aku dapat kabar jika Jenna sudah tidak tinggal dengan keluarganya. Keluarganya mengusirnya setelah tau Jenna hamil di luar nikah. Bukankah aku sangat berdosa, ibu? Aku telah membuat Jenna menderita. Aku bahkan menelantarkan mereka. Sekarang aku juga tidak tahu di mana mereka." ucapku sambil menundukkan kepalaku. Kurasakan pelukan hangat ibu.


"Tidak apa-apa, Pharrel. Semua sudah terjadi, percuma jika kau hanya menyesali perbuatanmu. Jika kau mencintainya, carilah dia. Setelat apapun kau, kau harus tetap bertanggung jawab .... setidaknya pada anakmu. Ibu akan mendukungmu, Pharrel." ucap ibu.


"Terima kasih, bu."


Flasback Off.


"Jangan bawa bawa statusmu, karena aku tak peduli. Siapapun kau, aku tak ingin ada di kehidupanku. Jadi, sekarang pergilah. Keluar dari kamarku! Dan aku berharap kau membatalkan perjodohan kita! Ini sudah berjalan 5 tahun, dan kita tidak menikah-menikah. Bukankah kau tidak mau menjadi perawan tua? Jika tidak, maka batalkan perjodohan kita dan carilah pria lain yang mau menikahimu. Karena aku akan terus berusaha untuk menggagalkan pernikahan kita." ucapku.


Yah, aku selalu berusaha menggagalkan pernikahanku dengan Luna. Bahkan dua minggu lalu adalah acara pernikahan kami yang keempat, dan aku berhasil meninggalkannya. Apapun caranya, aku tidak akan pernah mau menikahi Luna. Aku hanya akan menikahi wanita yang kucintai .... Jenna

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2