Mama Muda

Mama Muda
MULAI SADAR


__ADS_3

Karena kondisi Pak Alberto saat ini sedang koma. Tiba-tiba baby Bintang menangis histeris di ruang ICU, suaranya begitu menggema memenuhi seluruh ruangan yang ditempati oleh pak Alberto. Membuat Maya semakin kwatir. Dia pun bertanya di dalam hati Mengapa tiba-tiba putrinya menangis histeris di sana.


Sehingga Maya kewalahan untuk menenangkan baby Bintang. Entah karena suara tangis Baby Bintang hinggan pak Alberto bangun dari tidur panjang. Maya yang melihat pergerakan tangan Pak Alberto langsung berteriak minta tolong kepada dokter berharap dokter langsung memeriksa kondisi Alberto.


Mendengar teriakan dari Maya, surya dan Nurhayati pun panik, dan berlari menghampiri Maya Mereka takut terjadi sesuatu kepada Pak Alberto.


"Ada apa Nak Kenapa kamu berteriak memanggil dokter?


"Iya Sayang ada apa mengapa kamu berteriak-teriak sementara Baby bintang terus menangis?" sini Putri kita mas yang gendong dulu." ucap Surya kepada Maya.


"Papi menggerakkan tangannya dan membuka matanya berarti Papi sudah mulai sadar." ucap Maya kepada Bu Nurhayati dan juga Surya membuat hati mereka sedikit lega. Mereka pun membantu Maya untuk memanggil dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan Pak Alberto berharap pak Alberto benar benar sadar dari komanya.


Dokter dan suster datang menghampiri Alberto dan memeriksa kondisinya.


"Bagaimana perkembangan kesehatan Papa saya dokter?" tanya Maya kepada dokter itu. Dokter itu pun langsung mengembangkan senyumnya.


"Ini suatu keajaiban sepertinya niat sembuh Bapak Alberto luar biasa, sehingga dia dapat bertahan. Ucap dokter kepada Maya.


"Di mana saya? tanya Alberto


"Papa ada di rumah sakit."


"Kamu siapa? tanya Pak Alberto membuat Maya sangat terkejut.


"Ini Maya pa Putri Papa satu-satunya."


"Maya? putriku? Alberto menggelengkan kepalanya berusaha mengingat sesuatu tetapi iya sama sekali tidak mengingat apa-apa Alberto merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.


"Ya Allah ada apa ini dokter?


"Lebih Baik Ibu tenang dulu kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. ucap dokter itu kepada Maya.


"Maya begitu kwatir jika ayahnya mengalami Amnesia. Tetapi dokter yang bertugas menangani pak Alberto berusaha menenangkan Maya, agar tidak berpikir terlalu jauh.


"Mbak Maya Tenang saja, kita akan memeriksa kondisi pak Alberto sedetail mungkin. Jangan Terlalu memikirkan hal hal buruk, yang belum tentu terjadi." ucap dokter kepada Maya.


"Sayang...." bagaimana ini?" tanya Maya kepada Surya sambil memeluk Surya.


"Kamu tenang dulu sayang!" biarkan dulu dokter memeriksa Papa selanjutnya.

__ADS_1


"Tapi mengapa Papa tadi tidak mengenaliku Mas?


"Mungkin papa masih belum sepenuhnya sadar."jawab Surya kepada Maya


"Iya may?" kamu tenang saja lebih baik kita berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar pak Alberto diberikan kesembuhan. ucap Bu Nurhayati kepada Maya yang selama ini sudah ia anggap sebagai Putri kandungnya.


Sejujurnya hati Bu Nuryanti begitu sakit melihat Maya menderita. Apalagi selama ini Maya sudah banyak menghadapi cobaan. membuat hati Bu Nurhayati merasa iba Melihat Maya yang tak kunjung merasakan kebahagiaan.


Setelah dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pak Alberto, dokterpun mengembangkan senyumnya.


"Mbak Maya tenang saja!" pak Alberto mengatakan demikian karena Pak Alberto masih belum sepenuhnya mengumpulkan kesadarannya. Tetapi karna kekuatan cinta dan kasih sayang antar keluarga membuat dirinya berusaha untuk terbangun.


Mungkin karena mendengar teriakan cucunya sehingga Pak Alberto memaksakan diri untuk bangun


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi kepada Papa saya? Mengapa Papa saya tidak mengenaliku tadi Dok?"


"Seperti yang sudah kami katakan tadi, Pak Alberto sebenarnya belum sepenuhnya sadar. Tetapi karena kekuatan cinta dan kasih sayang keluarga sehingga Pak Alberto memaksakan diri untuk terbangun dari tidur panjangnya.


" Mbak Maya Tenang saja Pak Alberto tidak kenapa-kenapa, dia hanya berusaha mengumpulkan kesadarannya sehingga ia tidak mengenali Mbak Maya.


"Sampai kapan papa saya seperti itu dokter?


Maya yang mendengar penjelasan dari dokter pun merasa sedikit lega.


"Apa saya bisa menemui Papa saya dokter?


"Sabar mbak Maya, biarkan pak Alberto istirahat dulu, karena kami baru menyuntikan obat ke tubuh pak Alberto.


"Terima kasih dokter, dokter sudah membantu saya.


"Sama-sama Mbak!" ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kami sebagai dokter dan suster." ucap dokter dan suster itu sambil mengembangkan senyumnya.


"Kalau begitu kami pamit dulu mbak Maya, Kami ingin melanjutkan tugas kami lagi untuk memeriksa pasien selanjutnya." ucap dokter itu kepada Maya dibalas anggukan dari Maya Maya.


Tiba-tiba suara dering ponsel milik Surya berdering. Surya langsung meraih ponselnya dan melihat yang menghubungi dirinya adalah asisten kepercayaannya yang ditugaskan untuk menangani kasus yang menimpa Pak Alberto.


Surya berpamitan kepada Maya untuk mengangkat telepon selulernya.


"Sebentar ya sayang!" mas angkat dulu teleponnya siapa tahu penting."

__ADS_1


Maya menganggukkan kepalanya. Maya sudah tidak sanggup lagi mengeluarkan kata-kata dari mulutnya karena suaranya serak karna menangis terus menerus.


"Iya katakan apa ada perkembangan?


"Iya Bos sepertinya Bu Maria sudah melarikan diri dan kami akan melakukan pencarian.


"Tangkap mereka!" Saya tidak ingin manusia iblis seperti mereka berkeliaran bebas dimuka bumi ini. saya tidak peduli berapa pun biaya akan saya keluarkan agar mereka dijebloskan ke dalam penjara ." ucap Surya kepada asistennya.


"Baik Pak perintah bapak akan segera kami laksanakan, dan sekarang tempat persembunyian Bu Maria dan Riska sudah kami ketahui yang ternyata Bu Maria pergi keluar kota tepatnya tempat kelahiran dari kekasihnya Dokter Robert.


"lakukan secepat mungkin, saya tidak ingin menerima kegagalan dari kalian."


Surya langsung memutuskan sambungan telepon selularnya kepada asistennya kemudian kembali menghampiri Maya.


"Siapa yang menghubungi mu Mas?"tanya Maya karena dirinya penasaran Siapa yang menghubungi kekasihnya. Hingga kekasihnya enggan mengangkat telepon selulernya di hadapan Maya.


"Asisten Mas yang menghubungi Mas sayang!" kamu tenang saja tidak ada wanita lain yang menghubungi masih lain kamu." ucap Surya berniat menjahili Maya agar Maya sedikit tersenyum.


"Tidak perlu gombal Mas!"


"Siapa juga yang gombal sayang."


Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kehadiran sosok Mami Yolanda sana. Maya begitu terkejut,ia takut kalau mama Yolanda, akan mempermalukannya kembali di rumah sakit itu Sehingga Maya berusaha menghindar agar mami yolanda tidak melihatnya.


"Surya kamu ngapain di sini nak?


"Mami sendiri ngapain disini?


"loh kok pertanyaanmu seperti itu Nak? kamu lupa ya,saham di rumah sakit ini 50% punya Mami dan 50% punya kamu apa mami salah datang memantau rumah sakit ini?


"Tidak!" tapi Surya mohon jangan membuat onar di rumah sakit ini.


"Maksud kamu apa nak?


"Jangan berpura-pura tidak tahu mi!" Surya Tau niat Mami datang ke sini.


"Mami tidak tahu Apa maksudmu yang pasti Mama kemarin hanya untuk memantau perkembangan Rumah Sakit kita."


Bersambung.......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2