
Malam itu surya dan Zidan menghabiskan waktunya di sebuah Club malam, Surya sudah benar-benar mabuk. Hingga Zidane memutuskan untuk menghantarkan Surya langsung pulang ke rumah Utama Raditya dirgantara.
"Kamu kenapa tiba-tiba seperti ini sih Surya?
"Aku mencintai wanita tetapi orang tuaku tidak menyukainya entah apa yang ada di otak orang tuaku, sehingga Ia terus ikut campur dengan kehidupan pribadiku. lirih Surya dengan suara khas orang mabuk.
Hidupku sudah hancur berkeping-keping ketika aku bercerai dengan istriku. istriku lebih memilih laki-laki lain dibandingkan aku Apakah aku tidak layak dicintai menurutmu Zidan?
"Jangan berkata seperti itu Kamu layak dicintai Masih banyak wanita yang sangat sayang dan cinta sama kamu.
"Tetapi aku hanya mencintai satu orang saja tidak pernah ada wanita yang bisa mencuri hatiku selain wanita itu!
"Apakah kamu masih mengharapkan mantan istrimu itu?
"Yang pasti tidak!" mana mungkin saya mau kepada seorang wanita yang sudah berhianat dan berselingkuh dihadapanku. Aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan." ucap Surya tetap dengan nada suara khas orang mabuk.
Zidan membopong tubuh sahabatnya masuk ke dalam mobil lalu ia pun mengemudikan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama Raditya dirgantara. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 meni, Mereka pun tiba di rumah utama Raditya dirgantara.
Pak satpam yang bertugas di sana pun langsung membuka gerbang rumah besar dan megah itu. Agar mobil yang dikendarai Zidan dapat masuk dengan leluasa.
Ketika Zidan membopong tubuh Surya keluar dari mobil yang ia kendarai oleh Zidan. Mami Yolanda yang sudah menunggu kehadiran putranya ia sangat terkejut.
"Kenapa dia?apa yang terjadi?"
ucap Mami Yolanda sembari mendekati Surya dirgantara.
"Kamu mabuk?
"Bukan urusan mani."
"Dasar anak tidak tahu diri kamu membentak mami? berani-beraninya kamu membentak mami."
"Ah sudahlah Surya mau istirahat." ucap Surya sambil berjalan dengan sempoyongan masuk kedalam kamarnya.
"Dasar anak tak tau di untung!" umpat mami Yolanda.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit dulu tante!
"m
Mobil surya di mana?
"Masih terparkir di parkiran Club Tante!
"Sejak kapan anak itu berani minum minum seperti ini?
"Saya juga tidak tahu tante, yang pasti dia tadi menghubungi Zidan dan meminta Zidan datang menghampirinya ke klub malam itu." terang Zidan kepada Mami Yolanda.
"Kalau tidak ada lagi yang ingin tante bicarakan Zidan pamit dulu ya Tante, ini sudah hampir subuh ucap zidan sambil berlalu dari hadapan Mami Yolanda.
*****
Maya dan Bu Nurhayati pun berencana untuk membuka Rumah Makan sederhana. Tetapi di desain dengan model klasik yang kebetulan tanah milik Bu Nurhayati masih ada yang kosong di samping rumah utamanya. Tanah itu mereka manfaatkan untuk membangun sebuah rumah makan sederhana. Berharap kelak mereka dapat mengembangkan rumah makan itu.
"Mudah-mudahan rumah makan kita ini lancar ya Bu." ucap Maya kepada Bu Nurhayati
"Bismillah aja nak mudah-mudahan Allah melimpahkan rezekinya kepada kita agar kamu tidak selalu disepelekan orang.
Tiga minggu kemudian Maya resmi membuka Rumah Makan sederhana miliknya. Ia pun mendaftarkan rumah makan sederhana miliknya ke aplikasi yang menyediakan jasa antar makanan. Ia sengaja melakukan itu agar usahanya berjalan dengan lancar.
Ketika Maya Wulandari sudah mendaftarkan ke berbagai aplikasi yang menyediakan jasa pengantar makanan, rumah makan yang dikelolanya berjalan dengan lancar. Bahkan dari berbagai aplikasi datang untuk memesan makanan karena Rumah Makan miliknya sudah terdaftar di berbagai aplikasi.
"Alhamdulillah warung makan kita ini berjalan dengan lancar dan pengunjung juga sudah rame.Apalagi dari aplikasi jasa pengantar makanan sudah banyak yang memesan makanan di sini Bu, aku yakin kita akan bisa mengembangkan rumah makan kita ini supaya lebih besar." ucap Maya sambil mengebangkan senyumya.
"Iya nak!"
****
Dua bulan kemudian Rumah Makan sederhana milik Maya makin banyak dikunjungi pengunjung yang menyukai masakan kampung atau masakan sederhana. Apalagi harga makanan di rumah makan milik Maya dapat terjangkau oleh para mahasiswa mahasiswi dan juga kalangan menengah kebawah.
Ia sengaja melakukan itu, karena Maya sudah melakukan survei daerah itu. Bahwasanya kebanyakan pengunjung adalah mahasiswa. sehingga Maya memilih menyediakan menu makanan sederhana. Dan juga harga yang terjangkau dan pas di kantong para mahasiswa mahasiswi.
__ADS_1
Setiap hari warung makan Maya banyak dikunjungi para mahasiswa mahasiswi.
"Ibu yakin kalau warung kita seramai ini terus kita akan bisa memperbesar warung ini." ucap Bu Nurhayati kepada Maya
"Iya Bu!" Maya juga berharap seperti itu mudah-mudahan ya Bu." ucap Maya kepada Nurhayati.
"Oh ya Bu Maya mau memberikan ini kepada ibu.
"Apa ini Maya?
"Ini keuntungan kita selama 2 bulan ini Bu, dan Maya ingin mengembalikan modal yang sudah Ibu berikan kepada Maya. Maya tahu ibu pasti membutuhkannya. Apalagi ibu mengambil uang itu dari dana pensiun dari almarhum papa. Ucap Maya
"Jangan nak!" lebih baik kamu simpan untuk keperluan baby bintang
"Tidak Bu!" untuk keperluan baby Bintang sudah Maya sisihkan, Ibu tenang saja.
"Tidak ,ibu tidak memerlukannya. Lebih baik uangnya kamu simpan dan bila penting siapa tau kamu bisa membuka sebuah restoran. jadi ibu mohon lebih baik kamu tabung uangnya.
"Tapi Bu!"
"Tidak ada tapi-tapian, kamu itu Putri Ibu. Kamu satu-satunya Putri Ibu Dan Bintang cucu ibu.
"Terima kasih Bu Ibu sudah menganggapku Putri Ibu!" jujur Maya sangat bahagia tinggal bersama ibu, kalau tidak ada ibu mungkin entah apa yang sudah terjadi di kehidupan Maya." ucap Maya kepada Nurhayati sambil memeluk Nurhayati air matanya pun mengalir begitu saja di wajah cantiknya.
Sejujurnya Maya ingin menghampiri Pak Alberto di kediamannya tetapi Maya takut dirinya tidak diterima oleh Pak Alberto karena hasutan hasutan dari Bu Maria dan Riska ibu dan adik tirinya.
Maya dan Baby bintang pun tampak bahagia hidup bersama Bu Nurhayati walaupun pak Alberto sama sekali tidak peduli dengan kehidupan Maya. Tetapi Maya tetap memikirkan kondisi kesehatan Pak Alberto sehingga Maya memutuskan untuk meminta seseorang untuk berpura-pura bekerja di kediaman Pak Alberto sebagai asisten rumah tangga.
Asisten rumah tangga itulah yang selalu memberi tahu kabar kepada Maya, apa yang terjadi di kediaman pak Alberto. Terakhir Maya mendapat informasi kalau Bu Maria berencana untuk membunuh Pak Alberto secara pelan-pelan. Bu Maria memberikan racun sedikit demi sedikit ke makanan Alberto agar kondisi kesehatan Alberto semakin menurun.
Obat itu didapatkan oleh Ibu Maria dari kekasih gelapnya. Mereka berencana membunuh Pak Alberto secara pelan-pelan, agar harta kekayaan milik Pak Harto jatuh ke tangan Bu Maria dan juga Riska dengan bantuan obat yang sudah diracik kekasih gelap Maria.
"Bu tolong pantau terus makanan apa yang diberikan Mama Maria kepada papa! ucap Maya kepada bu Halimah yang diutusnya bekerja di kediaman Pak Alberto.
"Baik mbak Maya, Mbak Maya Tenang saja saya akan selalu memantau apa yang diberikan Bu Maria kepada Pak Alberto. Jujurnya ingin sekali saya membongkar kejahatan yang dilakukan ibu Maria. Tetapi karena saya belum memiliki bukti yang kuat, sehingga saya tidak bisa melakukannya begitu saja. ucap bu Halimah kepada Maya.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏