
Tiba-tiba beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di sana pun keluar menyapa Maya dan juga Surya. .Membuat Maya sangat terkejut yang ternyata di rumah itu ada beberapa asisten rumah tangga yang sudah disediakan oleh Surya.
"Mas Siapa mereka?
"Mereka asisten rumah tinggal kita sayang?
"kok banyak amat sampai 8 orang."
"Agar kamu tidak kecapean membersihkan rumah kita ini."ucap Surya sambil mengembangkan senyumnya.
"Tapi mas Apakah ini tidak berlebihan?
"Tidak sayang!"karena mas tidak ingin istri mas yang paling cantik ini, kelelahan untuk membersihkan rumah dan pekarangan milik kita."ucap Surya.
"Yang Mas inginkan kamu hanya mengurus segala keperluan mas, dan juga melayani Mas di atas ranjang." ucap Surya sambil terkekeh membuat Maya bergidik ngeri ketika suaminya mengatakan melayani dirinya di atas ranjang.
"Kamu tidak lupa dengan janji kamu kan sayang? tanya Surya berniat menjahili istrinya.
"Janji apa Mas? tanya Maya pura-pura tidak mengetahuinya
"Tidak perlu pura-pura lupa Sayang!" Mas tahu kok kamu pasti ingat apa yang kamu katakan sewaktu berada di rumah Papa tadi. Apalagi kan Putri kita sangat mengerti dengan situasi dan kondisi kita sekarang.
"Maksud Mas?
"Maksud Mas Putri kita bintang meminta kita berbulan madu sayang di sini ucap cap Surya kepada istrinya."
"Kamu ya Mas! bisa bisanya memanfaatkan putrimu hanya untuk mendapat keinginan kamu.
"Tidak kok Sayang!" kan memang Bintang yang ngomong seperti itu tadi, Pasti kamu masih dengarkan apa yang dikatakan Bintang waktu di rumah Papa?
" Hummmm " Maya hanya berdehem. Ayo Mas tunjukkan di mana kamar kita Maya sudah ingin istirahat.
Kemudian Surya pun langsung mengajak Maya naik ke lantai dua. Ia pun memperlihatkan kamar pribadi milik mereka yang terlihat luas dan lengkap dengan perabotan mewah yang berada di sana. Bisa dikatakan ukuran dari kamar Maya dan juga Surya . Sudah sebesar rumah orang-orang sederhana.
Setelah tiba di kamar utama,Maya sangat takjub dengan besar kamar yang mereka miliki. Begitu juga dengan desain interior yang berada di sana membuat Maya semakin takjub. Ia pun bertanya kepada Surya.
__ADS_1
"Kapan Mas menyediakan ini semua untuk Maya?
"Semenjak kamu menerima lamaran Mas!" Mas meminta Zidan untuk merenovasi rumah ini dengan secepat mungkin. Agar kita segera menempatinya. Tetapi target yang sudah Mas berikan kepada Zidan sedikit meleset membuat rumah ini belum selesai seutuhnya. ucap Surya kepada istrinya.
Bagaimana dengan pakaian-pakaian Maya yang ada di rumah Papa mas?
"Sudah tidak perlu dipikirkan, kan tinggal beli lagi."ucap Surya dengan enteng.
"Bukannya begitu, mubazir ya Mas!" Lagian pakaiannya masih cantik cantik kok.
"Iya tidak apa-apa!" Mas sudah sediakan kok pakaian-pakaian kamu yang ada di sana." ucap Surya sembari langsung menunjukkan lemari milik Maya. Ketika Maya membuka lemari itu, alangkah terkejutnya Maya melihat isi dari lemari itu. Sudah dilengkapi dengan pakaian modis dan juga beberapa lingerie tergantung di sana.
Maya pun mengganti pakaiannya, Setelah membersihkan diri. Dan ia pun meraih ponselnya yang ada di di di dalam tas sandang miliknya untuk mengurangi kebosanan nya.
"Sayang kamu lapar tidak?
Belum Mas!" kan tadi sudah makan!'
"Ya sudah!" jangan pegang hp mulu dong sesekali pegangin mas kenapa? ucap Surya komplain Karena Maya lebih memilih bermain bersama ponselnya dibandingkan Surya. Maya pun langsung meletakkan ponselnya berada di atas nakas dan mendekati suaminya.
Merasa Maya terengah-engah karena kekurangan oksigen membuat Surya melepaskan pagutannya. agar Maya dapat menghirup udara lebih leluasa.
"Setelah Maya menghirup udara yang cukup, Surya kembali mengecup bibir manis Maya. perlahan Tangannya sudah berada di bagian gunung kembar Maya.
Membuat Maya sedikit mende$@h. Tetapi Maya berusaha agar Surya tidak mendengar ******* nya. Tetapi Surya tetap merasakan hawa yang begitu luar biasa dari dalam tubuhnya. Bahkan ada sesuatu yang semakin lancang depan dan membesar dari bagian tubuhnya, ketika Surya mengecup bibir manis Maya.
Dan tangan Surya sudah bergerilya di bagian gunung kembar milik Maya. Surya menuntun Maya ke atas tempat tidur. Ia pun meminta izin kepada istrinya untuk meminta haknya sebagai suami.
"Sayang Bisa ya, mas meminta hak Mas sebagai suami kamu?" ucap Surya kepada Maya dan langsung dibalas anggukan dari Maya pertanda dirinya setuju akan permintaan dari suaminya.
Mereka menghabiskan waktu sore itu hingga malam, mereka menyatu dalam satu hubungan yang luar biasa. Hingga Surya benar-benar menggempur Maya beberapa kali. Ketika Surya dan Maya sama-sama mencapai puncaknya Surya pun langsung mengecup kening Maya sembari mengucapkan terima kasih kepada Maya.
"Terima kasih sayang Mas sangat mencintaimu."
"Sama-sama Mas!" Maya juga sangat mencintai Mas." ucap Maya kepada suaminya. hingga Surya langsung berbaring lemah di samping Maya. Dan Maya juga begitu kelelahan sampai dirinya tertidur hingga mereka melewatkan makan malam.
__ADS_1
padahal para asisten rumah tangga sudah menyediakan makan malam untuk Maya dan juga Surya.
"Tuan dan nyonya Kok belum keluar-keluar ya tanya salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Surya Dirgantara.
"iya ya mungkin mereka melupakan makan malam karena keasikan bercinta."Ciledug salah satu asisten lainnya.
"Husss kamu ini asal ngomong, jangan ngomong seperti itu, siapa tahu tidak seperti yang kamu duga mungkin nyonya dan Tuan masih merasa kecapean setelah pesta pernikahan mereka yang cukup melelahkan."ucap salah satu asisten lainnya.
"loh kok kita jadi menggosip sih." yuk lebih baik kita istirahat karena besok kita akan bekerja lagi." ujar salah satu asisten yang paling senior diantara mereka.
kemudian para asisten itu pun memilih untuk istirahat tanpa menunggu tuan dan nyonya mereka makan malam.
Tepat jam satu malam Surya, terbangun dari tidurnya. Surya merasa lapar membuat dirinya terbangun dari tidurnya. Surya menatap istrinya dengan tatapan intens. Senyum lebar di bibirnya ketika Surya melihat istrinya masih tertidur pulas.
"Kamu gemesin banget sih sayang." gumam Surya sembari langsung mengecup kening istrinya membuat istrinya sedikit terusik hingga Maya pun terbangun.
"loh Mas sudah bangun?
"Sudah sayang sepertinya mas lapar karena kita sudah melewatkan makan malam. Tiba-tiba perut Maya pun berbunyi karena kebetulan Maya juga merasa lapar.
"Iya Mas Maya juga sepertinya sudah lapar." ucap Maya sambil berusaha bangkit dari tempat tidurnya.
"Sudah sayang!" Biar mas ambilkan saja makanannya ke kamar. Kamu istirahat saja ujar Surya kepada istrinya.
"Tapi seharusnya Maya yang harus melayani Mas.
"Sudah tidak perlu dipikirkan!" Yang penting kamu lebih baik istirahat." ucap Surya kepada Maya hingga Maya tidak dapat menolak apa yang dikatakan oleh suaminya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya baru outhor yang pasti ceritanya tidak kalah seruloh.
__ADS_1