
Ketika Alex memberitahu niat Clarissa yang kembali kepada Surya, Maya meneteskan air matanya. Surya dan Alex tidak mengetahui kalau Maya juga sudah mendengar pembicaraan mereka. Maya takut Surya akan kembali lagi kepada Clarissa wanita yang pernah mengisi hati Surya.
"Ya Allah kenapa sih ketika aku bahagia, masalah seperti ini datang lagi."gumam Maya dalam hati. Maya menahan sesak di dadanya mengingat perjalanan hidupnya yang selalu dirundung Masalah. Tanpa Maya sadari, Jonathan lelaki paruh baya itu sudah melihat Maya menangis.
"Nyonya ada apa?
"Kon Nyonya menangis?"
Maya menggelengkan kepalanya.
"Kalau nyonya punya masalah, lebih baik jangan di pendam sendiri." ujar Jonathan
"Tidak, saya hanya merindukan orangtua saya saja." sahut Maya berbohong.
"Ya sudah tidak apa-apa kan Kan besok juga Nyonya akan kembali ke Indonesia. pastinya Nyonya sudah bisa bertemu kembali dengan orang tua Nyonya.
Maya menganggukkan kepalanya Ia pun berlalu dari hadapan Jonathan agar Jonathan tidak terlalu banyak bertanya kepadanya.
****
Setelah berbicara panjang lebar dengan Surya mengenai niat Clarissa yang ingin rujuk Kembali bersama Surya, Alex berpamitan kepada Surya untuk kembali menjalankan tugasnya di kantor milik keluarganya.
"Kalau begitu Gue pamit dulu ya, Tolong kamu jaga jarak dengan Clarissa."ujar Alex
"Kamu tenang saja, tidak akan pernah aku menggantikan mas permata dengan imitasi.
"Aku tunggu kabar baik dari kamu!"
"Kamu tenang saja aku akan mengabarimu setelah aku tiba di Indonesia.
Kemudian Alex pun berlalu dari villa keluarga Dirgantara. dan Surya pun berniat menghampiri istrinya. Tetapi ia tidak melihat istrinya berada di kamar. Surya mencari keberadaan Maya iya pun bertanya kepada Jonathan.
" Pak John lihat istri saya tidak?
"Baru aja tadi di sini tuan, tapi sepertinya nyonya Maya sedang bersedih, karena Saya melihat Nyonya Maya sedang menangis.
"Menangis?
"Tapi kenapa istri saya menangis?
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak tahu mengapa Nyonya Maya menangis.
"Terus sekarang istri saya pergi ke mana?
"Sepertinya Nyonya Maya berada di taman belakang Tuan."
Surya pun langsung pergi ke taman belakang untuk mencari keberadaan Maya. Surya melihat Maya di sana sedang melamun sembari sesekali melap air matanya.
"Sayang kamu di sini?
Maya sama sekali tidak menjawab ia memalingkan wajahnya agar Surya tidak melihat Maya sedang menangis buru-buru Maya langsung melap air matanya.
"Eh Mas ada apa? sahut Maya berusaha untuk menahan sesak di dadanya.
"Kamu kenapa sayang?
"kamu habis nangis ya?
"Kok matanya sembab!"
"Tidak kok,Maya tidak menangis. lebih baik kita masuk di sini udaranya sudah mulai dingin. ucap Maya sembari berdiri dari tempat duduknya dan langsung berjalan meninggalkan Surya begitu saja.
"Kamu kenapa sayang? cerita sama mas."
Maya sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Surya melainkan Ia terus berjalan langsung masuk ke kamar.
"Sayang apa kamu tidak jadi membeli oleh-oleh untuk Bintang, Papi dan mami
"Maya ingin istirahat lebih baik Mas saja yang membelinya.
"Kok begitu?
"Tidak asik ah Mas pergi sendiri."
"Sudah tidak apa-apa Mas pergi aja dulu sendiri, hari ini Maya capek Maya istirahat."
"Tapi mas tidak mau pergi sendiri sayang."
"Kan aja Jonathan!"
__ADS_1
"Tapi Mas pengen perginya dengan kamu sayang?
"Maaf Mas Maya capek Maya ingin istirahat.
"Sayang kamu masih menganggap Mas suami kamu kan? tanya Surya kepada Maya. Maya pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau kamu memang menganggap Mas sebagai suami kamu. Kamu tidak akan menutupi sesuatu apapun dari Mas." Mas tahu kalau kamu tadi menangis.
"Tidak Maya tidak menangis
"Sejak kapan kamu pintar berbohong sayang?
Maya terdiam ia tidak menjawab pertanyaan dari suaminya.
"Katakan sama mas, Mengapa kamu menangis tadi di dapur dan juga di taman?
"Tidak apa-apa Mas mata Maya hanya kelilipan saja.
"Mas sudah katakan tadi jangan pernah berbohong sama mas."
"Mas ingin kembalikan sama Clarissa?
"Maksud kamu apa sayang?
"Tidak perlu pura-pura tidak mengetahui, Maya tahu kalau mas akan rujuk Kembali bersama Clarissa.
"Memangnya siapa yang ingin rujuk Kembali kepada Clarissa sayang?
"Clarissa lebih cantik dan modis daripada Maya sudah otomatis Mas lebih memilih Clarissa orang yang sudah pernah ada di hati Mas." ucap Maya kepada Surya sembari meneteskan air matanya.
"Tak seperdetik pun terlintas di hatiku untuk menghianati cinta kamu,Jadi kamu jangan pernah berpikir negatif terhadap mas. Clarissa itu sudah menjadi masa lalu mas, sama halnya dengan Aliando bagi kamu. Aliando itu masa lalu kamu, jadi hanya ada kita. Aku, kamu, Bintang dan anak anak kita kelak itu masa depan kita sayang." ucap Surya sembari langsung memeluk dan mengecup kening Maya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir yuk kekarya baru Morata ceritanya seru loh
__ADS_1