Mama Muda

Mama Muda
BERPOSE


__ADS_3

Dokter Avena bernafas lega karena mendapat kabar Kalau David dan Laura baik-baik saja. dan David juga memberitahu posisi mereka saat ini berada di rumah sakit. David juga memberitahu kepada dokter Avena, kalau pak Hasan yang merupakan ayah kandung Laura yang sedang dirawat dirumah sakit.


"Mas, lebih baik mas pulang kerumah, karna Laura ingin menemani bapak disini." ucap Laura karna dirinya benar benar masih ingin menemani pak Hasan dirumah sakit.


"Tidak bagus wanita hamil berlama lama dirumah sakit lebih baik kamu pulang bersama nak David biarkan Lita saja yang menemani ayah di sini."ucap Pak Hasan kepada Laura agar Laura segera pulang ke rumah bersama David.


"Tapi Laura masih ingin menemani ayah di sini?


"Kamu harus ingat menjaga kesehatan kamu karena di dalam diri kamu bukan hanya kamu seorang ada bayi di rahim kamu."ucap Pak Hasan berharap Laura dapat mengerti maksud dan tujuan Pak Hasan. Karena Pak Hasan takut kalau Laura dan bayinya akan tertular penyakit yang ada di rumah sakit.


Laura menganggukkan kepalanya. Ia pun akhirnya setuju pulang bersama David ke rumah keluarga David. Ia juga tidak ingin mengecewakan Pak Hasan dan juga David karena mereka sangat menyayangi Laura dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Setelah berpamitan kepada Pak Hasan, Laura dan David berlalu dari ruang rawat inap Pak Hasan. David segera mengambil mobil miliknya yang terparkir di parkiran rumah sakit. Sementara Laura menunggu David di lobby rumah sakit. Setelah David mengambil mobil miliknya yang terparkir ke rumah sakit ia menghampiri Laura.


"Sayang ayo kita pulang." ucap David sembari membuka pintu mobil miliknya agar Laura dapat masuk dengan leluasa tepatnya di samping kemudi. Kemudian David pun kembali masuk ke mobil dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah keluarga David. Mereka belum mengetahui kalau dokter Avena yang menghubungi David saat itu sudah berada di rumah.


Tepat pukul 08.00 malam David dan Laura tiba di rumah. Mereka sangat terkejut melihat senyuman terpancar di wajah dokter Avena. Padahal mereka mengira Kalau dokter Avena yang menghubungi David saat itu masih berada di California. Laura langsung berlari menghampiri dokter Avena berniat untuk memeluk dokter Avena. Ia sangat merindukan sang Dokter dewi penolong untuk Laura.


"Hati-hati Sayang jangan lari-lari." ujar David karena dirinya sangat mengkhawatirkan Laura yang setengah berlari menghampiri dokter Avena."Upsss....sampai lupa kalau Laura saat ini sedang hamil.


Karena Laura sangat merindukan bu dokter." ucap Laura sambil tertawa cengengesan. dokter Avena menggelengkan kepalanya melihat tingkah Laura yang seolah seperti anak kecil yang merindukan ibunya pulang dari pekan.

__ADS_1


"Bu dokter......,Laura sangat merindukan bu dokter" ucap Laura sambil langsung memeluk dokter Avena.


"Avena juga merindukan kakak ipar, Bagaimana kondisi kesehatan Kakak dan keponakanku di dalam apa semuanya baik-baik saja." Tanya Dokter Avena sambil mengembangkan senyumnya dan mengelus perut Laura yang sudah semakin membesar.


"Alhamdulillah Laura dan bayi kecil yang ada di dalam keadaan sehat walafiat." sahut Laura. Dokter Avena memberikan paper bag untuk Laura dan juga David. Oleh-oleh khas California dan juga beberapa macam pakaian bayi yang sudah dibeli Laura sebelumnya di California.


"Ini buat kakak ipar dan kak David." ucap Avena sambil memberikan paper bag kepada Laura dan David. Laura merasa bahagia mendapat oleh-oleh khas California dari avena. Begitu juga dengan David.


"Bagaimana apa misi dan tujuan kamu berhasil?" tanya David kepada dokter Avena karena dirinya benar-benar ingin mengetahui hasil penelitian dokter Avena selama berada di California.


"Alhamdulillah penelitian Avena selama di California membuahkan hasil. Mudah-mudahan Avena berhasil melakukan tindakan medis seperti penelitian Avena di Indonesia." ucap dokter Avena sambil mengembangkan senyumnya.


"Alhamdulillah kalau penelitianmu berhasil. Kakak senang banget mendengarnya itu, berarti kamu benar-benar dokter kandungan yang paling ahli di negara ini." ucap David kepada dokter Avena sambil langsung meraih tubuh dokter Aven berpelukannya.


Sementara di tempat lain Washington yang baru pulang ke rumah mencari keberadaan istrinya yang tidak menyambut kepulangannya dari kantor. Padahal biasanya Aira sudah menunggu Washington di teras rumah bersama baby Sandiago. Tetapi untuk kali ini Washington tidak menemukan sosok istrinya di teras.


"Sayang kamu di mana? tanya Washington sambil mencari keberadaan Aira. Tiba-tiba sang asisten rumah tangga menghampiri Washington." Ada apa Tuan Kenapa berteriak memanggil nyonya? Nyonya sekarang berada di kamar. Sepertinya ia sedang mandi karena sederita di baby Sandiago rewel. Dan baby sandiago baru tertidur pulas." ucap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Washington.


Washington mengangguk paham akan apa yang dikatakan oleh asisten rumah tangga itu. Ia pun langsung berlalu meninggalkan ruang tamu menuju kamar utama rumah mereka. Ternyata yang dikatakan oleh asisten rumah tangga itu benar adanya. Kalau Aira saat ini sedang berada di dalam kamar mandi sementara baby sandiago sudah tertidur pulas.


Washington memilih untuk membuka pakaian kerjanya. Karena ia sudah merasa lelah dengan menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada. Washington duduk di sofa yang ada di kamar utama rumah milik Washington.

__ADS_1


Tanpa Aira tidak mengetahui kehadiran suaminya Di sana. Ia pun keluar dari kamar mandi. Setelah selesai melakukan ritual mandinya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Ia langsung berlalu begitu saja tanpa memperhatikan kehadiran suaminya.


Ia berniat langsung menggunakan pakaiannya. Pemandangan yang sangat indah bagi Washington dengan mengendap-endap Washington menghampiri Aira yang sederhana sibuk memilih pakaian untuk ia gunakan malam itu.


Washington langsung memeluk Aira dari belakang. Membuat air sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Washington terhadapnya.


"Astaga teriak Aira sambil berusaha memberontak. Ia tidak mengetahui kalau suaminya yang memeluk dirinya.


"Kamu seksi banget sayang, Jangan berteriak ini Mas." ucap Washington sambil langsung mengecup jenjang leher milik Aira membuat Aira merasa tenang. Karena mendengar suara yang memeluk dirinya ternyata Washington suami Aira sendiri


"Ya Allah Mas, Aira kira tadi entah siapa yang memeluk Aira. Makanya kalau Mas sudah masuk ke kamar bersuara dong." gerutu Aira.


"Mas dari tadi berteriak memanggilmu sayang, tapi kamu tidak mendengarnya." ucap Washington sambil kembali mengecup bibir manis Aira seolah sudah candu baginya.


"Sudah tidak perlu pakai baju, Betapa bahagianya Mas Jika Mas pulang dari kantor menemukan kamu berpose seperti ini." ucap Washington sembari terus berkelana di bagian tubuh Aira.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir yuk ke karya emak yang lain ceritanya seru dan kocak.

__ADS_1



__ADS_2