Mama Muda

Mama Muda
BUKTI YANG KUAT


__ADS_3

Bu Maria berusaha bersikap manis kepada Pak Alberto. Agar pak Alberto tidak mencurigai apa yang telah dilakukannya terhadap pak Alberto. Padahal pak Alberto sudah mengetahui rencana busuk Bu Maria. Tetapi karena anjuran dari Maya sehingga Pak Alberto berpura-pura tidak mengetahui rencana jahat Bu Maria.


"Ya sudah Papi duluan ya!" Papi mau istirahat dulu, capek soalnya satu harian bekerja di kantor.


"Ya sudah tidak apa-apa mandi dulu gih." ujar Bu Maria berusaha bersikap baik dihadapan Pak Alberto. Sementara Riska pun langsung menghampiri Pak Alberto.


"Pa...."Panggil Riska sambil menggandeng tangan Pak Alberto. Pak Alberto sudah mengetahui kalau Riska melakukan seperti itu berarti ia meminta sesuatu kepada Pak Alberto.


"Ada apa? katakan saja."


"Pa..... semua tas dan sepatu Riska sudah pada kusam, Riska lihat ada tas dan sepatu baru yang limited edition. Riska boleh minta uang tidak?" Riska mau beli tas dan sepatu


"Minta sama mama kamu, Papi sudah transfer biaya kalian.


"Terima kasih Papi ku sayang....."ucap Riska sambil langsung berlalu dari hadapan Pak Alberto. Pak Alberto menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya.


"Sekarang kalian bisa seperti ini, sebentar lagi kalian akan saya depak dari rumah ini." gumam pak Alberto sambil langsung berjalan menuju kamar tempat dirinya beristirahat.


Pak Alberto langsung masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, Pak Alberto pun berniat untuk istirahat. Ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran King size. Pak Alberto sengaja menunggu istrinya. Tetapi ternyata tak kunjung datang. Pak Alberto melihat dari CCTV yang tersambung dari layar ponselnya, istrinya sudah pergi dari rumah.


Hal itu membuat pak Alberto semakin penasaran. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan berusaha mengikuti Bu Maria. Ketika pak Alberto mengikuti Bu Maria, Ia begitu terkejut ketika Bu Maria bertemu dengan dokter Robert sambil berpeluk cium mesra.


"Untuk apa dokter Robert bertemu dengan Maria? tanya Pak Alberto di dalam hati. ia semakin penasaran kemudian berniat menghubungi Maya. Tetapi sayangnya Pak Alberto tidak memiliki nomor ponsel milik Maya sehingga pak Alberto sulit berkomunikasi langsung kepada Maya.


Tiba-tiba Pak Alberto teringat dengan sosok asisten rumah tangga nya yaitu Bi Halimah yang dikirimkan langsung oleh Maya untuk bekerja di rumah milik Pak Alberto untuk memata-matai apa saja yang dilakukan oleh Bu Maria.


"Oh ...... Bi Halimah, Pasti Bisa membantuku. tidak mungkin dia tidak memiliki nomor ponsel milik Maya." pak Alberto bermonolog. Pak Alberto langsung mencari nomor ponsel milik Halimah yang ada di dalam layar ponselnya.


Setelah terlihat, Ia pun langsung menekan tombol hijau pertanda dirinya menghubungi Bi Halimah. Satu kali dua kali pak Alberto menghubungi nomor ponsel bi Halimah, tetapi tak kunjung diangkat Bi Halimah. Hal itu membuat Pak Alberto sedikit gelisah.


Ia pun kembali menghubungi Bi Halimah untuk ketiga kalinya. Sementara bi Halimah yang lagi sibuk membersihkan rumah, sehingga dirinya tidak memperhatikan ponselnya yang sudah berdering. Ketika Bi Halimah berlalu dari meja makan. Ia pun mendengar ponselnya yang terletak di sana bahwa yang menghubungi dirinya adalah Alberto.


Dengan gerak cepat Halimah langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Pak Alberto.

__ADS_1


"Hallo assalamualaikum Tuan......" sapa bi Halimah


"Waalaikumsalam Bi!"saya bisa minta tolong?


"Minta tolong apa Tuan?


"Bibi punya nomor ponsel milik Maya tidak?


"Punya Tuan!" Tapi non Maya mengatakan kalau saya tidak bisa memberikan nomor ponselnya kepada siapapun." ucap Halimah kepada Pak Alberto berhati-hati.


"Sudah tidak apa-apa Bi, saya ayahnya Maya sudah sewajarnya saya mengetahui nomor ponsel milik anak saya." ucap pak Alberto kepada Halimah. Sekilas Halimah pun membenarkan kata-kata dari Alberto. Tetapi sesuai dengan amanah dari Maya kalau dirinya tidak bisa memberikan nomor ponsel milik Maya pada siapapun.


"Sudah katakan nomor Berapa nomor ponsel milik Maya, ini urgent, Karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepada putri saya ucap pak Alberto kepada Halimah. Agar bi Halimah segera memberikan nomor ponsel milik Maya. Supaya Pak Alberto dapat berkomunikasi dengan Maya mengenai Apa yang dilakukan Bu Maria bersama Pak Robert.


Karena segan menolak permintaan Tuannya sehingga Bi Halimah memberikan nomor ponsel Maya kemudian Pak Alberto langsung menghubungi Maya.


****


Di tempat lain Maya mendengar ponselnya berdering, Ia pun tidak mengetahui siapa yang menghubungi dirinya malam-malam. Sehingga Bu Nurhayati pun menganjurkan kepada Maya untuk segera mengangkat nomor ponsel itu.


"Halo assalamualaikum!"sapa Maya dari seberang


"Waalaikumsalam nak!" ini papa."


"Papa?"


"Papa Dari mana tahu nomor ponsel milik Maya?"


"Itu tidak penting, yang penting sekarang kamu datang ke sini karena ada sesuatu yang Papi bicarakan kepada kamu atau tidak Papi yang akan ke tempat tinggalmu?" ucap pak Alberto kepada Maya.


"Tidak perlu Pi....." biar Maya yang menghampiri Papi kirimkan lokasi Papi berada sekarang." ucap Maya kepada Pak Alberto. Setelah selesai berbicara kepada Pak Alberto, Maya pun memutuskan untuk menghampiri Pak Alberto ke lokasi yang sudah dikirimkan oleh pak Alberto kepada Maya.


"Ada apa ini kok tumben Papi memintaku untuk menemuinya?" tanya Maya di dalam hati.

__ADS_1


setelah berpamitan kepada Nurhayati Maya pun pergi menemui Pak Alberto dengan menggunakan ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya. Padahal Bu Nurhayati memiliki sebuah mobil yang dapat digunakan Maya.


Tetapi Maya sengaja tidak melakukan itu. ia lebih baik pergi kemana-mana dengan menggunakan ojek online. Tidak butuh waktu lama. Maya pun tiba di lokasi yang dikirimkan oleh pak Alberto.


Iya sudah melihat mobil milik Pak Alberto berada di sana.


"Ada apa? papa meminta Maya menemui papa di sini?


"lihat itu apa kamu mengenalnya? pak Alberto kepada Maya sambil menunjukkan ke arah Bu Maria dan juga Dokter Robert.


"Iya itu istri papa tercinta dan yang sebelahnya selingkuhannya dokter Robert. Yang ingin membantu papa menggugurkan kandungan Maya. Sahut Maya membuat hati Pak Alberto bagai tertusuk duri tajam.


"Maksud kamu apa Maya?


"Dokter Robert yang membantu Bu. Maria untuk melakukan kejahatan ini. Dan di belakang papa, mereka memiliki hubungan khusus.


"Jangan sembarangan ngomong kamu Maya.


"Kalau papa tidak mempercayai kepada Maya untuk apa papa meminta Maya datang kemari.


"Apa kamu memiliki bukti yang kuat untuk tuduhan kamu?


Maya memberikan rekaman video yang dikirimkan Zidan kepadanya. Pak Alberto yang mendengar dan melihat rekaman video itu pun merasa terkejut. Ia tidak menyangka sosok Dokter Robert menusuknya dari belakang dengan memiliki hubungan khusus dengan istrinya.


"Sudah berapa lama mereka melakukan ini kepadaku?


"Sejak Papi menikah sama Bu Maria."


"Tapi kenapa kamu tidak pernah memberi tahu papa?


"Apa pernah selama ini papa percaya kepada Maya? malah papa lebih percaya kepada mulut manis Bu Maria dan juga Riska manusia ular itu. ucap Maya sambil menatap Pak Alberto dengan tatapan tajam.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2