
Di tempat lain terlihat Pak Alberto sedang berjuang untuk bertahan hidup mengingat operasi pengangkatan sel kanker yang ada di tubuh Pak Alberto begitu menyakitkan buatnya. Hingga sampai hari ini Pak Alberto belum sadarkan diri.
Membuat Ibu Nurhayati sangat terpukul Bu Nurhayati tak henti-hentinya berdoa sambil menangis sesenggukan meminta kepada Alloh SWT agar Pak Alberto disembuhkan oleh Yang maha kuasa."
Hari itu Maya memohon kepada Surya agar Maya di ijinkan untuk pergi ke Singapura untuk melihat kondisi kesehatan pak Alberto. Maya merasa tidak tenang kalau Maya tidak melihat langsung keadaan papanya.
"Mas Maya mohon ijinkan Maya pergi melihat papi," Maya sangat kwatir kepada papi mas.
Surya menatap Maya dengan tatapan penuh iba. Karna dirinya juga dapat merasakan apa yang dirasakan Maya saat ini. Tetapi ia tidak dapat mengabaikan pesan dari ibu Nurhayati untuk tetap memantau perusahaan Pak Alberto. Apalagi saat ini Banyak saingan bisnis pak Alberto mengambil kesempatan untuk menghancurkan perusahaan pak Alberto, Setelah mengetahui kondisi kesehatan pak Alberto menurun.
Padahal Maya dan Surya sudah berusaha untuk menutupi dari publik mengenai kondisi kesehatan pak Alberto. Tetapi Berita tentang kondisi pak Alberto yang kesehatannya memburuk langsung beredar di kalangan bisnis. Surya juga tidak mengetahui siapa yang memberitahukan kabar itu ke publik.
"Ya sudah kalau begitu, mas akan ijinkan kamu pergi melihat papi ke Singapura. Tapi kamu harus didampingi baby sister dan juga mami Yolanda. Agar mami dapat membantu kamu menjaga anak anak kita selama berada disana.
Dan jangan lupa kamu harus jaga kesehatan nya sayang." Mas tidak bisa ke Singapura saat ini. Karna mas ingin menyelamatkan perusahaan papa dari pesaing bisnis papi yang ingin berbuat curang.
"Iya mas tidak apa apa," yang penting mas ijinkan Maya pergi ke Singapura. " ucap Maya sambil memeluk suaminya. Kemudian Surya meminta salah satu kepercayaannya untuk membantu mengurus keberangkatan Maya, Jupiter dan Bintang ke Singapura. Nyonya Yolanda pun dengan antusias mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke Singapura melihat kondisi kesehatan Pak Alberto.
Mami akan segera bersiap-siap untuk segera berangkat. Mami juga sudah menghubungi, penjaga rumah kita yang ada di sana agar mempersiapkan kamar yang bersih untuk cucu dan menantuku." ucap Mami Yolanda kepada Maya. Maya sama sekali tidak mengetahui kalau keluarga Dirgantara memiliki rumah yang sangat mewah di kota Changi Singapura.
"Maksud Mami apa?
"Iya maksud mami penjaga rumah kita yang ada di kota Changi sudah Mama minta untuk membersihkan rumah itu agar cucu-cucu Mami betah tinggal di sana selama pengobatan Pak Alberto. Mami yakin pak Alberto pasti bisa sembuh percayalah." ujar Mami Yolanda kepada Maya untuk menguatkan hati Maya yang sudah rapuh.
__ADS_1
Bintang terlihat begitu penasaran hingga Bintang pun langsung bertanya kepada Surya.
"Papi memangnya kita mau berangkat ke mana?" Tanya Bintang.
" Bintang dan Mami bersama Dedek Jupiter akan menemui Opa di Singapura. Kamu baik-baik di sana ya Sayang. dan jangan rewel bantu Mami menjaga Dedek Jupiter." ujar Surya kepada Bintang.
"Memangnya Papi tidak ikut?
"Tidak sayang!" pekerjaan Papi masih banyak di sini. Jadi Papi mohon tolong jaga Mami dan dedek Jupiter ya sayang." ucap Surya sembari memeluk bintang.
Maya sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke kota Changi Singapura tempat Pak Alberto dirawat. Ia ingin sekali langsung melihat kondisi kesehatan Pak Alberto. hingga Maya meminta kepada Surya agar keberangkatannya dipercepat.
"Mami tidak ingin menaiki pesawat komersil. lebih baik Mami menaiki jet pribadi Mami sendiri agar kami segera tiba di sana." ujar Mami Yolanda kepada Surya karena dirinya merasa sangat lelah jika menaiki pesawat komersil. Mengingat Mami Yolanda pergi ke Manado bersama Surya dengan menaiki pesawat komersil sehingga Mami Yolanda merasa kelelahan saat itu.
"Tapi sepertinya jet pribadi Mami di pakai untuk keperluan perusahaan mom."
Surya mengetahui kalau pesawat jet pribadi milik Mami Yolanda digunakan untuk keperluan perusahaan. Tetapi karena mami Yolanda sendiri yang meminta sehingga Surya tidak dapat menolak. Hingga Surya langsung meminta asistennya untuk segera mempersiapkan pesawat itu.
Bagaimana apa zat pribadi Mami sudah kamu persiapkan?" tanya Mami Yolanda kepada Surya dibalas anggukan dari Surya.
"Ingat ya pesawat jet pribadi Mami itu mami beli dari keringat papi kamu. Jet pribadi Mami itu mami beli untuk mami bepergian ke mana-mana bukan untuk keperluan bisnis kamu.
Jika kamu memerlukan jet pribadi sebaiknya kamu berpikir untuk membelinya sendiri. Jangan mengharapkan menggunakan milik Mami." ucap Mami Yolanda membuat Surya langsung menatap sendu Mami Yolanda.
__ADS_1
"Ya sudah tidak ada gunanya berceramah kepada kamu sekarang. Yang penting antarkan Kami sekarang juga ke bandara Mami tidak ingin membuang-buang waktu di sini. karena Mami tahu kalau Maya sudah ingin sekali bertemu dengan Pak Alberto." ucap mami Yolanda sambil melirik ke arah Maya.
Surya pun langsung menghantarkan Maya Mami Yolanda, Bintang, baby Jupiter dan juga Baby sister yang membantu mereka selama berada di Singapura.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh menit mereka tiba di bandara. Terlihat Jet pribadi milik mami Yolanda sudah dipersiapkan asisten Surya. Begitu juga dengan pilot, kopilot dan pramugari yang akan bertugas menghantarkan mami Yolanda, Maya, Bintang baby Jupiter dan baby sister.
Beberapa menit kemudian tanpa menunggu seperti menumpangi pesawat komersil, Mereka langsung berangkat tentunya di pandu oleh pilot, copilot dan pramugari yang bekerja khusus di pesawat Jet pribadi milik mami Yolanda.
Maya terlihat takjub dengan kemewahan Jet pribadi milik mami Yolanda.
"Mom bagus bangat pesawatnya mom!" ucap Maya karna takjub melihat kemewahan dan fasilitas Jet pribadi Mami Yolanda.
"Apa kamu suka sayang?"
Maya menganggukkan kepala.
"Makanya minta dong sama Surya, agar kamu dibelikan Jet pribadi. Kan uang suami kamu banyak!" harta milik suami kamu tidak habis tujuh turunan may." ucap mami Yolanda.
"Kamu sih tidak pernah minta sesuatu kepada suami kamu. Suami kamu itu kurang romantis, sama sepeti papanya. Kalau tidak di minta, lupa ngasi apa apa sama istri." Ucap mami Yolanda sambil menunjukan pasilitas yang ada didalam pesawat.
"Wah mewah bangat ya mom, sudah berasa dirumah saja." mami Yolanda hanya tersenyum melihat respon Maya yang sangat takjub dengan kemewahan Jet pribadinya. mami Yolanda justru menyalahkan Surya , tidak memanjakan istrinya dengan harta kekayaan yang dimiliki.
"Surya benar benar keterlaluan" gumam mami Yolanda. Mami Yolanda berniat untuk melabrak Surya karna Surya tidak memfasilitasi istrinya fasilitas mewah seperti mami Yolanda yang menikmati harta kekayaan suaminya sehari hari.
__ADS_1
Bersambung....
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih