Mama Muda

Mama Muda
NAAS MENIMPA ZIDAN


__ADS_3

Zidan bersujud di kaki Yuli memohon maaf kepada istrinya. Karena Zidan memang benar-benar merasa bersalah telah mengabaikan Yuli selama ini. Karena perhatian Zidan akhir-akhir ini terpusat ke pekerjaan kantor. Tanpa ia sadari dengan secara tidak langsung Zidan sudah mengabaikan Yuli. Padahal pernikahan mereka masih seumur jagung.


"Maafkan mas sayang, mas tidak menyadari itu semua. Karna kamu juga mengetahui kalau pekerjaan mas sangat banyak. Setelah Ka Surya sibuk di perusahan milik papa mertuanya.


"Tapi setidaknya mas memiliki waktu untuk Yuli. Mau dibawa kemana hubungan rumah tangga seperti ini mas?" Yuli langsung berlalu meninggalkan Zidan di balkon.


Yuli masih merasa kesal dengan sikap suaminya yang seolah acuh terhadapnya. Padahal sebelum pernikahan mereka berlangsung, Zidan sudah berjanji untuk membahagiakan Yuli. Zidan merasa dilema di satu sisi istrinya memang benar-benar membutuhkan perhatian darinya.


Tetapi Zidan juga tidak bisa mengabaikan pekerjaan yang sudah dipercayakan Surya kepadanya. Zidan kembali mengejar Yuli yang sudah berlalu meninggalkannya di balkon. Ia melihat Yuli sudah berada di ruang tamu sedang menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.


Yuli menonton sebuah sinetron yang biasa tayang di sebuah televisi ikan terbang. seolah Yuli terhipnotis dengan siaran sinetron itu sehingga dirinya tidak menyadari kehadiran Zidan di sana. Zidan berdehem berharap Yuli melirik ke arahnya. Tetapi Yuli cuek bebek saja dan fokus menonton sinetron yang ada di layar kaca.


Sungguh sulit bagi Zidan untuk membujuk Yuli jika Yuli sudah kesal terhadapnya. akhirnya Zidan pun mengikuti Yuli menikmati siaran sinetron itu."Sayang jangan kebanyakan menonton sinetron, nanti kamu baper loh." ucap Zidan sembari langsung meraih tubuh istrinya ke pelukannya. Zidan tidak ingin permasalahannya dengan Yuli berlarut-larut hingga esok hari.


"lepasin Mas Yuli tidak pernah suka dengan lelaki yang ingkar janji. Dulu Mas berjanji akan membawa Yuli bulan madu. Tetapi hingga saat ini usia pernikahan kita sudah 3 bulan apa masih menepati janji mas? tidak bukan? justru emas selalu sibuk bekerja dan bekerja terus. Wanita itu tidak butuh hanya materi tetapi butuh kasih sayang dari seorang suami.


Tapi Yuli sepertinya sulit mendapatkan kasih sayang dari Mas. "Kok mas tidak menikah aja dengan pekerjaan mas itu?"ucap Yuli dengan kesal sambil beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Zidan begitu saja. Berniat untuk segera istirahat di kamar. Tak sudi rasanya dirinya berbicara kepada suaminya yang selalu mengabaikan dirinya demi kepentingan pekerjaan.

__ADS_1


Terkadang kalau pulang dari kantor saja Yuli pulang sendiri dengan menggunakan ojek online ataupun motor matic miliknya. karena Zidan selalu sibuk bekerja dan meeting bersama klien Dirgantara Group. Apalagi jika Surya Dirgantara meminta dirinya untuk segera menyiapkan laporan perusahaan kepada Surya. Membuat Zidan lupa waktu terkadang dirinya pulang sampai larut malam.


Yuli membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran King size yang sudah hampir 3 bulan menemani tidurnya. Seolah dirinya tidak peduli kehadiran suaminya di sana. Entah karena faktor kecapean sehingga Yuli, Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Posisi tidurnya menghadap ke dinding dan membelakangi ke arah Zidan


Zidan menatap istrinya yang sedang terlelap tidur. Ia menggelengkan kepalanya, rasa bersalah Zidan kepada Yuli membuat dirinya tidak bisa memejamkan matanya. pikirannya entah ke mana-mana apalagi dengan kata-kata terakhir Yuli sebelum Yuli pergi meninggalkannya di ruang tamu. Hal itu yang mengganggu pikiran Zidan saat ini.


Itu berarti Yuli sudah sangat jenuh dengan pernikahan mereka yang semu. Zidan khawatir jika Yuli nekat untuk meminta sesuatu yang tidak diinginkan Zidan dari Yuli. Zidan tidak ingin berpisah dari Yuli karena dari kata-kata Yuli membuat Zidan kwatir.


Malam itu Zidan sama sekali tidak dapat memejamkan matanya. Sementara Yuli sudah terbangun dari tidurnya setelah mendengar alarm ponselnya berdering. Ia melirik jam yang ada di layar ponselnya,Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Itu berarti Yuli harus segera bangkit dari pembaringannya untuk segera bersiap-siap berangkat ke kantor.


Ia melihat Zidan masih berbaring di atas tempat tidur. Padahal biasanya pukul 06.00 pagi Biasanya Zidan sudah selesai melakukan ritual mandinya. Tetapi untuk kali ini jidan masih belum bangkit dari pembaringannya. Yuli sama sekali tidak mengetahui kalau Zidan tidak tidur Satu malaman.


Yuli menatap pantulan tubuhnya diadakan cermin yang ada di kamarnya. dan setelah merasa penampilannya sudah rapi Ia pun berlalu dari kamar tanpa membangunkan Zidan sama sekali. Padahal saat itu Zidan tidak benar-benar tidur. Zidan Hanya berbaring, sembari mengamati gerak-gerik istrinya setelah terbangun dari tidurnya.


Pagi itu Yuli sama sekali tidak menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua. Ia memilih lebih cepat berangkat ke kantor sendiri dengan menggunakan motor matic miliknya. Zidan mengira kalau Yuli masih berada di dapur seperti biasanya menemani asisten rumah tangga untuk sekedar membuat sarapan pagi untuk berdua.


Tetapi ketika Zidan mencari keberadaan Yuli di dapur ia sama sekali tidak menemukannya di sana."ke mana istriku? tanya Zidan dalam hati karena dirinya tidak menemukan sosok Yuli di dapur dan di ruang tamu. Zidan bertanya kepada asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka.

__ADS_1


"Bi.....lihat istri saya tidak?


"loh Nyonya kan sudah pergi duluan ke kantor tuan. Bibi kira Nyonya sudah berpamitan kepada tuan." ucap asisten rumah tangga itu kepada Zidan. Membuat Zidan semakin bingung dengan sikap istrinya yang pergi begitu saja tanpa berpamitan darinya.


"Terima kasih Bi!" apa istriku menyiapkan sarapan pagi untukku? asisten rumah tangga itu menggelengkan kepalanya sambil langsung menyiapkan sarapan pagi untuk Zidane saat itu juga.


"Tidak perlu saya akan segera berangkat ke kantor ini sudah telat."Zidan langsung berlalu dari hadapan asisten rumah tangga itu dan bersiap-siap pergi ke kantor walau dirinya satu malaman tidak dapat memejamkan matanya.


Zidane langsung berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil miliknya. Ia menginjak pedal gas mobilnya berharap dirinya cepat tiba di kantor. Agar segera dapat bertemu dengan istrinya yang mendiamkannya mulai malam itu.


5 menit setelah berlalu dari rumah milik Zidan, Naas menghampiri Zidan dan kecelakaan pun terjadi. Setelah Zidan gagal menyelip mobil yang ada di depannya. kecelakaan itu tidak dapat dihindari karena Zidan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


yuk mampir juga kekarya emak yang lain ceritanya seru loh

__ADS_1



__ADS_2