
Esok harinya Dokter Avena sengaja berangkat lebih awal dari rumah menuju Rumah sakit. karena selain pasien yang menunggunya. Ia juga ingin bertemu dengan Zidan. Dokter Avena ingin sekali bercerita kepada Zidan mengenai apa yang dikatakan oleh Sandra kepadanya.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya, dokter Avena pun berangkat ke rumah sakit dengan menggunakan mobil miliknya. 15 menit dalam perjalanan dokter Avena tiba di rumah sakit yang mana Di sana Zidan sudah menunggu di ruangan dokter Avena.
Ketika dokter Avena sudah tiba di ruangannya. Ia sudah melihat Zidan.
"Kakak sudah lama?" tanya Dokter Avena kepada Zidan sembari memberikan pelukan hangat kepada kakaknya.
"Tidak kok paling kira-kira 10 menit yang lalu kakak sampai di sini." sahut Zidan
"Oh iya kamu mau ngomong apa sama Kakak? sehingga kamu meminta Kakak datang ke sini?" ucap Zidan kepada dokter Avena . Dokter Avena pun menceritakan kepada Zidan mengenai apa yang didengarnya dari Sandra.
Yang mana selama ini Zidan dan Surya juga sudah merasa curiga kepada keluarga David. Tetapi karena Zidan dan Surya tidak memiliki cukup bukti membuat mereka tidak dapat menyeret keluarga Bu canda dan suaminya ke penjara.
"Dari mana kamu tahu itu semua?" tanya Zidan kepada dokter Sandra. Dokter Avena pun menghela nafas berat kemudian ia memberitahu kalau yang memberitahu dirinya adalah Sandra. Dan Sandra memiliki bukti yang sangat kuat untuk menyeret ibu canada dan juga Suaminya ke dalam penjara.
"Tapi Sandra tidak memberi bukti itu sebelum Avena berhasil membujuk Pak Surya untuk memberikan izin praktek kembali dokter Sandra." ucap dokter Avena kepada Zidan.
"Tapi apa kamu percaya kepada Sandra?
"Sepertinya yang dikatakan Sandra benar adanya. Karena ketika Avena bertanya kepada Mami dan Papi, tentang ibu dan ayah terlihat Mami dan Papi sangat gugup. Sama halnya tebakan yang dikatakan oleh Sandra kepada Avena." ucap avena kepada Zidan.
Sejujurnya Dokter Avena dan Zidan tidak sepenuhnya percaya apa yang dikatakan Sandra. Tetapi ia juga tidak salah jika memberikan dokter Sandra kesempatan untuk membuktikan kalau dokter Sandra benar adanya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu. Kita lakukan saja permintaan Sandra. Tetapi dengan catatan dia harus memberikan bukti-bukti itu kepada kita." ucap Zidan kepada dokter Avena. Dokter Avena menganggukkan kepalanya pertama dia setuju apa usulan dari Zidan.
Setelah mereka sepakat, Zidan pun kembali ke kantor Dirgantara Group. Zidan langsung menuju ruang kerja Surya. Tanpa terlebih dahulu masuk ke ruang kerjanya.
Ada apa kamu pagi-pagi sekali datang ke ruangan ku? tanya Surya kepada Zidan. Zidan terdiam ia tidak langsung menjawab pertanyaan Surya.
"Kamu Kenapa diam apakah ada masalah yang tidak dapat kamu pecahkan?" tanya Surya kepada Zidan yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu Bos. Ini sangat penting menyangkut masa lalu Zidan dan juga Adikku dokter Avena
"Maksud kamu apa?
Sepertinya Zidan dan dokter Avena sudah memiliki titik terang mengenai kejadian yang menimpa keluarga Zidan 20 tahun yang lalu." ucap Zidan terjeda.
"Maksudmu?
Dari awal kita memang sudah curiga kepada mereka. Tetapi karena kita tidak memiliki bukti, sehingga kita tidak bisa menyeret mereka ke penjara." ucap Surya kepada Zidan. kita dapat menyeretnya ke dalam penjara karena ada seseorang yang memiliki bukti yang kuat untuk menyeret mereka ke penjara.
Tetapi ia tidak memberikan bukti itu kepada Zidan dan juga Avena jika kami tidak bersedia membujuk mu untuk memberikannya izin kembali beroperasi menjadi seorang dokter.
"Maksud kamu siapa Tolong jangan bertele-tele." sahut Surya yang sudah sangat penasaran siapa pemilik bukti itu.
"Sandra memiliki bukti yang kuat untuk menyeret canda dan juga Suaminya ke dalam penjara. Tetapi ia memberikan bukti itu jika Zidan dan Avena berhasil membujuk Bos untuk memberikannya izin prakteknya kembali." ucap Zidan berterus terang kepada Surya.
__ADS_1
Surya menghela nafas berat. Ia juga ingin sekali kasus yang menimpa sahabat dan juga asistennya itu yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri dapat terpecahkan. Apalagi kasusnya sudah berlalu 20 tahun yang lalu.
"Aku akan melakukannya itu jika memang benar kalau dokter Sandra memiliki bukti yang kuat untuk menyeret ibu canda dan juga suaminya masuk ke dalam penjara." Karena aku juga tidak ingin pembunuh seperti mereka masih bebas berkeliaran.
Kamu tahu kan Aku sangat membenci penjahat. Aku tidak akan mengampuni orang-orang yang mampu berniat untuk melenyapkan nyawa seseorang. Hanya untuk meraih keuntungan sendiri." ucap Surya kepada Zidan.
Setelah mendapatkan jawaban dari Surya Zidan pun meraih ponselnya yang ada di saku celananya dan menghubungi dokter Avena bahwa Surya akan memberikan dokter Sandra izin praktek kembali. Dengan catatan dokter Sandra harus memberikan bukti-bukti itu.
Setelah Zidane memberitahu kepada dokter Avena kalau Surya menyetujui syarat yang diminta oleh dokter Sandra, dokter Avena langsung menghubungi dokter Sandra agar mereka dapat membicarakannya kembali. Tentunya dokter Avena tidak bodoh. Ia juga akan didampingi oleh surya dan juga Zidan
agar dokter Sandra tidak mangkir dari janjinya.
Dokter Sandra dan dokter Avena sepakat untuk bertemu di sebuah cafe terkenal yang ada di kawasan pinggiran kota Jakarta. mereka sengaja melakukan pertemuan itu di sana agar orang-orang tidak mengetahui kalau dokter Sandra yang memberikan bukti-bukti kuat itu kepada Zidan dan juga dokter Avena.
Karna Dokter Sandra takut kalau ibu Canada mengetahui Sandra memberikan bukti-bukti itu kepada Zidan dan Avena. Karna sebelumnya Ibu canda sudah mengancam kedua orangtua dokter Sandra agar segera melenyapkan bukti bukti itu.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims
__ADS_1
sembari menunggu novel ini up kembali yuk mampir ke karya teman emak. ceritanya tidak kalah bagus kok " TRULY MADLY LOVE