Mama Muda

Mama Muda
KECUPAN HANGAT BINTANG


__ADS_3

Setelah sore hari menjelang malam Surya pun kembali ke kediaman Pak Alberto berniat untuk menjemput Maya. Maya yang sudah melihat mobil suaminya masuk ke Halaman rumah milik Pak Alberto berlari kecil berniat menyambut suaminya.


Surya yang baru Turun dari mobil pun langsung mengembangkan senyumnya melihat istrinya telah menyambutnya dengan senyuman.


"Mas sudah pulang? tanya Maya sembari langsung memberi salam kepada suaminya.


"Iya sayang!" sahut Surya sambil langsung mengecup kening Maya.


Surya meraih tangan Maya sambil berjalan masuk ke rumah milik Pak Alberto.


"Sudah punya nak?


"Iya Pi!


"Bagaimana pekerjaan di kantor apa semuanya lancar?


"Alhamdulillah semuanya lancar. Ucap Surya kepada Pak Alberto dan juga Bu Nurhayati.


Tiba-tiba suara mobil yang tidak asing didengar oleh Surya Masuk ke halaman rumah milik Pak Alberto. Satpam yang bertugas menjaganya kenyamanan rumah pak Alberto tidak bisa menahan mobil milik mami Yolanda masuk kehalaman ruang milik pak Alberto. Mobil mami Yolanda langsung masuk sebelum Satpam menutup gerbang.


Surya sudah mengetahui itu mobil siapa. sehingga dirinya sedikit gugup ingin menghadapi ibu kandungnya sendiri, yang ingin merebut kebahagiaannya bersama orang yang sangat ia cintai. Tetapi Pak Alberto dan Bu Nurhayati sama sekali tidak mengetahui rencana jahat yang disusun oleh mami Yolanda dan juga Dokter Sandra sebelumnya.


Sehingga mereka tampak bahagia melihat mobil milik Mami Yolanda masuk ke dalam Halaman rumah Pak Alberto.


sementara Maya sudah mulai ketakutan akan kedatangan mami Yolanda. Ia takut dihina dan dicaci oleh Mami Yolanda di hadapan Pak Alberto, yang membuat Pak Alberto menjadi sakit hati melihat Mami Yolanda.


Padahal selama ini Maya menutup rapat-rapat sikap dan tingkah laku mami Yolanda terhadapnya.


"Mami mau ngapain kemarin Mas? bisik Maya tepat ditelinga Surya. Surya menggelengkan kepalanya.


sejujurnya Surya tidak mengetahui Mengapa Mami Yolanda datang ke kediaman Pak Alberto.

__ADS_1


"Selamat sore nyonya Yolanda Dirgantara." Sapa pak Alberto Setelah Mami Yolanda masuk dan duduk di ruang tamu.


"Selamat sore Pak Alberto!" sahut Yolanda sambil mengembangkan senyumnya. Mami Yolanda tidak menunjukkan bahwa diantara Surya, Maya, dan dirinya terlibat masalah besar sehingga Pak Alberto sama sekali tidak mencurigai nya.


"Oh ternyata Putra dan menantuku pulang kemari ya? tanya Mami Yolanda berusaha mengembangkan senyumnya.


"Iya sebentar lagi Paling juga mereka akan pulang ke rumah mereka?


"Ke rumah?


"Iya semalam juga mereka sudah tinggal di rumah mereka sendiri. Surya dan Maya tidak tinggal disini. Mereka lebih memilih tinggal berdua di rumah pribadi mereka daripada harus tinggal bersama kami yang sudah sepuh ini.Karna mereka tidak mau diganggu. Maklum pengantin baru." ucapan pak Alberto sambil nyengir.


"Memangnya Ibu Yolanda tidak mengetahui ya kalau mereka tidak tinggal disini?


Mami Yolanda menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tidak mengetahui kalau Maya dan Surya tinggal di rumah milik Surya.


"Kok kalian tidak cerita sama mami kalau kalian tinggal di sana?" ucap mami Yolanda tanpa merasa bersalah.


Sudah tidak perlu berbasa-basi, lebih baik kami pulang dulu Pi!" nanti kemalaman." ucap Surya kepada Pak Alberto berniat berpamitan ingin kembali ke kediaman mereka.


Sementara Ibu Nurhayati hanya diam saja.Ia sama sekali tidak menyahuti apa pembicaraan antara Pak Alberto dan juga Mami Yolanda. Bu Nurhayati, takut Mami Yolanda akan selalu menyalahkan dia dalam situasi apapun.


"Mas sebentar ya Nur buat minuman dulu." ucap Bu Nurhayati kepada Pak Alberto sembari langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Iya sayang Mas pengen minum kopi buatan kamu, soalnya kopi buatan kamu enak banget." puji pak Alberto kepada Bu Nurhayati membuat mami Yolanda sedikit kesal melihat Pak Alberto memuji-muji musuh bebuyutannya atau adik iparnya.


"Sudah kalian pulangnya sebentar lagi saja nak!" kita ngobrol dulu di sini. Masa nyonya Yolanda baru tiba di sini kalian sudah langsung pulang? tidak enak dong." ujar pak Alberto kepada surya dan juga Maya .


Sementara bintang berlari dari arah taman belakang berniat untuk memeluk Surya.


"Papi......"Panggil Bintang sembari langsung memeluk surga dan memberikan ciuman wajah tampan Surya. Hal itu pemandangan yang langka dilihat oleh seorang Mami Yolanda.

__ADS_1


Apalagi ia sangat membenci kehadiran Bintang di tengah-tengah keluarga surya dan Maya. Tetapi kedekatan surya dan Bintang membuat Mami Yolanda merasa kewalahan untuk memisahkan mereka.


"Kamu dari mana aja sih Sayang kok tidak nyambut Papi pulang kerja? ucap Surya pura-pura merajuk kepada Bintang. Kemudian Bintang langsung memegang kedua daun telinganya untuk meminta maaf kepada Surya karena dirinya tidak menyambut kehadiran Papinya pulang dari kantor.


"Maafin bintang Papi!"ucap bintang meminta maaf kepada Surya dengan suara kas bocah kecil.


"Iya tidak apa-apa Putri Papi sayang!"sahut Surya sembari langsung menggendong tubuh mungil putrinya ke pangkuannya. Surya membubuhi Bintang kecupan-kecupan hangat membuat mami Yolanda mengembangkan senyumnya, melihat kedekatan Bintang terhadap Surya.


"Yuk Salim Oma dulu." ucap Surya kepada Bintang mengarahkan bintang memberi salam kepada Mami Yolanda. Bintang memang anak penurut membuat dirinya langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Surya. Bintang memberi salam kepada Mami Yolanda.


"Hallo oma asalamualaikum." ucapkan Bintang kepada mami Yolanda sembari meraih tangan Mami Yolanda dan mencium punggung tangan mami Yolanda. Sekilas Mami Yolanda pun merasa bersalah kepada Bintang. Ia Melihat putri kecil yang masih berusia 2 tahun 4 bulan sudah sopan terhadap nya.


Tetapi ia harus membenci bocah kecil itu karena keegoisannya dan hanya mempertahankan reputasi keluarganya padahal Bocah kecil itu, anak yang penurut dan juga sopan.


"Oma sama siapa datang kemari? tanya bintang sopan dengan nada suara khas anak kecil.


"Oma sendiri sayang." ucap mami Yolanda membuat surya dan Maya saling pandang melihat Mami Yolanda menjawab pertanyaan dari Bintang.


"Oma maminya Papi Surya ya? tanya Bintang kepada Mami Yolanda.


"Iya sayang!" oma maminya papi kamu? ucap Mami Yolanda kepada Bintang. Bintang pun langsung mengembangkan senyumnya membuat hati Mami Yolanda merasa bersalah yang ingin memisahkan Maya dan Bintang dari kehidupan Surya.


"Maafkan Oma sayang? kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut Mami Yolanda kepada Bintang.


"Minta maaf? Oma tidak salah sama Bintang Kenapa harus minta maaf? ucap bintang karena dirinya merasa Kalau Mami Yolanda tidak berbuat salah terhadapnya.


Mami Yolanda menatap Maya dan juga Surya dengan intens. Mami Yolanda meminta maaf kepada Maya yang selama ini berprasangka buruk terhadap Maya. Bahkan selalu menghinanya. Maya tidak percaya begitu saja akan apa yang diucapkan oleh Mami Yolanda.


Tetapi sejujurnya Mami Yolanda benar-benar menyesali perbuatannya Apalagi setelah tindakan yang dilakukan Dokter Sandra kepada putranya membuat dirinya pun semakin merasa bersalah.Ia merasa kalau dirinya lah yang mengakibatkan Dokter Sandra sampai melakukan hal senekat itu.


"Sudahlah mi!" tidak perlu berakting lagi di sini biarkan papi dan ibu mertua Surya mengetahui yang sebenarnya, yang selama ini Maya dan Surya tutup-tutupi dari mereka." ucap Surya kepada Mami Yolanda membuat Pak Alberto dan Bu Nurhayati pun semakin penasaran akan apa yang dikatakan Surya kepada Mami Yolanda.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2