Mama Muda

Mama Muda
OLEH OLEH UNTUK BINTANG


__ADS_3

Maya dan Surya pun langsung masuk ke dalam mobil diikuti dengan Zidan yang duduk di bangku kemudi. Setelah memastikan barang semua masuk Zidan pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman Pak Alberto.


Satu jam dalam perjalanan, mobil yang dikendarai oleh Zidan tiba di kediaman Pak Alberto. Satpam yang bertugas menjaga keamanan rumah Pak Alberto langsung membuka pagar besi yang menjulang tinggi. Agar mobil yang dikendarai Zidan dapat masuk dengan leluasa ke halaman rumah milik Pak Alberto.


Maya sudah tidak sabar ingin memeluk Putri semata wayangnya. Karena Maya sudah sangat merindukan putrinya Bintang. Setelah Zidan menghentikan mobilnya, surya dan Maya turun.


Bintang melihat kehadiran Maya dan surya di halaman rumah Pak Alberto. Kebetulan Bintang sore itu bermain bersama Nurhayati di taman. Bintang langsung berlari menghampiri Maya dan Surya.


"Mami....."teriak bintang sembari langsung berlari ke arah Maya.


"Maya berjongkok ingin menerima pelukan hangat dari bintang


"Mami sangat merindukanmu sayang." kata Maya kepada Bintang sambil langsung memeluk dan mencium pipi tembem putrinya.


"Bintang juga sangat kangen sama Mami dan Papi."


"Benarkah Bintang merindukan Mami dan Papi?


"Yes mom."


"Kalau memang benar bintang merindukan Mami dan Papi Kenapa tidak menghubungi Mami dan Papi saat berada di California?


"Kata Oma dan Opa, Bintang tidak bisa mengganggu Papi dan Mami yang lagi berbulan madu, agar Bintang segera punya adik." ucap Bintang sambil tersenyum


"Maya menatap Ibu Nur sembari tersenyum kecil kepada ibu sambungnya. Kemudian Maya mengajak Bintang segera masuk ke rumah mengingat hari sudah sore.


"Papi ceritanya tidak dipeluk nih? ucap Surya komplain karena tidak mendapat pelukan hangat dari bintang.


Bintang langsung tertawa ngakak melihat Surya komplain karena dirinya tidak memeluk Surya.


"Ihhh Papi seperti anak kecil merajuk karena tidak bintang peluk.


"Sini Pi, Bintang peluk deh." ucap bintang sembari berlari kecil ke arah Surya.


"Apa kamu merindukan Papi sayang?


"Tentu dong Papi Bintang yang tampan." tapi besok giliran Bintang minta ditemani jalan-jalan sama papi.

__ADS_1


"Siap Tuan Putri!" Papi akan membawa Tuan Putri jalan-jalan sepuasnya.


"Bintang maunya ke mana Sayang?


"Bintang mau main Timezone ditemani papi sama mami di mall.


"Okey siapa takut, Papi akan menemani Putri Papi yang cantik ini ke mal main Timezone."


"Terima kasih papiku yang handsome." ucap bintang sambil nyengir.


Melihat interaksi antara Bintang dengan Surya, hati Maya menjadi menghangat. Bintang merasa tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ayah, sehingga Maya merasa beruntung memiliki suami seperti surya yang sangat menyayangi Maya dan juga putrinya walaupun Bintang tidak darah daging Surya.


Maya juga berharap jika Maya memiliki anak darah daging Surya, perhatian dan kasih sayang Surya tidak berkurang dari Bintang. Tetapi Maya yakin kalau Surya benar-benar sangat menyayangi Binatang.


Tiba-tiba Pak Alberto keluar dari kamar karena mendengar celotehan Bintang bersama Surya.


"Kalian sudah pulang nak?


"Iya pi."


"Surya tidak ingin merepotkan Papi, lagian ada Zidan untuk menjemput Surya dan Maya ucap Surya kepada Pak Alberto sembari langsung memberi salam dan peluk kepada Alberto.


Begitu juga dengan Maya, Ia juga sangat merindukan sosok ayahnya.


"Kamu baik-baik saja nak?


"Alhamdulillah Maya baik-baik Pi dan perjalanan Maya dan Mas Surya sangat berkesan dan juga menyenangkan."ucap Maya kepada Pak Alberto memberitahu perjalanan mereka cukup menyenangkan baginya.


Mami Yolanda mendapat kabar dari Zidan kalau surya dan Maya sudah tiba di Indonesia. Tepatnya di kediaman Pak Alberto. Hal itu membuat Mami Yolanda sedikit kesal terhadap putranya. Karena tidak memberitahu kepada Yolanda tentang kepulangan Surya dan Maya keindonesiaan.


Mami Yolanda memutuskan untuk segera datang ke kediaman Pak Alberto.


tidak butuh waktu lama mami Yolanda tiba di di kediaman pak Alberto dan langsung memeluk Maya dan juga Surya. Mami Yolanda pun menggerutu dan mengumpat Surya. Karena Surya tidak memberitahu kepadanya kalau mereka sudah tiba di Indonesia.


"Kamu Kok nggak ngabarin Mami sih kalau kamu sudah pulang?


"Kalau Surya memberitahu sama mami itu bukan kejutan namanya,

__ADS_1


"Jadi maksud kamu, Kalian mau ngasih kejutan sama mami?


"Iya dong!"


"Kejutannya apa?


"Tunggu aja tanggal mainnya!"


"Kok begitu."


"Ya begitulah ucap Surya membuat Mami Yolanda semakin kesal terhadap putranya.


Kemudian Maya pun memberikan beberapa oleh-oleh yang mereka bawa dari California tidak lupa Maya juga memberikan kepada Zidan dan juga para asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Pak Alberto dan juga di rumah utama keluarga Dirgantara.


Maya juga memberikan oleh-oleh buat bintang. Tetapi ketika Maya memberikannya, sepertinya raut wajah Bintang biasa saja. Hal itu membuat Maya bertanya kepada Bintang.


"Sayang kenapa kamu tidak bersemangat menerima oleh-oleh dari mami apa Kamu tidak menyukainya?


"Bukan oleh-oleh seperti ini yang bintang mau.


"Terus yang bagaimana sayang?


"Oleh-oleh yang bintang mau adalah adik bayi agar ad teman bintang bermain."ucap bintang kepada Maya membuat Maya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan putrinya.


"Ada apa ini? mengapa putriku tiba-tiba mengatakan demikian!" pasti ada yang mengajarinya." gumam Maya dalam hati.


" Pi....."Tolong jelaskan sama Maya siapa yang ngajarin bintang ngomong seperti itu pi?


"Tidak ada yang mengajari, memang itu keinginannya sendiri. Karena bintang melihat Ibu temannya baru melahirkan dan temannya itu begitu bahagia memiliki seorang adik ia selalu membangga-banggakan adiknya di depan bintang. Sehingga Bintang ingin sekali memiliki adik." ucap Alberto kepada Maya dan juga Surya.


"sayang kamu tenang saja, pembuatan adik Bintang lagi proses kok. Mudah-mudahan di perut Mami akan tumbuh adiknya bintang." ucap Surya tanpa ada rasa malu sedikitpun dihadapan Pak Alberto.


"Papi juga sangat berharap seperti itu!"ucap pak Alberto singkat." sambil membuka oleh-oleh pemberian Surya kepada Pak Alberto.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2