
Hari itu Surya sangat bahagia ketika Maya berterus terang kepada Nya bahwasanya Maya juga sangat mencintainya. Ia berharap kelak mami Yolanda dapat menerima Maya dengan lapang dada dengan keadaan yang sekarang.
"Surya dengan riang kembali menghampiri Zidan yang menunggunya di rumah makan sederhana milik Maya.
"Kamu dari mana sih kok lama banget?"
"Aku sangat bahagia hari ini."
"Kenapa kamu bahagia?"
"Ternyata Maya juga sangat mencintaiku."
"Kok kamu tahu?"
"Iya baru saja kami saling berbicara dari hati ke hati. Tetapi ia masih ragu karena terhalang restu dari mami.
"Kamu tenang saja Bro, cepat atau lambat tante Yolanda pasti akan merestui kalian yang penting kalian saling mencintai dan saling percaya. Aku mendukung hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan nanti.
"Terima kasih Bro!" kamu memang benar-benar sahabat baik ku selalu mendukungku dalam segala apapun.
"Sudah sewajarnya aku mendukungmu Karena aku tahu rasa sakit yang kamu rasakan selama ini. Ketika hidup bersama mantan istrimu, yang tega menghianati cintamu hanya demi pria lain.
"Tapi ya sudahlah itu tidak perlu di ingat ingat lagi, yang penting sekarang bagaimana kehidupan mu ke depannya supaya lebih baik bersama wanita yang kamu cintai seperti Maya.
"Tetapi satu hal yang aku minta kepadaMu. Jika hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan putri Maya harus kamu anggap sebagai Putri kamu sendiri. Jangan kamu beda bedakan antara Putri kandungmu dan juga Putri yang dibawa oleh Maya. Agar kehidupan kalian kelak akan bahagia."ujar Zidan kepada Surya.
"Itu sudah pasti Bro, karena aku juga sangat menyayangi Bintang. Apalagi kamu tahu sendiri semenjak bintang berada di dalam kandungan hidupnya sudah sangat menderita. Kamu tahu sendiri kan, keadaan Maya pada saat itu sangat terpuruk sehingga Maya ingin melakukan bunuh diri. Untung saja aku tidak terlambat, Kalau tidak dia akan merenggut nyawanya sendiri. Karena perlakuan Aliando dan juga sahabat dan ibu tirinya.
Jujur aku sangat salut kepada Maya yang sanggup menghadapi masalah besar seperti itu. Padahal kita mengetahui kalau Maya adalah anak dari Pak Alberto seorang pengusaha kaya raya di kota Jakarta. Seharusnya dia bisa hidup mewah bersama orang tuanya. Tetapi karena dia ingin mempertahankan janin yang ada di rahimnya, atau mempertahankan Bintang, ia rela keluar dari rumah mewah itu dan kehidupan mewah yang selama ini ia rasakan.
Aku tidak menyangka kalau ternyata Maya Wulandari adalah putri dari Pak Alberto sehingga aku terkejut ketika kamu memberitahu kalau Maya adalah putri dari Pak Alberto.
"Untuk itu bro Lakukan yang terbaik untuk dia Tolong bahagiakan dia. Hidupnya beberapa tahun ini sudah sangat tersiksa akibat adik sepupuku yang tidak tahu diri itu. Jujur Jika aku ketemu dengan Aliando pasti aku akan kasih pelajaran buat dia. Karena telah membuat seorang wanita hidup menderita padahal jelas-jelas itu perbuatannya walaupun itu perbuatan yang tidak disengaja.
"Tapi aku kwatir dengan kondisi Pak Alberto sekarang, aku takut ibu tiri dari Maya hanya mengincar harta dari Pak Alberto. Hingga mereka menghasut Pak Alberto agar mengusir Maya dan rumah.
"Iya Sepertinya kita sepikiran, karena tidak mungkin seorang ibu tiri yang baik mampu meminta kepada suaminya untuk melakukan aborsi terhadap kandungan Maya. Jika dia seorang ibu yang baik apalagi dia seorang wanita. Dia pasti tahu bagaimana sakitnya dirasakan oleh Maya. Seharusnya yang dilakukan ibu tirinya agar menenangkan amarah dari Pak Alberto bukan jadi memperkeruh suasana agar amarah Pak Alberto semakin meluap dan mengusir Maya.
"Aku bisa minta tolong sama kamu tidak? ucap Surya
__ADS_1
"Tanpa kamu minta pun aku akan menolong kamu selagi aku mampu melakukannya Sahut Zidan kepada Surya.
"Tolong selidiki wanita yang bernama Maria dan juga Riska, aku tidak meragukan kemampuan mu kamu pasti mampu melakukannya. Aku yakin mereka memiliki rencana buruk kepada Pak Alberto. ucap Surya kepada Zidan.
"Baik!" kamu tidak perlu ragu Aku akan lakukan bila penting kita mulai pendekatan dari Riska.
"Maksud kamu gimana Bro?
"Kan hari itu kamu katakan kalau Bu Maria mempromosikan putrinya Riska kepadamu, untuk kamu jadikan kekasih. Nah sekarang gue berencana untuk mendekati Riska dan pura-pura menjadi kekasihnya agar aku dapat mengorek apa yang terjadi di keluarga mereka ucap Zidan sambil menjitakkan jari tangannya.
"Gue setuju banget dengan rencana lo Bro Tapi kamu harus hati-hati jangan sampai kamu jatuh cinta beneran sama wanita iblis seperti mereka.
"Kamu tenang saja, kamu seperti tidak mengenaliku saja."imbuh Zidan
"Aku Aku percaya dengan kemampuanmu."ucap Surya kepada Zidan.
Tiba-tiba Maya menghampiri surya dan Zidan yang masih setia duduk di warung makan miliknya.
"loh Mas masih di sini?
"Iya sayang."
"Maya kira tadi Mas sudah pulang!'
"Memangnya Mas tadi tidak ke kantor?
"Tadi pagi, habis itu ada meeting di luar Jadi malas balik ke kantor."
"Kenapa malas?
"Pengen aja lihatin kamu terus."
"Ngak usah bercanda deh."
"Siapa yang bercanda?"
"Tapi warung Ini sudah mau tutup mas."
"Tidak apa-apa kan walaupun tutup kami duduk di sini dulu.
__ADS_1
"lebih baik masuk ke rumah Mas, nanti dikirain orang warungnya masih buka, Padahal semua bahan makanan sudah habis." ucap Maya.
"Memangnya tidak apa-apa kami ke rumah?
"Ya tidak apa-apa dong Mas, kan Ini rumah tantenya Mas juga." ucap Maya sambil mengembangkan senyumnya.
"May.....May.... "Panggil Bu Nurhayati setengah berteriak.
"Iya Bu ada apa?"
"Suruh nak Surya sama temannya masuk ke rumah saja, habis itu kamu tutup saja warungnya."
"Iya Bu!" ini Maya sudah bilang sama mas Surya."
"Ya sudah Ibu tunggu di rumah ya May."
"Iya Bu."sahut Maya.
"Mas dengarkan apa kata ibu, jadi lebih baik Mas masuk ke rumah deh tidak enak di sini dikirain orang warungnya masih buka.
****
Bro aku lebih baik duluan pulangnya soalnya aku masih ada urusan, lebih baik Kamu turuti saja apa kata mbak Maya. Tidak enak juga kan kalian ngobrol di sini?"
"Tidak apa-apa Mas ikut saja masuk ke dalam ujar Maya kepada Zidan.
"Maaf mbak Maya Bukan saya tidak mau, tetapi saya masih ada urusan penting bersama ibu dan ayah saya."
"Oh kirain tadi karna mas segan masuk ke rumah."
"Tidak Mbak Maya!" terima kasih atas tawarannya. lain waktu saja saya mampir bersama Surya kesini."
"Terimakasih ya Mas sudah mampir ke warung sederhana Maya.
"Sama-sama Mbak Maya, masakannya enak. puji Zidan memuji masakan makanan yang dijual di warung makan sederhana Maya.
"Terima kasih Mas."
"Sama-sama ucap Zidan sambil langsung berpamitan kepada surya dan juga Maya.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏