
"Tak seperdetik pun terlintas di hati mas untuk menghianati cinta kamu. Jadi kamu jangan pernah berpikir negatif terhadap mas. Clarissa itu sudah menjadi masa lalu mas, sama halnya dengan Aliando bagi kamu sayang. Aliando itu masa lalu kamu, jadi hanya ada kita, Aku, kamu, Bintang dan anak anak kita kelak itu masa depan kita sayang." ucap Surya sembari langsung memeluk dan mengecup kening Maya.
Mendengar apa yang dikatakan Surya kepada Maya hati Maya sedikit lega.
"Tapi mas Alex Tadi ngomong sama Mas kalau Clarissa ingin rujuk Lagi Sama.
"Tidak semudah itu sayang, tidak akan bisa melupakan pengkhianatan Clarissa terhadap mas.
"Lagian tidak ada lagi wanita yang mengisi hati mas selain kamu dan bintang, kamu harus percaya sama mas."
Maya hanya menatap Surya dan mencoba mencari kebohongan di mata Surya. Tetapi sepertinya Maya tidak menemukan kebohongan disana.
"Maya tidak tahu lagi harus bagaimana jika Mas meninggalkan Maya, lebih baik Maya mati daripada harus kehilangan Mas."
"Jangan ngomong seperti itu sayang, Mas sangat sayang dan cinta sama kamu.
"Maya juga sangat sayang dan cinta sama Mas sehingga Maya khawatir jika suatu saat nanti kau Clarissa berhasil merebut hati Mas kembali."
"Jangan berpikir terlalu jauh sayang, kan sudah masuk katakan kalau tidak ada wanita lain yang mengisi hati Mas selain kamu dan bintang." ucap Surya meyakinkan Maya.
"Benarkah Mas?
"Iya sayang!"
Maya langsung memeluk Surya dengan erat sembari menangis sesunggukan. Sejujurnya Maya tidak rela harus berpisah dengan Surya sehingga dia sangat khawatir jika Clarissa berhasil merebut hati Surya kembali. Hal itulah yang membuat Maya menangis ketika dirinya mendengar apa yang dibicarakan oleh Alex kepada Surya.
"Sudah Sayang tidak perlu khawatir, dan jangan menangis ada Mas selalu ada di samping kamu."
__ADS_1
"Terima kasih Mas sudah hadir di kehidupan Maya dan Bintang."
"Mas juga mengucapkan terima kasih kepada kamu sayang karena kehadiran kamu Dan Bintang di kehidupan Mas, hidup Mas jadi berwarna." ucap Surya kepada Maya.
****
"Mas bukannya besok Maya dan Surya akan kembali dari California?" tanya Nurhayati kepada suaminya.
"Memangnya Mereka bilang begitu?
"Iya Mas Yolanda sih ngomongnya seperti itu, Nur sudah tidak sabar menunggu kabar gembira dari putriku."ucap Bu Nurhayati kepada suaminya.
"Maksud kamu apa sayang?
"Siapa tahu pulang dari California kita bakal dapat cucu lagi."
"Mengapa harus dapat cucu kalau bisa dapat anak sayang."
Pak Alberto mengembangkan senyumnya kepada Nurhayati sembari mengedipkan matanya membuat Nurhayati sedikit bingung akan maksud dan tujuan perkataan Pak Alberto.
"Mas Kenapa sih kok senyum begitu ke Nur?
"Siapa tahu bakal ada adik Maya juga di sini ucap Alberto sembari memegang perut Nurhayati.
Nurhayati Langsung menangis mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Alberto. Karena selama 15 tahun usia pernikahannya bersama almarhum suaminya, Nurhayati tidak dikaruniai anak.
"Tapi sepertinya nur tidak bisa memberikan itu sama mas." ucap Nuryanti sembari menangis sesunggukan.
__ADS_1
"Maafkan mas, mas hanya bercanda sayang lagian kita sudah ada Maya dan juga cucu cucu kita kelak." ucap pak Alberto sembari langsung meraih tubuh Bu Nurhayati kepelukannya.
Pak Alberto menghapus airmata Nurhayati, Ia menjadi merasa bersalah kepada Nurhayati dan membuat Nurhayati menjadi tersinggung.
"Sudah sayang, mas hanya becanda maafkan mas terlalu jahil sama kamu." ucap pak Alberto sembari langsung mengecup bibir manis istrinya.
"Ya sudah tolong buatin mas kopi ya sayang, soalnya kopi buatan kamu sangat enak dan nikmat." ucap Pak Alberto
"Iya mas, tunggu sebentar nur akan buatkan kopi untuk mas." ucap Nurhayati sembari langsung melepaskan pelukan suaminya dan berlalu kedapur.
"Ah kok aku jadi ngomong seperti itu sih sama istri aku?
"Jadi merasa tidak enak hati deh sama istri cantikku." gumam pak Alberto sembari pergi kedapur untuk melihat istrinya.Ketika Nurhayati membuat kopi buat pak Alberto, pak Alberto langsung memeluk Nurhayati dai belakang membuat Nurhayati sangat terkejut dengan sikap romantis suaminya.
"Mas buat Nur terkejut aja!" gerutu Nurhayati sembari langsung membalikkan badannya.
"Habis kamu ngangenin dan menggemaskan." ucap pak Alberto
"Mas seperti ABG saja, ingat tuh mas umur kita sudah berapa."
Pak Alberto hanya tersenyum kepda istrinya.
"Ihhh sepertinya mas Alberto lagi puber ketiga nih." gumam Nurhayati dalam hati.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏
__ADS_1
yuk mampir ke karya baru outhor siapa tau suka dan beri Like favorit juga ya ka