
"Gue minta maaf sebelumnya sama lo may, masalah kejadian yang menimpa lo 4 tahun yang lalu. Maafkan gue, gue tidak dapat berbuat banyak secara lo tau sendiri Gue tinggal menumpang di rumah Bibi gue.
"Sudah lupakan saja Lagian kejadiannya sudah lama kok. Ngapain harus diingat-ingat. lagian itu bukan salah lo kok "ucap Maya sambil langsung mengembangkan senyumnya.
Kemudian setelah berbicara panjang lebar dengan Yuli, Maya pun kembali mengajak nulis masuk ke dalam kantor tepatnya ke ruangan suami.
"Mas....."Maaf kami lama ya?"
"Tidak apa-apa sayang!"
"Apa kamu sudah makan?"ucap Surya sembari mengelus perut Maya yang Sundah membuncit
"Saya mau istirahat dulu ya soalnya sepertinya badan Maya pegal tidak apa-apa kan?"
"Ya tentu tidak apa-apa dong sayang kamu istirahat saja di ruang istirahat. Mas tidak mau kamu kenapa-kenapa."ucap Surya sembari menuntun strinya masuk ke dalam ruang istirahat. Sedangkan dan Zidan masih berada di sana.
"lebih baik kalian kembali ke ruangan kalian, sepertinya istri saya membutuhkan istirahat. maklum Dia sedang hamil, harap kalian mengerti dengan kondisi istri saya." ucap Surya kepada Zidan dan juga Yuli.
"Tidak apa-apa Pak Bos kami mengerti kok namanya juga wanita yang sedang hamil kita tidak mengetahui gimana perasaan mereka. kadang-kadang mood-nya lagi enak karang-karang yang lagi gimana gitu!"
__ADS_1
Sepeninggalan Zidan dan Yuli, Surya kembali menghampiri istrinya yang ada di ruang istirahat. Sebenarnya Maya bukan ingin istirahat saat itu. Tetapi entah mengapa ia sangat menginginkan sentuhan dari suaminya. ketika melihat Surya sudah masuk kedalam ruang istirahat Maya langsung bangkit dari pembaringannya.
"Mas....."Panggil maya dengan manja ia langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya.
"Iya sayang!" sahut Surya sembari langsung mengecup bibir manis istrinya.
"Aku pengen mas!" ucap Maya dengan nada pelan tetapi masih bisa didengar oleh Surya. dengan penuh senyuman Surya Langsung kembali mengecup bibir manis istrinya.
Perlahan ciuman itu semakin mendalam, hingga Maya membuka rongga mulut dan memainkan lidahnya di rongga mulut Surya Begitu juga dengan Surya ia sangat menikmati permainan mulut Maya. Ia benar-benar terbuai dengan gerakan yang dilakukan Maya terhadapnya.
Kembali Surya memainkan lidahnya di rongga mulut maya. Tangannya sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Maya. Seolah gunung kembar milik Maya sudah menjadi candu bagi Surya. Ia benar-benar menikmati gerakan-gerakan yang dilakukan Surya terhadap Maya Begitu juga dengan Maya lainnya. Hingga suara merdu Maya tidak dapat menahan suara de$@han terdengar bersahutan membuat jiwa kelaki-lakian Surya semakin bangkit.
"Mas.....lagi dong!" seru Maya dalam permainan itu. Maya benar-benar menikmati pergerakan yang dilakukan kan oleh Surya terhadapnya.
"Sayang....." mas sudah tidak tahan lagi, ayo dong sayang mainin lagi." ucap Surya sambil menuntun tangan Maya untu memainkan Adik kecilnya.
"Apa mas bisa melakukanya sayang? tanya Surya meminta persetujuan dari istirnya.
Maya menganggukkan kepalanya pertanda dirinya juga menyetujui dan menyukai segala gerakan dengan gerakan yang dilakukan oleh eh Surya kepadanya.
__ADS_1
"Maya benar-benar sangat mencintaimu mas!
"Mas juga sangat mencintaimu Sayang! ucap Surya sembari kembali mengungkung tubuh Maya di bawahnya. Hari itu hari yang begitu menggairahkan di ruang istirahat Surya. Maya pun sangat menikmati gerakan-gerakan yang dilakukan oleh suaminya terhadap.
Hingga Mereka pun mengalami pelepasan beberapa kali sehingga Surya menghentikan aksinya.
"Mas sangat mencintaimu Sayang!"Kamu Memang benar-benar luar biasa siang ini. ucap Surya kepada istrinya.
"Maya juga sangat mencintai mas.
"I love you my wife." ucap Surya sembari mengecup kening Maya.
"I love you too My husband." ucap Maya sembari membalas kecupan suaminya.
Entah karna faktor kecapekan sehingga Maya dan Surya langsung tertidur pulas mengarungi lama mimpinya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
__ADS_1