
Riska melangkahkan kakinya.Riska tidak tahu melangkah ke mana. Dengan langkah gontai ia menelusuri trotoar sambil menenteng tas kecil miliknya berisi beberapa potong pakaian.
Ia tidak tahu harus melangkah ke mana. Hingga tiba-tiba seseorang datang menghampirinya yaitu kerabat dari ibunya untuk menjemput Riska dari sana. Tetapi ketika kerabat dari ibunya itu menawarkan bantuan kepadanya, Riska memilih menolak.
Riska tidak ingin membebani kerabat dari Ibu Maria karena ia ingin benar-benar berubah dan berdiri di kakinya sendiri tanpa harus mengharapkan bantuan orang lain. dengan melangkahkan kakinya Riska tiba di sebuah warung makan Ia pun mengisi perutnya yang sudah keroncongan di sana.
"Bu berikan saya nasi satu porsi bersama minumnya." ucap Riska kepada pemilik warung nasi itu. Pemiliknya warung nasi itu menatap Riska dengan tatapan penuh tanya. Mereka bingung dengan Riska yang terlihat kusut dan terlihat sangat kurus sekali.
" Kamu dari mana nak? Sepertinya kamu kelelahan." ucap pemilik warung itu kepada Riska sambil menyuguhkan makanan pesanan Riska. Riska mengembangkan senyumnya. "Saya baru keluar dari penjara." ucap Riska berterus terang kepada pemilik warung.
Membuat pemilik warung itu pun sangat terkejut mendengar Jawaban Riska. "Kamu serius nak? pemilik warung kembali bertanya kepada Riska.
"Ya bu, saya memang baru keluar dari penjara kalau ibu Tidak percaya Bisa Ibu lihat surat pembebasan saya." ucap Riska sambil memberikan selembar kertas yang berisi surat pembebasan Riska dari kantor lapas tempat Riska Tahan.
Kemudian pemilik warung pun menganggukkan kepalanya pertanda ia paham kalau ternyata Riska benar-benar baru menjalani hukumannya di balik jeruji besi. Sambil menyantap makanan yang disuguhkan oleh pemilik warung kepada Riska.
Riska menatap pemilik warung itu dengan tatapan penuh arti. "Maaf nak kalau boleh tahu kasus apa yang menyebabkan kamu sehingga kamu terlibat kejahatan dan sampai masuk ke dalam penjara?" tanya ibu pemilik warung itu penasaran.
Ibu saya memiliki obsesi yang cukup tinggi ingin memiliki harta kekayaan suaminya. Ayah Tiri ku sehingga Ibu saya berniat untuk menghabisi suaminya sendiri dan ibu saya memintaku untuk membantunya melakukan hal itu. Tetapi aku tidak mampu melakukannya. Aku mengetahui rencana itu tetapi aku menutup-nutupinya dari semuanya.
__ADS_1
Karena tekanan dari ibuku aku pun terpaksa membantu ibuku untuk menghabisi Ayah Tiri ku yang ternyata Ayah Tiri ku bisa selamat. Akhirnya kami pun ditangkap oleh pihak Kepolisian. Aku terlibat di dalamnya sehingga aku masuk penjara 2 tahun. Sementara Ibu saya 10 tahun hukuman penjara." Riska berterus terang kepada pemilik warung membuat pemilik warung itu pun merasa kalau Riska melakukannya karena hanya terpaksa akibat paksaan dari ibu kandungnya sendiri.
Setelah selesai makan Riska pun beranjak dari tempat duduknya. Ingin membersihkan piring kotor yang ada di warung itu. Mengingat Riska sama sekali tidak memiliki uang saku untuk membayar makanannya.
Sehingga Riska berinisiatif untuk membayar makanan yang sudah ia makan.Menggunakan tenaganya dengan cara menyuci piring kotor yang ada di warung tempat Riska mengisi lambungnya yang sudah keroncongan. Ia sangat bersyukur pemilik warung itu tidak mempermasalahkan hal itu.
Justru membuat pemilik warung pun berterima kasih kepada Riska dan memberikan dua lembar uang pecahan sepuluh ribu, untuk sekedar memberikan ongkos buat Riska. "Terima kasih Bu, Ibu sudah memberikan saya makan sampai perut saya terasa kenyang." ucap Riska sambil berpamitan kepada Ibu pemilik warung.
"Sama-sama nak. Yang sabar ya, semoga kamu sabar dan tabah menjalani hidup ini. Jika kamu benar-benar membutuhkan bantuan atau pekerjaan, kamu bisa datang ke sini membantu ibu. ucap pemilik warung itu dibalas Anggukan dari Riska.
Riska berlalu berjalan menelusuri trotoar. di perjalanan Riska selalu memikirkan Bagaimana caranya untuk melanjutkan hidupnya. Karena dirinya tidak bisa selamanya meminta bantuan kepada orang lain.
Karena pemilik warung tidak merasa percaya kepada Riska, hingga Riska memanfaatkan uang pemberi ibu pemilik warung nasi itu untuk membeli air mineral agar dapat ia jual di sekitaran lampu merah. Awalnya Riska hanya mampu membeli air mineral sebanyak 5 botol dan minumannya langsung terjual habis. Kemudian Riska kembali menambah air mineral hingga Ia pun langsung menjual air mineral itu di sekitaran lampu merah.
Tanpa Riska sadari Surya Dirgantara dan Maya Wulandari berada di sebuah mobil yang berhenti tepatnya di lampu merah. Riska datang menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Surya Dirgantara dan Maya untuk menawarkan air mineral itu karena Riska tidak mengetahui kalau mobil itu merupakan mobil milik Surya.
Maya yang melihat Riska menawarkan minuman kepada mereka pun merasa tidak yakin. Kalau yang menawarkan minuman kepada mereka merupakan Riska adik Tirinya. yang selama ini menjalani hukuman di balik jeruji besi. Maya membuka kaca mobil yang mereka tumpangi. Tepatnya mobil mewah milik Surya Dirgantara.
"Kamu Riska kan? tanya Maya sambil langsung keluar dari mobil itu dan meminta kepada sopir pribadi mereka untuk menepikan mobilnya. Agar dirinya dapat lebih leluasa berbicara dengan Riska.
__ADS_1
Riska merindukan kepalanya. Ia sekolah tidak mampu menatap Surya Dirgantara dan Maya.
Kamu Kok bisa ada di sini? Maya bertanya kepada Riska. Riska hanya terdiam tak mampu berkata apa-apa. "Riska, kalau kamu sudah bebas menjalani hukuman kamu, mengapa kamu tidak datang menemui papa atau kakak? ucap Maya sambil langsung memeluk Riska.
Riska menangis sesenggukan dan langsung meminta maaf kepada Maya atas apa yang ia lakukan di masa lalu.
"Ayolah kembalilah ke rumah Papa pasti merindukan kamu." ucap Maya kepada Riska. Riska menggelengkan kepalanya ia tidak ingin mengganggu kehidupan Pak Alberto dan Nurhayati yang sudah bahagia.
"Maaf Kak, tapi Sepertinya Riska tidak layak lagi menginjakkan kaki ke rumah itu. Sudah terlalu banyak kesalahan yang Riska lakukan kepada kakak dan juga papa." ucap Riska sambil terus menangis sesungguhkan. Surya yang melihat interaksi keduanya pun hanya terdiam.
Ia sengaja membiarkan istrinya Maya berbicara lebih leluasa dengan Riska. Maya sudah sangat tidak melihat keadaan Riska sekarang. Apalagi Maya melihat Riska yang sudah sangat kurus mengering merasa tidak tega melihatnya. Ia pun minta Riska untuk mengikutinya masuk ke dalam mobil. Maya ingin mempertemukan Riska kepada Pak Alberto.
"Untuk apa Riska ikut bersama kakak?
"Ayo ikut saja, Papa pasti merindukanmu." ucap Maya sambil terus mengelus pundak Riska. Riska pun akhirnya tidak bisa menolak Ia pun mengikuti Maya termasuk ke dalam mobil.
Kemudian sopir pribadi keluarga Dirgantara langsung melanjutkan mobilnya ke rumah utama Pak Alberto. Padahal sebelumnya Surya Dirgantara dengan Maya ingin pergi menemui David dan juga Laura. Tetapi karena Maya dan Surya melihat keberadaan Riska. Sehingga mereka mengurungkan niatnya pergi ke kediaman David dan memilih untuk membawa Riska bertemu dengan Pak Alberto.
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓
__ADS_1