
Surya langsung mengucapkan terima kasih kepada dokter Avena karena daftar Avena berhasil menyelamatkan Putra dan juga istri Surya Dirgantara. Tak lupa Pak Alberto, Ibu Nurhayati dan Mami Yolanda turut mengucapkan terima kasih kepada dokter Avena yang sebesar-besarnya.
"Kau sungguh luar biasa dokter Avena, kami sangat mengucapkan terima kasih kepada kamu. Berkat kamu cucu dan menantu saya bisa diselamatkan. Saya tidak salah memilih kamu menjadi dokter ahli di rumah sakit saya." ucap Mami Yolanda sembari langsung memeluk dokter Avena.
Terima kasih Nyonya Yolanda telah mempercayakan saya mengabdikan diri di rumah sakit anda." sahut dokter Avena sambil mengembangkan senyumnya melihat kearah Mami Yolanda. Satu kehormatan yang luar biasa menurut Dr Avena karena pemilik Rumah Sakit telah mempercayakan nya untuk menyelamatkan menantu dan juga cucu pemilik Rumah Sakit tempat dirinya mengabdikan diri sebagai dokter.
Sebagai ucapan terima kasih Mami Yolanda, karena dokter Avena berhasil menyelamatkan menantu dan cucunya. Mami Yolanda menghadiahkan satu unit mobil Honda jazz kepada dokter Avena.
"Tidak perlu berlebihan seperti ini nyonya Yolanda. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang dokter." ucap dokter Avena kepada Mami Yolanda.
"Tidak dokter Avena, itu sebagai ucapan terima kasih saya karena kamu berhasil menyelamatkan menantu dan cucu saya. kau sungguh dokter yang luar biasa."puji Mami Yolanda memuji kemampuan yang dimiliki oleh dokter Avena.
Keesokan harinya setelah kondisi Maya Wulandari sudah stabil, Maya dan bayinya di rujuk ke rumah sakit milik keluarga Dirgantara. Tentunya dengan pengawasan dokter Avena selama di dalam perjalanan.Karena peralatan medis di rumah sakit milik keluarga Dirgantara. lebih lengkap dan lebih canggih.
Sekitar kurang lebih 35 menit kemudian Maya beserta bayinya sudah tiba di rumah sakit milik keluarga Dirgantara dengan menggunakan mobil ambulans. Tampak suster dan dokter sudah bersiap menunggu kedatangan Maya dan juga bayinya karena sebelumnya dokter Avena dan juga Surya sudah menginformasikan bahwasanya Maya akan dirujuk ke rumah sakit Dirgantara.
Dokter dan suster langsung menaikkan tubuh Maya ke atas Branker yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.
Seluruh petinggi rumah sakit beserta jajarannya sudah berjejer memberikan hormat menyambut kedatangan Surya, Mami Yolanda, Maya dan bayinya dan keluarga pertanda mereka sangat menghormati pemilik Rumah Sakit tempat mereka mengabdikan diri.
Setelah Maya sudah ditempatkan di ruang khusus pemilik Rumah Sakit, Maya sudah mulai menggerakkan jari tangannya pertanda sebentar lagi Maya akan sadar dari tidur panjangnya. setelah operasi besar yang dijalaninya dibantu oleh dokter Avena dan rekannya.
Surya menghampiri maya
"Sayang Apa kau mendengarku?
"Terima kasih kau sudah berjuang untuk Mas. Mas yakin kamu dapat bertahan karena cinta dan kasih sayangmu yang begitu besar untuk Mas dan juga Putra kita. Kau tahu sayang Putra kita sangat tampan sama seperti Mas bibirnya seperti bibir kamu. Ayo Sayang buka matamu kau pasti akan mampu melewati semuanya. Mas janji mas tidak akan memberikan ampunan kepada orang yang tega menganiaya kamu.
__ADS_1
"Kau tahu sayang!" kau sudah membuat aku sangat kwatir. Dokter memberikan pilihan yang sulit kepada mas. Mas tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Rasanya langit seakan runtuh menimpa tubuh mas, ketika dokter meminta memilih antara kalian berdua.
Dengan terpaksa harus menandatangani kalau kamu yang mas pilih untuk diselamatkan sejujurnya saat itu, mas bukan tidak menyayangi putra kita. Tetapi karena rasa cinta dan kasih sayang kamu kepada Mas dibantu oleh dokter ahli dokter Avena yang merupakan adik kandung asisten mas sendiri, yang sudah lama kami cari cari.
Kau tahu, ternyata dokter Avena itu adalah adik kandung Zidan yang waktu itu mas ceritakan kepadamu. Kamu pasti penasaran kan Bagaimana sosok adik kandung Zidan?
"Ayo bangun sayang, kau juga ingin melihat Putra kita yang tampan bukan?ucap Surya.
Ketika Surya berusaha untuk membangunkan istrinya, tiba tiba Maya mengingau
"Tolong jangan siksa aku dan bayiku. aku akan memberikan segala apa permintaanmu asal kau melepaskanku dan juga anakku."teriak Maya di bawah alam sadarnya. Mendengar Igauan, Maya Surya sangat kuatir dengan kondisi psikologis Maya.
"Sayang bangun, tidak ada yang ingin menyakitimu di sini. Mas akan selalu ada disisimu. Semua orang-orang yang di sini sangat menyayangimu. Kau tahu betapa sedihnya aku ketika mendapat kabar tentangmu? mas tidak dapat berpikir jernih. mas sudah seperti orang gila ketika mendengar kabar tentang.
"Ayo bangun Sayang, Kamu pasti bisa melewatinya semua ini." ucap Surya sembari meneteskan air matanya dan mengecup kening Maya. Air mata Surya menetes tepatnya di bibir manis Maya. Entah karena air mata itu sehingga Maya mulai membuka kelopak matanya.
"Apa Aku sudah di surga? tanya Maya sembari menelisik seisi ruangan
"Aku masih hidup?
"Iya sayang!"
kemudian Maya meraba perutnya yang sudah rata.
"Dimana anakku?
"Putra kita ada di ruang bayi, kamu tenang saja dia baik-baik di sana. Kau tahu sayang Putra kita sangat tampan. tentunya dia mewarisi wajah papinya dan maminya yang tampan dan juga cantik sepertimu.
__ADS_1
"Tapi wajahku tidak secantik dulu lagi mas, karena luka di wajah ku pasti akan membekas.
"Kamu tenang saja, Mas memiliki dokter ahli di bidang itu dan wajahmu Akan Kembali seperti sedia kala. Kamu jangan kuatir."ucap Surya meyakinkan istrinya.
Mendengar Surya berbicara dengan seseorang di ruangan Maya, Mami Yolanda Ibu Nurhayati dan juga Pak Alberto langsung masuk ke ruang rawat inap Maya. Alangkah terkejutnya mereka bahwasanya Maya sudah sadarkan diri.
"Allahu Akbar......
"Allahu Akbar......
"Allahu Akbar......
"Putriku yang cantik kau sudah sadar? Terima kasih kau sudah kembali kepada kami." ucap Ibu Nurhayati sembari langsung meneteskan Air matanya. Ibu Nurhayati tidak dapat membendung air matanyamelihat penderitaan yang dirasakan maya karena perbuatan orang-orang yang berniat jahat kepadanya.
Pak Alberto tidak dapat membendung air matanya. Tentunya air mata kebahagiaan karena putrinya selamat dari jurang maut.
"Selamat sayang sekarang cucu Papi sudah ada dua tentunya ada intan dan juga cucu laki-laki Papi,jagoan Papi. Tentunya ahli waris dari harta kekayaan Papi seluruhnya." ucap pak Alberto Pak Albert sembari mengembangkan senyumnya dan mengecup kening Maya.
"Bintang di mana Pi?
"Mungkin dia kelelahan, sehingga dia tertidur di tempat tidur sebelah." ucap Surya sembari menunjukkan arah bintang yang tertidur pulas Di samping tempat tidur Maya tetapi dibatasi dengan gorden.
"Kasihan putriku, pasti dia sangat khawatir kepada ku bukan?
"Iya Sayang!" semenjak Bintang mengetahui kalau keadaan kamu cukup berbahaya, bintang tak henti-hentinya menangis. Mungkin karena dia kecapekan menangis sehingga bintang tertidur pulas sekarang.
"Maafkan Maya sudah membuat kalian semua khawatir.
__ADS_1
"Kamu tidak Salah sayang. Mengapa kau harus minta maaf?
Bersambung.....