
"Terima kasih atas kebaikan Mu dokter tetapi apa kedua orang tuamu akan menerimaku? di rumah mereka?
"Tentunya mereka mau, aku yang akan memberikan nafkah kepadamu. Untuk itu jangan pernah berniat untuk melenyapkan bayi yang tak berdosa itu."ucap dokter Avena kepada wanita itu.
Wanita yang lagi hamil muda itu berpikir sejenak. Kemudian wanita itu menganggukan kepalanya pertanda dirinya setuju akan usulan dokter Avena . Setelah memastikan Kalau dokter Avena benar-benar membantunya untuk membiayai kehidupannya sehari-hari dan biaya bersalin nya kalah.
****
Yul, sepertinya perutku sudah lapar kita makan dulu yuk Nanti kita lanjutkan lagi pekerjaannya.
"Maaf pak Zidan sepertinya lebih baik anda duluan deh karena saya membawa bekal dari rumah.
"Bekal?
"Kamu serius?
"Ya pak!"
"Mau dong."
"Bapak serius mau memakan bekal saya? ini masakan kampung loh." ucap Yuli tidak percaya diri kalau Zidan akan memakan bekal miliknya.
"Kenapa tidak mau? justru makanan seperti ini yang aku rindukan. Aku sangat merindukan masakan seperti ini sama saat yang dilakukan Ibuku saat aku masih kecil dulu. Apa kau ingin berbagi kepada aku?
"Tentu pak Zidan dengan senang hati, Lagian kebetulan saya membawa bekal nya lebih itupun kalau bapak mau."ucap Yuli kepada Zidan sambil memberikan bekalnya sebagian kepada Zidan.
"Yul ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepadamu."
"Memangnya ada apa Pak? apa ada pekerjaan saya yang tidak sesuai dengan permintaan perusahaan?
"Ini bukan masalah pekerjaan. Tetapi Ini masalah pribadi yang selama ini sudah saya pendam." ucap Zidan memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya kepada Yuli yang selama ini sudah ia pendam. Tetapi untuk hari ini sepertinya sudah tidak bisa memendamnya lagi karna rasa cintanya kepada Yuli semakin dalam.
Hingga Zidan mengumpulkan keberaniannya untuk mengutarakan perasaannya kepada Yuli
__ADS_1
" Yul Aku sangat mencintaimu." ucap Zidan dengan lantang membuat Yuki mengerutkan keningnya.
"Yuli yang menganggap kalau zidan itu bercanda diam sejenak.
" Pak kalau bercanda, jangan waktu mau makan dong nanti selera makan saya jadi hilang."ucap Yuli kepada Zidan.
"Saya tidak bercanda Yuli!" Saya benar-benar sangat mencintaimu Yul." ucap Zidan sembari meraih tangan Yuli.
Yuli menatap Zidan dengan seksama. Yuli berusaha mencari kebohongan di mata Zidan tetapi ia tidak menemukan kebohongan di sana.
"Bapak serius?
"Saya serius, saya sangat sayang dan cinta sama kamu. Aku mohon terimalah cintaku Yul." ucap Zidan kepda Yuli dengan tulus.
Yuli terdiam ia tidak dapat mengeluarkan sepatah kata pun. Karena ia sedikit canggung ketika mendengar Zidan mengungkapkan isi hatinya kepada Yuli.
"Kalau kamu belum bisa menjawabnya sekarang, tidak apa-apa tetapi yang pasti aku akan setia menunggumu sampai Kamu siap menjadi ibu dari anak-anakku kelak."ucap Zidan terlihat serius.
Sejujurnya Yuli juga memiliki perasaan yang sama kepada Zidan. Tetapi Yuli takut kecewa jika cintanya bertepuk sebelah tangan. Tetapi karena Zidan yang memulai mengungkapkan isi hatinya membuat hati Yuli merasa lega. Yang ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.
"Ya Yul, saya sangat serius Sebenarnya saya sudah menyukaimu Sejak pertemuan kita pertama sekali saat kamu memberikan tumpangan kepadaku.
Kamu tahu jika kamu tidak memberikan tumpangan padaku saat itu maka client besar dari perusahaan Dirgantara grup akan melayang begitu saja yang dapat keuntungan miliaran rupiah. Pastinya Surya akan sangat kecewa kepada saya jika saya tidak dapat mendapatkan proyek itu." ucap Zidan kepada Yuli.
"Apakah kamu memiliki perasaan yang sama kepadaku? Zidan balik bertanya kepada Yuli. Yuli tidak dapat langsung menjawab ia hanya diam dan menatap Zidan dengan tatapan penuh tanya
"Kenapa kamu diam Yul?
Yuli mengembangkan senyumnya sembari membuka Tupperware bekal miliknya.
"Apa tidak ada tempat yang lumayan romantis untuk mengungkapkan perasaan Mas Zidan kepadaku? mas Zidan tidak romantis banget sih!" masa di ruang kantor mengungkapkan isi hati kepada seorang wanita yang ia cintai," ucap Yuli sambil sedikit tertawa cengengesan.
Zidan pun ikutan tertawa mengingat dirinya mengungkapkan perasaannya begitu saja kepada Yuli di ruangan kantor.
__ADS_1
"Maaf kalau Saya tidak seromantis yang kamu harapkan. Tetapi itulah yang ada di dalam isi hatiku. Jujur saya sudah tidak bisa memendam perasaan itu lagi. Sehingga saya mengungkapkannya langsung kepada kamu di sini.
"Sudah tidak perlu dipikirkan, saya hanya bercanda kok. Lebih baik kita makan dulu perutku sudah mulai keroncongan. Tadi mas sudah bilang Kan kalau mas juga sudah lapar? ucap Yuki kepada Zidan sambil mengembangkan senyumnya.
"Jadi bagaimana nih jawaban kamu? Tanya Zidan.
"Sudah yang lain aja kita bahas sekarang. Itu nanti deh kita bahas lebih baik kita mengisi perut kita dulu." ucap Yuli
"Tapi Yul!" hatiku belum tenang kalau kamu belum menjawabnya." sahut Zidan
Yuli langsung terkekeh melihat wajah Zidan yang begitu menggemaskan menurutnya. menuntut jawaban yang pasti darinya. Yuli langsung mengecup wajah tampan Zidan dengan sekilas. Membuat tubuh Zidan bagai tersengat listrik mendapat kecupan hangat dari Yuli.
"I love you too!" sahut Yuli dengan nada sekecil mungkin.
"Coba katakan sekali lagi!"
"Ih gemesin banget sih, I love you too Pak Zidan yang terhormat."ucap Yuli dengan suara sedikit meninggi. Membuat Zidan langsung meraih tubuh Yuli ke pelukannya.
"Kamu serius?
Yuli menganggukkan kepalanya, membuat hati Zidan bagai terbang ke langit ke-7.
Terima kasih Yul!" ternyata kamu memiliki perasaan yang sama kepada aku. Jujur Hari ini aku sangat bahagia sekali mendengarnya sayang." ucap Zidan kepada Yuli dan kata-kata sayang keluar begitu saja dari Zidan.
"Sudah puas dengar jawabanku kan?" sekarang lebih baik kita langsung makan Soalnya cacing-cacing di perut Yuli sudah berdemo meminta jatah."ucap Yuli Sambil tertawa cengengesan.
Dokter Avena dan wanita hamil muda itu pun sudah tiba di rumah keluarga David. Ibu Canda yang melihat Dokter Avena pulang ke rumah tidak sendirian membuat dirinya mengerutkan keningnya.
"Siapa wanita itu? tanya Canada di dalam hati sembari menatap wanita yang lagi hamil muda itu, dari ujung kaki hingga ujung rambut. Membuat wanita itu sedikit risih dengan tatapan ibu Canada.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
jangan lupa like coment dan votenya ya