
Zidan mengembangkan senyumnya menatap istrinya dengan tatapan cinta. Sebenarnya tanpa Mami Yolanda juga memberikan fasilitas itu kepada mereka Zidan juga yuli Zidan sudah mempersiapkan dana untuk perjalanan bulan madu mereka, hasil kerja keras Zidan semenjak bekerja dan mengabdi di perusahaan Dirgantara.Tetapi karena mami Yolanda yang ingin memberikan kado spesial untuk pernikahan Zidan dan Yuli. sehingga Zidan pun tidak dapat menolak pemberian dari mami Yolanda.
Yuli sangat menikmati perjalanan bulan madu mereka di kota San Diego California. Zidan membawa Yuli Ke beberapa tempat wisata yang ada di sana. Salah satunya Balboa park biasanya di Balboa Park terdapat beberapa museum, taman dan ruang hijau dan pameran Panama California. Membuat Yuli semakin menikmati perjalanan bulan mereka
Zidan juga membawa Yuli ke Sea Word San Diego yang letaknya tepat di mission bay California. Zidan dan Yuli benar benar bahagia dapat menikmati perjalanan sampai ke Sea Word. Tak lupa, Zidan juga membawa Yuli menikmati indahnya kota san Diego tepatnya di Gaslamp Quarter yang mampu membuat suasana semakin indah.
Visual Zidan dan Yuli
Ketika Zidan dan Yuli selesai melakukan perjalanan di beberapa tempat wisata di kota San Diego California, Mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Yuli. Ketika perjalanan mereka begitu menyenangkan dan pengalaman terbaru buat Yuli. Karena sebelumnya Yuli sama sekali belum pernah melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Mas sepertinya Yuli sudah lapar. Lebih baik kita pesan makanan dari luar saja deh.Tidak perlu pergi ke resto. Kita makan di kamar saja." ujar Yuli sambil mengembangkan senyumnya menatap Zidan dengan tatapan penuh arti. Yuli memilih makan di kamar Karena ia merasa sedikit lelah setelah satu harian bepergian menikmati objek wisata yang ada di kota San Diego California.
Ya sudah tidak masalah Sayang, lebih baik kita langsung pesan makanan saja. Mas juga sudah gerah dan langsung ingin mandi." ucap Zidan sambil berlalu masuk ke kamar mandi. Ketika Zidan berada di kamar mandi, Yuli pun memesan makanan berharap. Setelah selesai membersihkan diri mereka langsung dapat menikmati menu makanan yang sudah Yuli pesan.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Zidan pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Ketika Zidan sudah keluar, giliran Yuli yang ingin membersihkan diri.
Entah karena suasana sudah semakin dingin membuat Yuli lebih mempercepat ritual mandinya. Alih-alih Zidan menggunakan pakaian yang sudah disediakan Yuli sebelumnya. Ia justru duduk santai di tepi ranjang yang ada di kamar hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1
Yuli sama sekali tidak tahu kalau saat itu suaminya belum menggunakan pakaian, hanya saja menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya setelah keluar dari kamar mandi.
Yuli keluar dari kamar mandi, setelah selesai melakukan ritual mandinya.Ia ingin langsung menggunakan pakaian yang sudah ia siapkan sebelumnya. Alih-alih dapat menggunakan pakaian yang sudah ia siapkan, justru ia langsung dipeluk Zidan dari belakang. Membuat Yuli sedikit terkejut mendapatkan serangan mendadak dari suaminya.
"Ya Allah Mas.....,Mas buat Yuli terkejut saja." gerutu Yuli tetapi Zidan seolah tak peduli akan ocehan istrinya. Ia terus memberi kecupan demi kecupan di leher jenjang Yuli. Perlahan kecupan itu beralih ke bibir Yuli.
Hal itu membuat Yuli semakin menikmati kecupan suaminya. Ia pun membuka rongga mulutnya agar Zidan dapat memainkan lidahnya, di sana lidah kedua insan itu pun saling bertautan. Membuat suara de$@han demi de$@han sudah mulai berkumandang di kamar hotel, tempat Yuli dan Zidan menginap.
Entah siapa yang memulai sehingga handuk yang dililitkan di tubuh Yuli dan Zidan sudah tidak berada di tubuh Mereka lagi. Zidan langsung menggendong tubuh Yuli ke atas ranjang yang berukuran King size yang disediakan oleh pihak hotel.
Sehingga lekuk tubuh Yuli terlihat jelas di mata Zidan. Hal itu membuat Zidan semakin menikmati indahnya tubuh Yuli yang begitu candu untuknya. Sore itu memang benar-benar membuat kedua insan itu dimabuk asmara.
Hal itu membuat Yuli semakin merasa tidak mampu menahan segala apa yang ia rasakan saat ini. Yuli merasakan sensasi yang sangat luar biasa ketika suaminya memainkan adik kecilnya. Perlahan demi perlahan di bagian lembah sungai yang paling dalam milik Yuli.
Hingga Zidan dan Yuli pun benar-benar mencapai puncaknya. Zidan memberikan kecupan hangat di kening dan di bibir manis Yuli. "Terima kasih sayang kamu benar benar memberikan kebahagiaan di hati Mas. Mudah-mudahan benih cinta kita segera tumbuh di sini." ucap Zidan sambil mengelus perut Yuli yang masih rata.
Sama-sama Mas, itu sudah kewajiban Yuli sebagai istri melayani mas, dengan segenap hati. Yuli juga menginginkan hal yang sama seperti yang mas inginkan. Mudah-mudahan benih Cinta Kita segera tumbuh di sini." ucap Yuli sambil langsung memeluk suaminya.
Yuli pun kembali lagi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena ulah suaminya yang meminta dirinya melayani Zidan malam itu. Tetapi Yuli sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Ia sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai istri.
__ADS_1
Yuli tidak ingin berdosa jika menolak keinginan suaminya yang ingin minta layanan dari Yuli. Zidan mengikuti Yuli masuk ke kamar mandi, kembali membersihkan diri. Setelah permainan panas mereka lakukan sore itu. "Mas.....padahal tadi Yuli sudah sangat lapar loh, sepertinya makanan yang Yuli pesan tadi akan dingin nanti." ucap Yuli sambil bersiap-siap keluar dari kamar mandi.
Karena ia merasa suhu sudah semakin dingin. Zidan juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yuli, mereka Langsung menggunakan baju tidur yang sudah disiapkan Yuli sebelumnya sebelum permainan panas itu mereka lakukan.
"Ya sudah kalau begitu kita langsung makan saja deh." ucap Yuli setelah selesai menggunakan pakaiannya, perut Yuli sudah mulai keroncongan. Membuat Zidan langsung tertawa cengengesan mendengar suara cacing-cacing di perut Yuli sudah berdemo meminta jatah.
Ketika Zidan mentertawakan, Yuli tiba-tiba suara perut Zidan juga terdengar jelas di telinga Yuli. Membuat Yuli langsung tertawa ngakak mendengar bunyi dari perut Zidan. Itu artinya cacing-cacing yang ada di perut Zidan, juga sudah berdemo meminta jatah.
"Sok-sok bilangin Yuli saja, tuh dengar suara cacing-cacing mas sudah benar-benar demo meminta diisi." ucap Yuli sambil tertawa ngakak.
Sebenarnya bukan karena mereka tidak makan di tempat wisata yang mereka jalani. Tetapi menu makanan yang disediakan di sana, tidak cocok di lidah Yuli. Sehingga Yuli memilih makan di hotel tempat mereka menginap. Kebetulan di hotel tempat mereka menginap menyediakan menu makanan khas Indonesia.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak
__ADS_1