Mama Muda

Mama Muda
INGIN BEBAS


__ADS_3

Maya menatap suaminya ketika melihat pak Anggara dan ibu Amora bersujud di kaki Maya.


"Tapi pak, kasusnya sudah ada di tangan kejaksaan dan hakim yang memvonis hukuman untuk Sandra, jadi Maya sudah tidak bisa membantu ibu. Semuanya sudah terlambat, seandainya Sandra masih belum sidang, mungkin Maya bisa membantu Pak Anggara dan Ibu Amora.


Sejujurnya Maya sangat kasihan melihat pak Anggara dan Ibu Amora yang bersujud dikakinya. Tetapi Maya tidak semudah itu tergoyahkan oleh Pak Anggara. dan juga Ibu Amora. ia pun dengan tegas mengatakan kepada Pak Anggara dan ibu Amora kalau dirinya tidak bisa membantu membebaskan dokter Sandra dari balik jeruji besi.


Dengan alasan karena persidangan sudah dilaksanakan dan kasusnya sudah ditangani kejaksaan negeri dan juga hakim. Jadi mereka tidak memiliki hak untuk mencabut gugatan itu kembali karena dokter Sandra terbukti bersalah.


Maya cukup menyayangkan dokter Sandra dengan gegabah mampu melakukan hal yang membuat dirinya harus berurusan di kantor polisi dan berujung di balik jeruji besi.


"Maafkan kami nak Maya, Pak Anggara dan Ibu Amora, sejujurnya Maya juga tidak ingin kejadiannya seperti ini. Tetapi kasusnya sudah berbeda, jikalau saat belum diadakan persidangan, Mungkin Maya bisa membantu dokter Sandra bebas dari hukuman. Tetapi karena dokter Sandra sudah sidang hingga, Maya tidak bisa berbuat apa-apa." ucap Maya meminta maaf kepada Pak Anggara dan juga Ibu Amora.


Pak Anggara dan ibu Amora menangis sesunggukan, mereka sudah tidak tega melihat putri semata wayangnya mendekam di penjara. Harga diri mereka yang mereka pertahankan selama ini dibuang begitu saja asalkan dokter Sandra bebas dari penjara. Tetapi usaha mereka gagal Setelah Maya tidak dapat membantu mereka membebaskan dokter Sandra keluar dari penjara.


"Apa yang harus kami lakukan agar sandra bebas dari penjara? dia sudah menyesali perbuatannya Tolong maafkan Sandra kata Pak Anggara dan ibu Amora kepada Surya sumber bersujud di kaki Surya setelah mereka membujuk Maya.


"Maaf Pak Anggara, Ibu Amora, saya sama sekali tidak bisa membantu anda.Karena kasusnya sudah berada di tangan pihak hakim Dan juga kejaksaan negeri. dan Lagian sudah ketuk palu. Jika kalian mau silakan ajukan banding Siapa tahu meringankan hukuman Sandra Surya kepada kedua orang tua Dr Sandra.


Merasa mereka tidak berhasil membujuk surya dan Maya, Pak Anggara dan ibu Amora pun berpamitan pulang dari sana. Berharap ada keajaiban yang mampu bisa membebaskan Putri semata wayang mereka. Setelah kepergian Pak Anggara dan ibu Amora, Maya berbicara kepada Surya mengenai kasus yang menimpa dokter Sandra.

__ADS_1


"Mas Apa benar kita tidak dapat mencabut gugatan kita lagi?"terhadap dokter Sandra?


"Tidak sayang karena kasusnya sudah ditangani oleh pihak hakim dan kejaksaan negeri. Makanya sebelum disidang waktu diberikan kepada keluarga untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.


Jadi di dokter Sandra harus menjalani hukumannya?


"Ia seperti itulah sayang makanya sebelum berbuat kita harus berpikir terlebih dahulu agar perbuatan kita tidak merugikan orang lain dan juga merugikan diri kita sendiri." ucap Surya kepada Maya, istri yang paling sangat ia cintai.


Sementara di tempat lain Pak Alberto dan Bu Nurhayati sudah menyelesaikan meeting sekaligus makan siang bersama istri yang paling ia cintai.


"Sayang apakah kamu sudah bosan?


"Kenapa Nur harus bosan jalan sama suami Nur sendiri Mas?


"Tidak Mas, lebih baik kita sekarang pulang kasihan bintang Mungkin dia sudah kecarian.


"Kan ada Maya dan Surya sayang!"


"Mas lupa yah, Maya tidak bisa terlalu kecapekan karena dia sedang hamil."ucap Ibu Nurhayati kepada suaminya.

__ADS_1


Pak Alberto menepuk jidatnya, iya pun sekilas melupakan jika Maya sedang mengandung cucu mereka.


"Habis Mas ingin berlama-lama sama kamu sayang."


"Di rumah juga kan bisa Mas. ucap Bu Nurhayati sambil mencium wajah tampan suaminya. Membuat hati Pak Albert begitu bahagia bahkan bagai terbang di awang-awang mendapat cuman sekilas dari ibu Nurhayati istri yang paling sangat ia cintai saat ini.


"Mas beruntung memiliki istri seperti kamu, mas bersyukur Allah mengirimkan kan kamu menjadi istri mas, melalui surya dan juga Maya, ucap pak Alberto sembari meraih tangan istrinya berjalan menuju parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil. Setelah berada di dalam mobil, Alberto langsung melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya menuju kediaman Alberto.


"Bagaimana menurut kamu perjalanan kita hari ini apakah kamu senang sayang?


"Iya Mas, Nur bahagia di samping Mas bisa bekerja, Kita juga bisa ngedate bareng seperti anak-anak muda lainnya. ucap Ibu Nurhayati sambil cengengesan.


Kalau begini caranya, Mas pasti sudah tidak kuat jika kita sudah berada di rumah. Bisa-bisa Mas melahapmu sampai 3 ronde sayang."ucapan Alberto yang mampu membuat Ibu Nurhayati membulatkan matanya.


"Kamu ya Mas, otak mesum kamu masih saja menari-nari disini," ingat umur Mas, sudah tidak muda lagi. Memang sudah tidak muda tetapi Mas masih kuat tidak kalah kuat dengan anak yang masih muda. Secara Mas masih bugar nih ucapan Alberto kepada Bu Nurhayati percaya diri.


Dua jam didalam mobil milik Pak Alberto menelusuri jalan raya dengan kemacetan yang luar biasa yang mereka jalani membuat mereka memakan waktu 2 jam di dalam mobil menuju kediaman keluarga Alberto. Akhirnya mereka tiba di kediaman Pak Alberto.


"Alhamdulillah ternyata kita bisa sampai juga setelah melewati macetnya jalan ibukota.

__ADS_1


"Iya Mas, mas kok bisa macet banget ya."ucap Bu Nurhayati sembari berjalan mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah. Mereka sudah melihat Maya dan Surya sedang bersantai menonton di ruang santai.


Bersambung.....


__ADS_2