Mama Muda

Mama Muda
PASANGAN BUCIN


__ADS_3

Ketika Maya dan Surya kembali dari rumah sakit, Pak Alberto dan Bu Nurhayati berniat untuk menemui client bisnisnya di salah satu restoran ternama yang ada di kota Jakarta.


Terlihat Ibu Nurhayati dan juga Pak Alberto tampak serasi. Apalagi Bu Nurhayati mengenakan gaun senada dengan tas dan sepatu high heels yang tidak terlalu tinggi. Membuat aura kecantikan wanita paruh baya itu semakin terpancar. Pak Alberto sangat kagum melihat kecantikan istrinya yang baru beberapa bulan dinikahinya.


"Ayo Mas......" Nur sudah siap!"ucap Nurhayati kepada suaminya yang sedari melihat istrinya.


"loh Mas, kok malah bengong? ucap Nurhayati sembari melambaikan tangannya di wajah Pak Alberto. Membuat bab Alberto sontak langsung mengembangkan senyumnya.


"Mas kenapa?


"Kamu cantik banget sayang!"


"Ya Allah Mas....... "ingat umur dong, masih saja menggombal.


"Memangnya siapa yang menggombal sayang?"


"Tadi Mas menggombal Nur."


"Mas tidak menggombal sayang."Ucap pak Alberto sembari langsung mengecup wajah cantik istrinya.


Melihat interaksi kedua orang tua mereka, Maya dan Surya pun tertawa cengengesan.


"papi sama mami menyalahkan keromantisan Maia dan mas Surya."ucap Maya kepada Pak Alberto


"Makanya kalian juga harus romantis seperti Papi dong." ucap pak Alberto kepada Maya dan juga Surya. Membuat surya dan Maya langsung tertawa ngakak melihat tingkah lelaki paruh baya itu.


"Ya sudah deh, titip Bintang sama kalian. Papi dan Ibu berangkat dulu."Ucap pak Alberto dan juga diikuti oleh ibu Nurhayati. Setelah berada di dalam mobil milik Pak Alberto, Pak Alberto melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju restoran tempat Pak Alberto janjian dengan Clientnya.

__ADS_1


"Papi sama mami seperti ABG saja ya mas,"


"Dasar pasangan bucin Abis." gumam maya dalam hati sembari tertawa cengengesan.


"Kamu kenapa ketawa sayang?


"Ngak apa apa, cuma Maya tidak bisa membayangkan jika Maya akan menjadi memiliki adik lagi." ucap Maya kepada Surya sembari terkekeh.


****


Sepanjang perjalanan Ibu Nurhayati hanya diam. Ibu Nurhayati sengaja tidak mengajak Pak Alberto Berbicara saat Pak Alberto mengendarai mobil yang mereka tumpangi. Rasa trauma yang dimiliki oleh ibu Nurhayati saat Kakak Raditya Dirgantara meninggal dunia akibat kecelakaan yang menimpa mereka di tol Jagorawi.


Pada saat itu, Nurhayati meminta kepada kakaknya Raditya Dirgantara untuk menghantarkan dirinya ke kawasan puncak untuk menghadiri pesta reuni dari alumni sekolah Nurhayati.


Tetapi naas Di tengah perjalanan mereka mengalami kecelakaan dan nyawa Raditya Dirgantara sang kakak tercinta tidak tertolong. Sedangkan Nurhayati mengalami koma selama satu bulan.


"Kamu kok diam saja sayang?


Bu Nurhayati diam dan hanya menggelengkan kepalanya. Bu Nurhayati tidak berbicara apapun. Sehingga Pak Alberto merasa ada berbuat salah kepada Bu Nurhayati.


"Apa Mas ada salah sama kamu sayang?


Bu Nurhayati tetap tidak menjawab ia memilih hanya menggelengkan kepalanya. Pak Alberto pun tidak mengulangi pertanyaannya lagi.Tetapi ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Ketika Pak Alberto merem mendadak, saat salah satu mobil berusaha menyalip mobil yang mereka tumpangi. Bu Nurhayati Langsung menangis histeris dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Kamu kenapa sayang?

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa, maafkan mas sudah mengerem mendadak. Soalnya ada mobil yang tiba-tiba menyalip mobil kita."ucapan Alberto kepada Bu Nurhayati.


Bu Nurhayati hanya terdiam ia sangat syok jantungnya berdegup kencang. Itu dapat dirasakan oleh Pak Alberto saat berdekatan dengan ibu Nurhayati.


"Kamu tenang saja sayang, kita tidak apa-apa Kok." ucap Pak Alberto sembari mengelus punggung istrinya. Setelah merasa agak Tenang, pak Alberto kembali melajukan mobilnya ke arah restoran.


Setelah lima belas menit kemudian, mereka pun tiba di sana. Ketika pak Alberto dan ibu Nurhayati sudah turun dari mobil, Pak Alberto kembali berusaha menenangkan Ibu.


"Kamu kenapa?


"Maafkan mas?


"Mas tidak sengaja tadi."Ucap pak Alberto menebak-nebak Mengapa istrinya menangis.


Bukan karena itu mas!" mas tidak salah apa-apa. Cuman rasa trauma yang Nur miliki membuat Nur seperti ini.


"Rasa trauma?


"Iya Mas!"


"Ada apa sebenarnya sayang coba cerita sama mas."


"Tidak enak cerita sekarang, Nanti saja setelah Mas selesai meeting, baru Nur akan cerita sama mas."


"Ya sudah kalau begitu kita masuk saja " Kemudian Pak Alberto dan ibu Nurhayati pun masuk ke dalam restoran.Mereka sudah melihat orang yang ingin mereka temui sudah menunggu di dalam restoran.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2