Mama Muda

Mama Muda
MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIR


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah Ibu Maria mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Dirgantara Group, terlihat kondisi kesehatan ibu Maria sama sekali tidak memiliki perkembangan apa-apa. Surya Dirgantara sudah memerintahkan dokter yang paling ahli di bidangnya untuk menangani Ibu Maria.


Tetapi tubuh ibu Maria sama sekali tidak merespon obat yang sudah diberikan dokter kepadanya. Entah apa yang terjadi sehingga tubuh ibu Maria sama sekali tidak merespon obat itu. Bahkan dokter sudah memberikan obat yang paling bagus untuk Ibu Maria tetapi tubuh ibu Maria tetap tidak merespon obat itu.


Hal itu membuat tim dokter dan suster yang menangani Ibu Maria sangat khawatir yang mana mereka khawatir kalau Ibu Maria tidak dapat diselamatkan. Dokter itu pun menghubungi Surya Dirgantara untuk memberitahu kondisi Ibu Maria sebenarnya. Ketika dokter itu menghubungi Surya Dirgantara, Surya Dirgantara pun datang ke rumah sakit Dirgantara untuk membicarakan perihal kondisi kesehatan ibu Maria.


Surya Dirgantara sudah tiba di ruangannya. dokter langsung menghampiri Surya. kemudian dokter itu pun menjelaskan apa yang terjadi kepada Ibu Maria, sehingga kondisi kesehatan ibu Maria sama sekali tidak memiliki perkembangan apa-apa justru kesehatan ibu Maria saat ini semakin drop.


Riska yang mendengar penjelasan dokter pun Menangis histeris. Ia tidak bisa membayangkan harus kehilangan Ibu Maria. Padahal Ia sudah berjuang agar Pak Alberto dan Surya Dirgantara untuk membebaskan Ibu Maria berharap Ibu Maria dapat pulih kembali.


Surya meminta tim dokter agar melakukan pengobatan terbaik kepada Ibu Maria. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Ibu Maria telah menghembuskan nafas terakhirnya siang itu Riska tidak sanggup mendengar ketika dokter mengatakan kalau Ibu Maria sudah tiada. Riska benar-benar terpukul mendengar berita duka itu.


Surya yang merasa tidak tega melihat Riska pun tidak dapat membendung air matanya, Ia menghubungi Maya untuk memberitahu kalau Ibu Maria saat ini sudah tiada. Tidak lupa Surya juga memberitahu kepada Pak Alberto dan keluarga Dirgantara lainnya.


Hari itu juga, Ibu Maria disemayamkan di rumah kerabat dekat Ibu Maria. Terlihat yang hadir di sana hanya keluarga Dirgantara dan jajarannya. Tidak ada anggota keluarga lainnya. Yang ada hanya Riska dan adik sepupunya.


Maya merasa tidak tega melihat kondisi Riska yang sangat terpukul akan kepergian Ibu Maria. Tetapi ia juga tidak dapat berbuat apa-apa. Yang dapat mereka lakukan hanyalah berdoa agar dosa-dosa Ibu Maria selama hidupnya diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala.


"Mama....mama!" teriak Riska ketika jenazah Ibu Maria dimasukkan ke dalam liang lahat. membuat setiap orang yang hadir di sana tidak dapat membendung air matanya mendengar suara teriakan tangis Riska.


"Ma.....mama!" jangan tinggalkan aku sendiri, Mama tidak sayang lagi kepada Riska? Siapa teman Riska ma? tangis Riska seolah belum ikhlas akan kepergian Ibu Maria.

__ADS_1


"Nak Riska,"tenanglah ikhlaskan ibu Mu lebih baik kita berdoa semoga Allah subhanahu wa ta'ala menempatkan Ibu Maria di sisinya." ujar Ibu Nurhayati menghampiri Riska yang terus menangis ketika Ibu Maria dimasukkan ke dalam liang lahat.


Pak Alberto menatap Riska dengan tatapan penuh arti. Sejujurnya Pak Alberto sangat kasihan melihat Riska saat ini. Saat ini Riska hidup sendiri tidak memiliki siapa-siapa sejujurnya Riska masih memiliki ayah kandung. Tetapi Riska tidak mengetahui Di mana keberadaan Ayah kandungnya. Semenjak Ibu Maria berpisah dengan ayah kandung Riska.


"Ibu aku harus ke mana? jika aku ikut bersama Pak Alberto atau Kak Maya itu sudah sungguh tidak adil buat mereka. Kita sudah berbuat jahat kepada Pak Alberto dan juga kak Maya, Ibu bawa Aku Pergi ratap Riska.


Maya berusaha menenangkan hati Riska. Berharap Riska kuat dalam menghadapi cobaan ini. Ia benar-benar kakak yang begitu perhatian. Padahal jika diingat segala kesalahan yang dilakukan ibu Maria dan Riska sewaktu mereka masih tinggal bersama sungguh kesalahan itu tidak dapat diampuni, oleh manusia biasa tetapi hati Maya begitu baik seperti malaikat.


Membuat dirinya tidak pernah mengingat kesalahan yang dilakukan Riska kepadanya. Apalagi di saat seperti ini, Riska sedang kehilangan sosok yang paling berarti di hidupnya.


Keluarga Dirgantara dan jajarannya pun berlalu dari makam Ibu Maria. Setelah pemakaman telah selesai dilakukan. Sementara Riska masih saja setia di sana meratapi nasibnya, yang kehilangan sosok ibu kandungnya.


Maya dan Surya Dirgantara sudah berusaha untuk membujuk Riska agar segera kembali ke rumah. Tetapi Riska memohon kepada Maya dan Surya agar membiarkannya tinggal Untuk sementara di makam ibunya. Maya dan Surya pun tidak dapat memaksa kehendak mereka sehingga Maya dan Surya pun meninggalkan Riska di sana.


"Riska!" Panggil pria itu. Riska tersentak Ia pun menghentikan tangisnya menoleh ke arah suara yang memanggil dirinya.


"Kamu!" peki Riska melihat sosok Aliando berada di sekitaran makam Ibu Maria.


"Kamu lagi ngapain Di Sini?"tanya Riska kepada Aliando yang penasaran melihat Aliando berada di TPU tempat Ibu Maria dimakamkan.


"Saya kebetulan berziarah ke makam ibu saya. Yang ternyata saya melihat kamu menangis di sini."ucap Aliando kepada Riska.

__ADS_1


"Saya sudah tidak memiliki Mama lagi Mama sudah pergi meninggalkan Riska untuk selamanya." ucap Riska sambil menangis sesungguhkan.


Aliando meraih tubuh Riska kepelukannya yang sabar ya. Mudah-mudahan Ibu Maria ditempatkan di sisi Allah subhanahu wa ta'ala ." ucap Aliando sambil mengelus pundak Riska. Berharap Riska bisa lebih tenang.


Kemudian Riska pun bertanya kepada Aliando bagaimana Aliando sehingga berada di TPU itu. Aliando pun memberitahu kepada Riska karena ibu kandung Aliando juga dimakamkan di sana.


Setelah berbicara kepada Riska, Aliando pun mengajak Riska berlalu dari pusara Ibu Maria. karena hari sudah semakin sore kebetulan sore itu cuaca sudah mendung.


"Lebih baik kita pulang saja ini sudah sore apalagi cuaca mendung sebentar lagi hujan." ucap Aliando kepada Riska dibalas anggukan dari Riska.


Kemudian Aliando dan Riska pun berlalu dari sana. Saya antar kamu pulang saja." ucap Aliando kepada Riska. "Saya mau pulang ke mana ke rumah saja saya tidak ada." ucap Riska membuat Aliando langsung terdiam ia bingung dengan apa yang dikatakan Riska.


"Maksud kamu apa Riska? tanya Aliando penasaran. Tentunya kamu sudah mengetahui apa yang terjadi selama ini hingga saya dan ibu saya berada di penjara. Pak Alberto dan kak Maya memang sudah memaafkan saya. Tetapi saya tidak enak hati untuk kembali lagi ke rumah itu." ucap Riska sambil menangis sesungguhkan.


Aliando terdiam. Ia berpikir sejenak sekilas ia tidak tega membiarkan Riska begitu saja hingga akhirnya Aliando pun membawa Riska ke apartemen miliknya. "Ya sudah kalau kamu mau lebih baik kamu untuk sementara waktu tinggal di apartemen saya dulu, sebelum kamu mendapatkan tempat tinggal." ucap Aliando kepada Riska.


" Jangan!" Saya tidak mau merepotkan kamu." ucap Riska kepada Aliando.


tidak saya tidak merasa direpotkan."sahut Aliando sambil melajukan mobil miliknya ke arah apartemennya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2