Mama Muda

Mama Muda
RISKA MINTA MAAF


__ADS_3

Kemudian sopir pribadi keluarga Dirgantara langsung melanjutkan mobilnya ke rumah utama Pak Alberto. Padahal sebelumnya Surya Dirgantara dengan Maya ingin pergi menemui David dan juga Laura. Tetapi karena Maya dan Surya melihat keberadaan Riska. Sehingga mereka mengurungkan niatnya pergi ke kediaman David dan memilih untuk membawa Riska bertemu dengan Pak Alberto.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 35 menit dari lokasi tempat Maya dan Surya bertemu dengan Riska, mereka tiba di rumah utama keluarga Pak Alberto. Ibu Nurhayati yang mendengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah utama, langsung keluar ingin melihat Siapa yang datang.


Sementara security yang bertugas menjaga keamanan rumah utama keluarga Pak Alberto sudah mengenal mobil Surya Dirgantara. Sehingga ia langsung membuka pintu gerbang agar mobil Surya dapat masuk dengan leluasa.


Ibu Nurhayati langsung keluar dan melihat Maya Wulandari dan Surya Dirgantara keluar dari mobil disusul oleh Riska. Membuat Ibu Nurhayati mengerutkan keningnya. Karena Ibu Nurhayati sama sekali tidak mengenal sosok Riska.


"Siapa wanita yang bersama Maya? tanya ibu Nurhayati di dalam hati sembari langsung menghampiri Maya dan Surya Dirgantara.


" Ibu!" sapa Maya Wulandari sambil langsung memberi salam dan memeluk Ibu Nurhayati. Surya memberi salam kepada Ibu Nurhayati. diikuti oleh Riska. Ibu Nurhayati mempersilahkan Maya, surya dan Riska masuk. Sementara pak Alberto baru selesai melakukan ritual mandinya.


Karena mendengar suara Maya dan surya di ruang tamu. "Sepertinya ada suara asing selain Maya dan juga Surya, tapi Siapa itu? gumam Pak Alberto dalam hati sambil berjalan menuju ruang tamu.


Ketika pak Alberto sudah berada di ruang tamu Riska Langsung menangis sesungguhkan dan bersujud di kaki Pak Alberto untuk meminta maaf kepada pak Alberto atas segala apa yang sudah ia perbuat kepada Pak Alberto.


Pak Alberto merasa heran melihat kehadiran sosok Riska di sana. Pak Alberto pun hanya terdiam tidak dapat berkata-kata. Pak Alberto merasa tidak percaya akan kehadiran Riska disana. Karena yang pak Alberto ketahui, kalau Riska masih di tahan.

__ADS_1


" Pa...., Maafkan Riska atas segala kesalahan Riska selama ini." ucap Riska sambil menangis sesungguhkan. Pak Alberto menatap Riska dengan tatapan sendu ia seolah tidak tega melihat tubuh Riska yang sudah kurus kering menangis bersujud di kakinya.


" lebih baik kamu duduk agar kita dapat berbicara dengan tenang." ujar Pak Alberto sambil menuntun Riska duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Sementara Ibu Nurhayati yang tidak mengetahui siapa sosok Riska bagi Pak Alberto dan Maya, Ia pun menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya.


Tetapi ibu Nurhayati memilih berlalu ke dapur ingin membiarkan wanita asing itu berbicara lebih leluasa dengan Pak Alberto. Ibu Nurhayati meminta kepada asisten rumah tangga yang ada di dapur untuk menyediakan dan menyuguhkan minuman dan makanan ringan, Buat putri dan menantunya.


"Bi, tolong buatkan minuman dan makanan ringan untuk nak Maya dan Surya ya Bi." ucap Ibu Nurhayati kepada asisten rumah tangga yang bekerja di sana. Asisten rumah tangga itu pun mengangguk paham. Ia pun langsung mengerjakan pekerjaannya sesuai apa yang diminta oleh ibu Nurhayati. Sedangkan ibu Nurhayati berlalu menghampiri Maya surya dan pak Alberto.


"Riska kamu sudah bebas? apa kamu dibantu seseorang? tanya Pak Alberto bertanya kepada Riska karena Pak Alberto mengetahui Riska bebas belum waktunya. Riska pun cerita kepada Pak Alberto mengenai apa yang ia alami selama berada di balik jeruji besi.


Riska juga memberitahu kepada Pak Alberto kalau kerabat dari Ibu Maria yang membantu membebaskannya. Riska juga terus meminta maaf kepada Pak Alberto atas apa yang terjadi di masa lalu. Riska juga memohon kepada Pak Alberto agar memaafkan Ibu Maria.


"Papa sudah memaafkanmu, jauh sebelum kamu datang meminta maaf kepada papa. Tetapi yang Ayah minta sama kamu, kamu harus berubah sikap supaya lebih baik.Tidak ada gunanya hidup serakah di dunia ini. karena di dunia ini tidak ada yang abadi.


Papa juga sudah memaafkan Ibu kami.Tetapi memaafkan bukan berarti hukuman tidak kalian jalankan. Papa juga minta maaf kepada kalian Karena papa sudah menjebloskan kalian ke penjara. Tetapi bagaimanapun negara kita negara hukum. Setiap orang yang bersalah haruslah dihukum. Sekalipun itu istri atau pun anak papa sendiri. ucap pak Alberto kepada Riska.


"Papa tidak salah menghukum atas kesalahan kami. kami sendiri yang salah. Yang selalu tidak pernah merasa cukup dan bersyukur atas apa yang sudah Papa berikan kepada kami. Tetapi kami sudah menerima ganjaran yang sudah kami lakukan. Hingga kami menjalani hukuman yang sepantasnya.

__ADS_1


Tetapi untuk kali ini, Riska memohon kepada papa dan kak Maya. Riska sudah tidak sanggup melihat tubuh Mama yang sekarang sangat kurus kering. Apalagi mama sekarang sudah sakit-sakitan di lapas. Riska memohon dengan sangat kepada papa dan kakak, agar membantu Mama keluar dari balik jeruji besi.


Sungguh Riska tidak patut meminta ini ke papa dan kakak. Tetapi itupun jika Papa dan kakak Maya mau Riska tidak dapat memaksa. Riska juga sudah melihat perubahan kepada Mama yang sudah menyesali segala perbuatannya. Riska mohon bantu Riska Pa." ucap Riska sambil terus menangis sesenggukan memohon kepada Pak label dan juga Maya.


Agar segera membebaskan Ibu Maria. Yang mana menurut keterangan dari Riska, kondisi kesehatan ibu Maria saat ini cukup memprihatinkan. Karena selama berada di balik jeruji besi Ibu Maria merasa terpukul. Tetapi menyesal sudah tidak ada gunanya. jiwa keras kepala Ibu Maria yang membuat dirinya sampai masuk kebuai.


sungguh Maya merasa tidak tega mendengar apa yang dikatakan Riska kepada mereka, mengenai kondisi Ibu Maria saat ini. Sehingga Maya ingin sekali melihat Ibu Maria berada di lapas dan ingin membantu membebaskan Ibu Maria dari hukuman yang ia jalani.


Maya benar-benar wanita yang tidak mampu Mendengar orang berkeluh kesah sedih kepadanya. Sehingga ia pun memohon kepada Surya Dirgantara dan Pak Alberto agar membantu Riska membebaskan Ibu Maria.


Surya Dirgantara dan Pak Alberto pun berpikir sejenak. Pak Alberto melirik ke arah Surya. seolah pak Alberto meminta persetujuan dari menantunya. Surya dirgantara yang paham akan tatapan Pak Alberto pun, langsung menganggukkan kepalanya. Pertanda permohonan Maya dan Riska akan segera mereka lakukan untuk membantu ibu Maria bebas dari balik jeruji besi.


Sementara di tempat lain, Aliando yang terlihat gelisah karena merindukan sosok Bintang. Ia ingin sekali bertemu dengan Bintang saat ini. Hingga Ia pun berniat untuk menghampiri bintang di kediaman Surya Dirgantara.


Aliando tidak dapat begitu saja datang ke sana. Aliando khawatir kalau Maya berprasangka buruk kepadanya. Sungguh Aliando benar-benar sangat merindukan sosok bintang. Yang mana bintang merupakan Putri kandung Aliando sendiri. tetapi Maya tidak pernah memberitahu kepada Bintang kalau Ayah kandungnya bukanlah Surya melainkan Aliando.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓


__ADS_2