
"Sudahlah sayang jangan menangis lebih baik sekarang kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar Papi segera pulih kembali dan Papi bisa sadar dari kembali' ucap Surya kepada Maya.
"Ya Allah mengapa ini semua terjadi di kehidupan Maya?" Maya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Papi." gumam Maya dalam hati sembari terus terisak.
Maya terus memanjatkan doa meminta kepada Alloh SWT agar pak Alberto sembuh dari penyakit Yang di derita Pak Alberto. Begitu juga dengan Surya. Iya begitu mengkhawatirkan kondisi kesehatan Pak Alberto. Karena bagaimanapun Maya pasti terpukul jika terjadi sesuatu kepada Pak Alberto.
Tiba-tiba Bintang datang menghampiri surya dan juga Maya. Bintang Melihat Maya menangis sesungguhkan membuat Bintang merasa sedih Melihat Maya yang terus menangis.
"Mami jangan menangis, opa pasti sembuh kok. Karna Bintang sudah berdoa kepada Alloh SWT agar Opa disembuhkan." ucap Bintang sambil menghapus air mata Maya , membuat Surya merasa iba melihat Maya. Padahal Surya sudah terus berusaha untuk menenangkan Maya.
Di tempat lain Zidan terlihat sibuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil surya di perusahaan Dirgantara group. Ia terpaksa harus menunda rencana pernikahannya dengan Yuli karena kondisi kesehatan Pak Alberto saat ini memburuk.
Apalagi Surya hanya mempercayakan perusahaan miliknya kepada Zidan. Orang yang satu-satunya dipercayai oleh Surya di perusahaannya.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan kalau rencana kita pulang ke kampung untuk meminta restu kepada kedua orang tua kamu kita undur lagi? soalnya kondisi kesehatan Pak Alberto saat ini sangat memburuk. sehingga Bos Surya meminta emas untuk menggantikannya di kantor ini.
Karena bos Surya sedang sibuk mengurus perusahaan Pak Alberto. Yang harusnya ditangani oleh Pak Alberto sendiri. Tetapi karena kondisi kesehatan Pak Alberto tidak memungkinkan membuat surya dan Maya mengambil alih tugas pak Alberto.
"Memangnya pak Alberto Sakit apa Mas?" tanya Yuli penasaran. Menurut keterangan dari Maya Kalau Pak Alberto mengidap penyakit kanker stadium 2 dan sekarang kondisinya sedang kritis berada di rumah sakit Singapura.
"Kamu serius Mas?
"Iya Sayang ngapain Mas harus berbohong pada kamu mengenai hal sepenting ini." ucap Zidan kepada Yuli membuat Yuli teringat dengan sosok Maya.
__ADS_1
"Ya Allah Maya pasti sedih saat ini." gumam Yuli sembari ikut meneteskan air matanya karena ia tahu selama ini Pak Alberto orang yang sangat baik kepada siapapun
"Memangnya Sejak kapan Pak Alberto mengidap penyakit itu mas?
"Mas juga tidak tahu sayang. Jangankan mas surya dan Maya sendiri pun tidak tahu. mereka mengetahui itu semua ketika ibu Nurhayati yang memberitahu kepada Maya. dan ibu Nurhayati langsung membawa pak Alberto ke rumah sakit di kota Changi Singapura.
"Ya Allah kok bisa Pak Alberto mengidap penyakit serius seperti itu ya Mas?" ucap Yuli tidak percaya kalau Pak Alberto mengidap penyakit kanker.
"Kasihan Maya dia pasti sedih memikirkan ini semua tak henti-hentinya cobaan menghampiri Maya semasa hidupnya semenjak dirinya ditinggal pergi oleh ibu kandungnya." ucap Yuli sembari meneteskan air matanya mengingat kesedihan sahabatnya itu.
"Ya sudah Mas tidak apa-apa lebih baik kita menunggu kondisi Pak Alberto supaya semakin membaik baru kita pulang ke kampung untuk meminta restu kepada kedua orang tuaku ucap Yuli sembari langsung memeluk Zidan.
"Terima kasih sayang kamu sudah sangat pengertian dengan posisi mas sekarang. Jujur Mas juga tidak menginginkan hal ini terjadi di kehidupan. Pak Alberto tetapi kita hanya bisa berharap kalau Pak Karto segera sembuh dari penyakitnya." ucap Zidan kepada Yuli
"Kalian jadi berangkat hari ini?tanya Pak Alton kepada Washington dan juga Aira.
"Iya pa, Iya ma!" soalnya pekerjaan Washington sudah menumpuk di sana. Washington ingin bekerja dan bisa menghidupi istri dan anak Washington."ucap Washington sambil mengembangkan senyumnya melihat kepada Pak Alton.
Setelah selesai berkemas Aira, Washington dan baby Sandiago berangkat ke bandara untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur udara ke Jakarta. Tentunya Pak Alton dan istrinya menghantarkan Aira, Washington dan juga baby Sandiago. Sejujurnya hati pak Alton dan istrinya begitu berat melepaskan kepergian Aira, Washington, dan baby Sandiago apalagi mereka sudah sangat menyayangi Sandiago.
"Apa tidak boleh kamu mencari pekerjaan saja di sini tanpa harus pergi ke Jakarta nak?" tanya Pak Alton kepada Washington.
"Bukan masalah bisa atau tidak mencari pekerjaan di sini pa!" tetapi Washington memiliki tugas dan tanggung jawab di sana.
__ADS_1
Jadi Washington pikir Kalau kami Lebih baik tinggal di sana. Papa dan Mama tidak perlu khawatir kami pasti akan sering-sering berkunjung ke sini percayalah Pa....ma..." ucap Washington sambil mengembangkan senyumnya.
Raut wajah kesedihan terlihat jelas di wajah Pak Alton dan istrinya melepas kepergian Aira Washington dan Sandiago.
Aira memeluk Ayah dan ibunya untuk berpamitan karena mereka akan segera berangkat ke Jakarta."
"Papa Maafkan Aira .
"Mama maafkan Aira . Aira belum bisa berbakti kepada kalian." tangis Aira sambil menangis sesunggukan membuat hati Washington begitu sedih. Apalagi dengan Pak Alton dan istrinya, mereka begitu sedih melepas kepergian Putri, menantu dan cucunya itu.
Washington sama sekali belum mengetahui mengenai kondisi kesehatan Pak Alberto yang akhir-akhir ini sudah menurun drastis. karena Surya dan Maya belum memberitahu Washington. Surya sengaja tidak memberitahu kondisi pak Alberto kepada para asistennya.
Karena ia takut kalau hal itu dimanfaatkan oleh seseorang. Yang merupakan rival bisnis pak Alberto. yang mengetahui kondisi kesehatan pak Alberto hanya Zidan satu satunya yang mengetahui kondisi kesehatan pak Alberto setelah keluarga dekat.
"Ma..... Aira berangkat dulu!" pamit Aira sembari memeluk dan mencium kedua orang tuanya. Aira begitu berat meninggalkan kedua orang tuanya di kampung. Apalagi kedua orang tuanya sangat bahagia ketika melihat kehadiran baby Sandiago.
"Mama berharap, kelak kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah." ucap mami Erika
Washington memberi salam kepada kedua mertuanya. Karena pesawat yang akan mereka tumpangi, akan segera berangkat.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa like coment dan votenya ya