
"Apa Papa mengenalnya?
"Papa mengenalnya di Toko bunga Rosita Florist, dia bekerja di sana untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari.
"Mengapa Dari awal kamu tidak memberitahu kalau Laura wanita yang kamu maksud? tanya Pak Adrian membuat Antonio tidak dapat menjawab pertanyaan Pak Adrian.
Antonio memilih diam, karena Antonio tidak ingin memperkeruh suasana. Ia juga memberitahu kalau saat ini Laura sudah menikah dengan lelaki lain. Hal itulah yang membuat sulit bagi Antonio untuk kembali kepada Laura. Walaupun Laura saat ini sedang mengandung darah daging Antonio.
Dimana orangtua Laura berada? tanya kak Adrin kepada Antonio.
"Maaf pa, kalau orang tua Laura sebenarnya tinggal di kontrakan kumuh yang ada di daerah pinggiran sungai. Orangtuanya bekerja sebagai pemulung. Selama ini Laura yang membantu ekonomi keluarga mereka. Tetapi empat bukan terakhir ini saya sudah tidak tau lagi Laura tinggal dimana.
Tetapi seperti suaminya bukan orang sembarangan.Terakhir saya bertemu dengan adiknya yang masih sekolah. Tapi ia mengatakan kalau mereka tidak mengetahui dimana Laura tinggal saat itu. Bahkan semenjak kami putus, Laura tidak pernah kembali kerumah orangtuanya dan memberi kabar kepada mereka.
"Jadi Antonio rasa, orangtua Laura belum mengetahui kalau Laura sudah menikah." ucap Antonio kepada pak Adrian.
"Bagaimana mungkin dia menikah kalau orantuanya tidak mengetahui? tanya pak Adrian semakin bingung dengan apa yang dikatakan Antonio kepdanya.
"Sejujurnya Antonio belum tau pasti, kapan Laura menikah dan apakah pernikahannya disetujui oleh orangtuanya, Antonio Belum.tai pasti.
"Begini saja, daripada menebak nebak, kita lebih baik datangi rumah orangtuanya saja. Untuk mengetahui lebih pasti."ucap pak Adrian kepada Antonio.
"Apa yang harus kita lakukan jika pernikahan mereka benar benar sudah terjadi pa? apa Antonio harus merelakan darah daging Antonio di asuh sama laki laki lain? tanya Antonio semakin gelisah.
"Apa kamu yakin anak yang di kandung Laura itu darah daging kamu?
"Ya pa!" sahut Antonio singkat dengan yakin kalau anak yang ada di kandungan Laura.oti adalah darah dagingnya.
Pak Adrian Terdiam,terlihat pak Adrian memikirkan sesuatu yang akan mereka lakukan.
__ADS_1
"Bagaiman menurut papa? apa yang harus kita lakukan pa? tanya Antonio
"Nanti saja kita cari tau dulu yang sebenarnya bagaimana. Baru kita bisa negoisasi atau ambil tindakan. " ucap pak Adrian..
****
"Mas kamu sudah pulang? mas pasti lelah bukan? sini Maya bantu, ucap Maya sambil langsung meraih jas dan tas kantor milik suaminya yang baru pulang dari kantor.
Surya mengebangkan senyumya dan memberikan Jas yang ia gunakan kepada Maya.
Surya mengikuti Maya masuk ke kamar berniat untuk membersihkan diri. Sementara Maya menyediakan pakaian Surya.Maya memang selalu melayani dan menyediakan keperluannya sendiri, walau asisten rumah tangga banyak yang bekerja di rumah utama keluarga Dirgantara.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Maya memberikan pakaian yang sudah ia sediakan kepada suaminya.
"Mas nih baju mas!" ucap Maya sambil memberikan baju ganti untuk Surya.
"Sayang tidak perlu pakai baju dulu, mas ingin melahap kamu." ucap Surya berniat untuk mencandai istrinya.
"Tapi maunya Mas melahap kamu sayang." pekik Surya sambil tertawa cengengesan.
"Mami.....papi....." Panggil Bintang yang tiba-tiba nyolong masuk ke kamar Maya dan Surya. Hal itu mampu membuat Surya langsung mengenakan pakaiannya.
"Ada apa sayang? tanya Surya kepada Bintang yang langsung masuk ke kamar mereka. Dia sebenarnya merasa terganggu akan kehadiran Bintang di sana.
Tetapi Surya tidak dapat melakukan apa-apa, selain langsung menggunakan pakaiannya tentunya pakaian santai yang biasa digunakan Surya. Setelah Surya selesai mengenakan pakaiannya, Ia pun menghampiri Maya dan bintang yang sudah lebih dulu keluar menuju ruang makan.
Karena sebenarnya Bintang masuk ke kamar Maya dan Surya. Untuk memanggil mereka agar segera mempersiapkan diri, untuk menyantap makan malam yang sudah disediakan Maya dan asisten rumah tangga sebelumnya.
Ketika Surya sudah berada di ruang makan, terlihat Bintang tampak antusias untuk menyediakan makan malam untuk Surya Dirgantara. Membuat Surya mengembangkan senyumnya karena melihat Bintang begitu perhatian kepada dirinya.
__ADS_1
"Ayo Mas duduk!" ngapain Masih berdiri di situ Suamiku sayang?ucap Maya sambil mengembangkan senyumnya. Senyuman yang dapat membuat surya menjadi mabuk kepayang. Surya mendudukkan bokongnya tepatnya di kursi yang ada di dekat Maya Wulandari.
Terlihat Surya langsung menyantap makan malamnya, karena ia merasakan masakan itu sangat enak. Lain dari masakan yang ada di restoran-restoran mahal di tempat Surya makan siang bersama kliennya.
Entah karena faktor lapar, Surya langsung menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya. Membuat Maya tersenyum melihat suaminya tanpa peduli adanya Bintang di sana dan beberapa asisten rumah tangga.
Maya mencium wajah tampan suaminya membuat Surya langsung tersenyum dan membisikkan sesuatu yang mampu membuat Maya merengut.
"Jangan mengundang mas sayang, mas akan minta pertanggungjawaban untuk semua ini. persiapkan dirimu malam ini sampai 3 ronde." bisik Surya Dirgantara tepatnya di telinga Maya Wulandari.
Maya langsung melongok mendengar apa yang dikatakan suaminya. Maya sudah dapat membayangkan betapa remuknya tubuhnya jika Surya benar-benar melakukan apa yang ia katakan sebelumnya.
"Mas tidak akan tahan tiga ronde,Maya jamin itu. Soalnya mas sudah lelah bekerja di kantor." ucap Maya berbisik di telinga Surya Dirgantara.
"Sayang....,kamu mau bukti? pokoknya mas tidak mau tahu, kamu harus mempersiapkan diri tiga ronde nanti malam." Surya kembali berbisik di telinga Maya. Hal itu mengundang Bintang angkat bicara yang ingin mengetahui Mengapa kedua orang tuanya berbisik-bisik di hadapannya.
"Papi sama Mami kok berbisik-bisik sih di hadapan Bintang? pasti Papi sama Mami ngatain Bintang kan? Tuduh bintang yang kepada kedua orang tuanya kalau Maya dan Surya mengatainya.
"Jangan main nuduh sayang, Mami sama papi tidak ada mengatai kamu kok. Kamu ada-ada saja." ucap Maya sambil terkekeh saat menatap suaminya. Surya sudah tertunduk sambil kembali menyendok makanan ke dalam piring dan langsung menghabiskannya kembali.
Bintang terdiam dan langsung menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya. Kemudian ia berlalu menyusul Mori yang sudah mempersiapkan buku pelajaran untuknya.
"Ya sudah deh, Bintang sudah siap nih makannya. lebih baik Bintang ke kamar bintang, menemui Mbak Mori. Nggak guna juga Bintang di sini berlama lama. Karena Papi sama Mami sudah dari tadi berbisik-bisik." ucap Bintang Sambil langsung berlalu meninggalkan Maya dan surya di meja makan.
"Lihat tuh Mas, gara-gara Mas Putri kita menuduh kita mengatainya. " gerutu Maya dibalas tawa dari Surya Dirgantara seolah dirinya ingin langsung melahap Maya.
"Sudah kamu seperti tidak mengetahui Putri kita saja. Dia itu hanya bercanda.
Buktinya putriku paham, ia langsung pergi masuk ke kamarnya untuk belajar." ucap Surya Dirgantara sambil langsung mengecup wajah cantik istrinya. Tanpa peduli adanya asisten rumah tangga yang berlalu lalang di sana. Membereskan meja makan setelah Mereka menyelesaikan makan malam itu.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏