
Akhirnya zidan membawa Avena dan Yuli ke apartemen miliknya.
"Yul lebih baik kamu ikut ke apartemen saya agar avena ada yang menemani di sana.
"Tapi bagaimana dengan Bibi, nanti Bibi nyariin Yuli.
"Kamu tenang saja kan tinggal menghubungi mereka Kalau kamu tidak bisa pulang hari ini. tidak bagus juga, hanya saya dan Avena di sini." ucap Zidan kepada Yuli
Yuli menghela nafas berat, di satu sisi yang dikatakan Zidan benar adanya. Di sisi lain ia takut jika bibinya akan mencarinya. Bahkan akan mengomel jika Yuli tidak pulang ke rumah.
"Ya sudah terserah Pak Zidan aja deh, Bagaimana baiknya. Aku hanya ingin yang terbaik."ucap Yuli sembari meraih ponselnya yang ada di tas selempang miliknya. lalu mencari nomor kontak bibinya yang tertera di layar ponselnya. Setelah ia menemukan nomor ponsel Bibinya, ia langsung menekan tombol hijau untuk menghubungi sang Bibi.
Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung kepada sang Bibi, Ia memberitahu kalau Yuli hari itu, tidak bisa pulang dengan alasan Yuli ada lembur. Ia tidak ingin memberitahu kepada bibinya bahwasanya Yuli tidur di apartemen seorang laki-laki. Karna bagaimanapun tanggapan Bibinya akan lain nantinya. Padahal niat Yuli hanya menolong Avena.
"Gawat ,gue jadi berbohong sama Bibi gue." Yuli bermonolog sendirian setelah memutuskan sambungan telepon selulernya kepada sang Bibi. Kemudian Yuli kembali menghampiri Avena dan Zidan yang berada duduk di balkon apartemen milik Zidan.
"Bagaimana Apa kamu sudah memberitahu kepada Bibi kamu?
"Sudah Pak!"
"apa mereka mengijinkan?
"iya Pak!"mereka mengijinkan walaupun sedikit berbohong.
"berbohong?
"iya, dengan terpaksa tidak ada niatan untuk berbohong.
Zidan mengembangkan senyumnya kepada Yuli.
"Memangnya kebohongan apa yang kamu ciptakan?
"bilang kalau hari ini lagi ada lembur di kantor, tidak mungkin juga kan saya bilang saya menginap di apartemen seorang laki-laki? bisa-bisa gue kena tabok."ucap Yuri sambil terkekeh
__ADS_1
"Maafkan saya Mbak!"gara-gara saya Mbak harus berbohong
"Sudah tidak apa-apa namanya juga kita menolong orang lain pasti ada konsekuensinya."sahut Yuli sembari tersenyum melihat wanita muda yang ada dihadapannya yang umurnya tidak kalah jauh dengannya.
"Oh iya kalau boleh tahu kamu tinggal di mana? dan mengapa kamu sampai memiliki masalah dengan orang tua kamu?
"Maaf gue terlalu kepo."
"Tidak apa-apa Mbak, Saya tinggal di kawasan pondok indah.
"Pondok indah?
"Ya mbak!"
"Bukannya orang yang tinggal di situ biasanya orang-orang yang kaya raya ya? ucap Yuli dengan polosnya membuat Zidan menggelengkan kepalanya dengan kepolosan Yuli.
"Orang kaya tapi tidak memiliki hati dan menjalankan norma agama, itu tidak ada artinya. Sama halnya yang kualami sekarang ini hidup berkelimpahan harta. Tetapi tidak pernah ada kedamaian. Hatiku selalu terasa hampa, walau hidup berkelimpahan harta.
"Kedua orang tua saya selalu memanjakan kakak laki-laki saya. Sehingga, kakak laki-laki saya selalu bertingkah sesukanya kepada orang dan juga wanita. Tatkala, kakak laki-laki saya selalu membuat wanita menjadi korban budak nafsunya.
Terkadang aku kasihan kepada setiap orang yang sudah di pacarinya. Ia tidak layak dikatakan pria sejati. Dia selalu senang sekali mempermainkan wanita. Hingga suatu saat ada seorang wanita hamil benih dari kakak saya.
Tetapi ia tidak mau bertanggung jawab. Bahkan ia lebih memilih dengan wanita yang tidak tahu malu yang hanya mau menjajakan tubuhnya kepada pria-pria yang memiliki uang banyak. Hingga membuat wanita yang sedang mengandung benih dari kakak saya, sangat menderita.
Sejujurnya sebagai seorang wanita aku merasa tidak tega melihatnya. Yang parahnya lagi ketika dokter memvonis kalau kakak laki-laki saya tidak akan bisa memiliki seorang anak lagi, Kedua orang tua saya memaksa saya untuk menemui wanita itu. Dan meminta bayi yang ada di dalam kandungannya. tetapi kedua orangtuaku tidak menginginkan Ibu dari bayi itu. Yang mereka inginkan hanyalah Bayi yang ada di dalam rahimnya.
Hal itulah yang menjadi pertikaian di keluarga kami sekarang. Karena saya tidak ingin menuruti keinginan kedua orang tua saya. Ingin merebut bayi yang ada di rahim wanita itu dengan cara apapun. Tetapi sebagai seorang dokter kandungan, saya mengetahui bagaimana pengorbanan seorang ibu mengandung seorang bayi yang ada di rahimnya. Sehingga aku tidak tega untuk memisahkan bayi yang ada di rahim wanita itu dari ibunya itu.
"Sadis bener orang tua lo!
"Oleh karena itulah aku selalu menentang kedua orang tuaku yang ingin berbuat semena-mena kepada orang yang lemah. Padahal setiap orang berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. Bukan Hanya setiap orang kaya saja. Dan memiliki kekuasaan di negara lain ini, mendapatkan kebahagiaan.
Tetapi saya merasa setiap manusia yang diciptakan oleh Allah berhak untuk bahagia karena bahagia itu milik setiap umat Allah. ucap Avena kepada Zidan dan juga Yuli. kata-kata itu terngiang jelas di hati dan benak Zidan. Karena ia juga pernah mendengar kata-kata seperti itu dari kedua orang tuanya. hingga dia semakin penasaran dengan sosok Avena siapa sebenarnya.
__ADS_1
"Maaf Mbak Avena, apa Mbak Putri kandung dari orang tua Mbak yang sekarang? pertanyaan itu sontak membuat Avena langsung menatap Zidan dengan tatapan penuh tanya.
"Maaf kenapa mas bertanya seperti itu?
"Karena menurut dari cerita Mbak karakter Mbak dengan keluarga mbak sangat berbeda jauh. Memang kita baru kenal Tetapi saya bisa merasakan kalau Anda adalah seorang wanita yang baik.
"Maaf Apa boleh saya tanya sesuatu?
"Silakan mas!" selagi bisa Avena jawab pasti aku akan jawab.
"Saya melihat ada tahi lalat di belakang daun telinga mu, apakah itu salah satu tanda lahir kamu?
"Maaf saya kurang mengetahui itu, Tetapi semenjak saya kecil tahi lalat ini sudah ada. dan besarnya juga tetap seperti itu."ucap Avena kepada Zidan membuat Zidan semakin yakin kalau Avena itu adalah Adiknya yang hilang dibawa kawanan perampok.
Setelah berbicara panjang lebar dengan Avena dan Yuli, Zidan meminta kepada kedua wanita itu untuk segera makan malam karena matahari sudah menyembunyikan wajahnya dari muka bumi.
"Pasti kalian sudah lapar, lebih baik kita makan dulu karena makanannya sudah saya pesan.
"Memangnya pak Zidan kapan pesannya.
"Sambil berbicara kan bisa juga kita memesan makanan melalui aplikasi yang ada di layar ponsel kita.
Yuli hanya nyengir kuda mendengar apa yang dikatakan atasannya itu. Ketika Yuli berniat membersihkan diri ke kamar mandi Ia pun ingat bahwasanya dirinya tidak membawa baju ganti. Begitu juga dengan avena membuat mereka saling pandang.
"Bagaimana kita membersihkan diri sementara baju gantinya tidak ada?" ucap Avena kepada Yuli yang mampu membuat mereka berdua terkekeh.
"Ada apa sih kok kalian tertawa seperti itu?
"Tidak apa-apa Pak ini urusan perempuan."ucap Yuli sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
jangan lupa mampir ke novel baru. sembari menunggu novel ini up lagi Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1