Mama Muda

Mama Muda
DAVID MERASA BAHAGIA


__ADS_3

Sudah jangan terlalu lama memandang mas nanti kamu semakin jatuh cinta." ucap David sembari langsung meraih tubuh Laura ke dalam pelukannya. Hari itu benar-benar membuat hari David begitu bahagia dan bersemangat. David merasa kalau Laura sudah memaafkannya. David tidak ingin Laura terlalu cuek kepadanya. Karena David sudah benar-benar sangat cinta dan sayang kepada Laura.


"Mas sudah deh,ini sudah lebih baik mas bangun dan langsung mandi. Memangnya hari ini mas tidak kerja?" tanya Laura kepada David.


"Kerja dong Sayang," tidak mungkin mas tidak kerja Siapa yang akan menangani perusahaan nanti jika mas tidak bekerja?"


"Ya sudah kalau begitu Mas bangun dan langsung pergi mandi. Karena Laura pagi ini juga harus pergi bekerja. Semalam Laura sudah izin kepada Ibu Rosita Bos Laura tidak masuk kerja. Karna membantu Bu Dokter beberes dirumah Badu kak Zidan kak Yuli." ucap Laura.


"Mengapa kamu harus bekerja? Kan ada Mas yang bertanggung jawab kepada kamu." ucap David kepada Laura.


"Bukan masalah bertanggung jawab atau tidak.Tetapi merangkai bunga itu adalah hobi Laura dan juga itu merupakan pekerjaan yang mudah untuk Laura kerjakan." ucap Laura sembari mengembangkan senyumnya dan berusaha bangkit dari tempat tidur itu.


Laura sangat mengetahui kalau Laura terlalu lama di pelukan David. Tidak menutup kemungkinan David akan melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan malam itu kepada Laura.


"Mas Laura pengen ke kamar mandi soalnya Laura sesak pipis Memangnya Mas mau Laura pipis di sini?" ucap Laura berniat untuk menjahili David. David langsung melepaskan pelukannya. Karna ia mengira yang dikatakan Laura itu benar adanya. Kalau Laura sesak pipis saat itu. Padahal Laura hanya menjahili David agar David segera melepaskan pelukannya darinya.


Setelah David melepaskan pelukannya, Ia pun langsung bangkit dari tempat tidur berlalu ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Karena pagi itu juga Laura harus segera pergi ke Rosita Florist. Karena sebelumnya Ibu Rosita sudah menghubungi Laura melalui sambungan telepon seluler Kalau hari itu Mereka memiliki banyak pesanan bunga yang akan dirangkai oleh Laura sendiri.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Laura pun langsung menggunakan pakaiannya yang biasa ia gunakan untuk pergi bekerja. Tentunya pakaian yang digunakan Laura pakaian khusus untuk ibu hamil. Ia tidak ingin menyakiti bayinya yang ada di dalam kandungannya dengan menggunakan baju atau pakaian yang terlalu sempit kepadanya.

__ADS_1


Sementara David yang masih bermalas-malasan masih berbaring di atas tempat tidur. Hal itu membuat Laura menggerutu dan memaksa David agar segera melakukan ritual mandinya. Laura tidak ingin kalau David saat itu hanya bermalas-malasan dan tidak pergi bekerja akibat gempuran yang mereka lakukan malam itu.


"Mas kok masih di sini? Kenapa mas belum mandi apa mas tidak bekerja? nanti mas terlambat loh." ujar Laura kepada David


"Biarin aja terlambat," kan bosnya mas sendiri." ucap David kepada Laura.


"Justru karena Mas seorang pemimpin perusahaan,harus menjadi contoh buat para pegawai yang bekerja di sana.


Kalau bosnya aja sudah terlambat Bagaimana dengan karyawannya? bos harus menjadi contoh yang baik buat para karyawannya ujar Laura menceramahi David agar David segera melakukan ritual mandinya.


Karena tidak ingin terlalu lama berdebat dengan Laura, David memilih untuk bangkit dari pembaringannya menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Setelah selesai melakukan ritual mandinya David langsung berlalu ke kamarnya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya ia ingin menggunakan pakaian kerjanya sebelum mereka sarapan pagi.


"Maaf kalian sudah menunggu Mas." ucap David kepada Laura dan juga dokter Avena.


"Kakak apa-apaan sih ini sudah jam berapa, Kakak sarapan lagi terus mau jam berapa lagi berangkat ke kantor? apa Kakak Tidak malu melihat para karyawan yang bekerja di kantor melihat Kakak terlambat?" ucap dokter Avena salah satu pemilik saham yang lumayan besar di perusahaan yang dipimpin oleh David sendiri.


"Ya Maafkan kakak, habis kakak ketiduran." ucap David kepada dokter Avena tentunya David berbohong kepada Avena karena dirinya tidak ingin Avena mengetahui penyebab dirinya hari ini terlambat.


"Tidak perlu mencari alasan Kak, Avena tau kok Mengapa Kakak sampai terlambat hari ini. Pasti kakak ingin bermanja-manja dengan Kak Laura bukan?" tuduh dokter Avena kepada David yang memang tuduhan dokter Avena benar adanya. Kalau David hari ini ingin sekali tetap bersama Laura di rumah.

__ADS_1


Tetapi pekerjaan yang menuntut David harus berpisah dengan Laura hari ini sebelum senja kembali datang di hari itu. Laura pun menatap David dengan tatapan penuh arti


Laura terlebih dahulu menghabiskan sarapan paginya. Karena ia tidak ingin terlambat pergi bekerja ke Rosita florist milik Ibu Rosita sendiri. Wanita yang sangat baik dan pengertian kepada Laura.


"Bu dokter Mas lebih baik Laura duluan berangkat kerja, Takutnya nanti Laura terlambat." ucap Laura kepada dokter Avena dan David membuat David sontak menghentikan sarapan paginya.


"Biarkan Mas menghantarmu sayang," ucap David kepada Laura tetapi Laura menolaknya ia tidak ingin merepotkan David dan juga dokter Avena karena berjalan kaki. menurutnya hitung-hitung berolahraga karena menurut buku yang ia baca selama ini kalau wanita hamil harus banyak berjalan dan banyak bekerja agar proses persalinannya lebih mudah.


David pun tidak bisa memaksa kehendaknya. Begitu juga dengan dokter Avena, sehingga Laura berangkat kerja dengan seperti biasa berjalan kaki sejauh lima kilo meter dari rumah kediaman keluarga yang ditempati oleh David dokter Avena, Laura dan beberapa asisten rumah tangga yang bertugas di sana.


Sepeninggalan Laura, David menatap dokter Avena seolah David ingin menanyakan sesuatu hal kepada dokter Avena tetapi David tidak sanggup menanyakan hal itu karena dirinya merasa ia belum mampu melakukan apa yang ia pikirkan saat ini.


Setelah sarapan pagi David pun berpamitan kepada dokter a pena agar segera berangkat ke kantor. Ia seperti yang dikatakan oleh dokter Avena kalau Bos itu harus menjadi panutan pada para karyawannya.


David berlalu dari rumah menuju kantor yang selama ini ia pimpin oleh David kantor David avena dan juga Zidan. Ia berusaha mengembangkan perusahaan yang ia pimpin saat ini karena dirinya tidak ingin membuat Zidan dan dokter Avena kecewa terhadapnya karena tidak mampu mengembangkan perusahaan itu. Sehingga David berusaha untuk bekerja keras.


Di perjalanan David hanya membayangkan dirinya sudah bersanding dengan Laura. Ia pun terkadang tersenyum membayangkan hal itu kalau Laura sudah sah menjadi istri David. David sampai tidak sadar kalau dirinya sudah tiba di kantor.


Bersambung.....

__ADS_1


hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2