
"Alhamdulillah ternyata kita bisa sampai juga setelah melewati macetnya jalan ibukota.
"Iya Mas, mas kok bisa macet banget ya."ucap Bu Nurhayati sembari berjalan mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah. Mereka sudah melihat Maya dan Surya sedang bersantai menonton di ruang santai.
Bintang yang baru terbangun dari tidurnya langsung berlari menghampiri Bu Nurhayati dan pak Alberto.
"Oma....."
"Opa....."teriak bintang sambil langsung memeluk Bu Nurhayati dan juga Pak Alberto. terlihat raut bahagia di mimik wajah bintang setelah melihat kedatangan Bu Nurhayati dan Pak Alberto.
"Oma sama Opa dari mana?
"Tadi ada urusan di luar, ini urusan orang dewasa jadi bintang tidak bisa ikut, ucap Alberto kepada bintang sambil langsung menggendong tubuh mungil cucunya.
Bu Nurhayati memberikan mainan kepada Bintang. Karena sebelumnya Bu Nurhayati meminta Pak Alberto untuk singgah di toko mainan berniat membeli mainan masak-masakan untuk Bintang.
Rona bahagia terlihat di wajah Bintang setelah menerima mainan dari ibu Nurhayati.
"Terima kasih Oma, Oma sudah membelikan mainan buat Bintang."ucap bintang sambil langsung mengecup wajah cantik Omanya.
"Jadi Oma saja nih yang dicium? Opanya tidak? Ucap pak Alberto sedikit komplain karena cucunya tidak langsung mengecupnya.
"Opa seperti anak kecil saja, kalau sudah besar kata papi dan Mami tidak boleh merajuk."ucap Bintang sambil nyengir kuda.
"Makanya agar opa tidak merajuk sun dulu dong Opanya."ujar Surya sambil mengembangkan senyumnya ke arah putrinya. Melihat interaksi Putri semata wayangnya, kepada Nurhayati dan Pak Alberto hati Maya begitu menghangat. Seolah Dia melupakan penderitaannya beberapa tahun yang lalu.
Bintang, tampak antusias menerima mainan dan langsung mengajak Maya untuk memainkan masak-masakan yang diberikan oleh Nurhayati kepadanya.
"Mami temenin bintang dong main masak-masakan."mohon Bintang kepada Maya yang sedang menonton bersama suaminya. Surya menghampiri Bintang. Ia tidak ingin merepotkan istrinya hingga Surya menawarkan diri untuk menemani Bintang bermain masak-masakan. Mainan yang baru dibeli Nurhayati.
"Memangnya Papi bisa masak?
"Bisa dong!"
"Orang gede pasti bisa masak."
__ADS_1
"Jadi kalau Bintang sudah gede bintang bisa masak?
"Bisa dong Sayang, makanya nanti kalau Bintang sudah besar minta diajarin sama Mami ya." ujar Surya kepada Bintang. Bintang begitu bahagia bermain dengan Surya. Karena Surya mengerti keinginan dari bintang.
Bu Nurhayati dan Pak Alberto meminta izin untuk segera beristirahat mengingat perjalanan mereka hari ini cukup melelahkan. Apalagi ketika mereka terjebak macet di jalan. membuat seluruh tubuh mereka terasa lengket dan gerah. Hingga Bu Nurhayati dan Pak Alberto memutuskan untuk segera membersihkan diri.
"Kalau begitu Papi sama ibu kamu, ke kamar dulu. Sepertinya tubuh Papi sudah lengket nih soalnya tadi kejebak macet di."ucapkan pak Alberto kepada surya dan Maya.
Maya mengembangkan senyumnya kepada Pak Alberto. Senyum mengejek tepatnya. Ia sudah tahu kalau Papinya menginginkan Ibu Nurhayati bersamanya.
"Kamu kok senyum senyum seperti itu sih sayang? tanya Surya kepada Maya
"Bagaimana Maya tidak senyum-senyum sayang, lihat itu papi tingkah seperti anak muda saja. Padahal umur sudah paruh baya."ucap Maya sambil nyengir.
"Kamu ini kenapa sih sayang, tidak bisa melihat Papi bahagia. Biarkan sajalah Papi menikmati pernikahan ketiganya ini. Karena sepertinya Papi sangat bahagia menikah dengan Ibu Nurhayati. Itu terlihat dari raut wajah Papi selama ini. Setelah menikah dengan Ibu Nur. Mas yakin Papi sudah mulai mencintai Bu Nur.
"Syukurlah kalau begitu Mas, Ternyata kita berhasil menyatukan hati mereka yang sudah membeku menjadi mencair setelah pernikahan paksaan yang kita lakukan kepada mereka.
"Iya sayang, sepertinya Ibu Nurhayati juga sudah mulai mencintai dan menyayangi papi. surya dan Maya pun saling pandang mengingat rencana yang mereka lakukan terlihat membuahkan hasil.
"Seandainya kamu memiliki adik lagi Kamu setuju tidak?
"Iya siapa tahu hasil pernikahan ibu Nurhayati dan Papi, mereka dikaruniai anak lagi. Apa kamu merasa keberatan jika hal itu terjadi?
"Tentu tidak dong Mas, justru Maya senang, Maya memiliki seorang adik. Karena Maya selama ini menginginkan hal itu."ucap Maya berharap kalau Bu Nurhayati dapat memberikan seorang adik untuknya.
"Tapi mengapa tiba-tiba pertanyaan itu terlintas di hati Mas?
"Ada orang tua dari teman Mas, menikah dengan seorang wanita yang katanya tidak dapat memiliki keturunan setelah ayahnya menduda.
Tetapi ketika mereka sudah menikah teman Mas itu menjadi memiliki adik. Tetapi sepertinya teman Mas itu tidak terima jika dirinya memiliki adik lagi. Hingga Dia memutuskan untuk tidak tinggal bersama ayah dan ibu sambung nya.
Mas takut itu terjadi kepada diri kamu sayang makanya Mas bertanya sama kamu.
"Sudah terlalu bodoh orang tidak menginginkan seorang adik di dunia ini. Karena bagaimanapun di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri. Jika ada seorang adik kehidupan kita pasti lebih berwarna. Karena jika terjadi sesuatu kepada kita, akan ada yang membantu kita. ucap Maya kepada Surya.
__ADS_1
Surya menganggukkan kepalanya Ia senang mendengar jawaban dari Maya. Tetapi ia juga tidak bisa banyak berharap jika Bu Nurhayati dapat memberikan seorang anak baginya.
Di tempat lain Ibu Nurhayati sudah selesai melakukan ritual mandinya. lain halnya dengan Pak Alberto yang hanya sibuk dengan tablet miliknya memperhatikan seluruh pekerjaan karyawannya yang tersambung ke layar tabletnya.
"Mas, apa mas tidak mandi dulu baru mengerjain pekerjaan Mas?
Pak Alberto menatap istrinya dengan seksama. yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan ditubuhnya.
"Mandikan Mas!
"Apa Mas?
"Mandikan Mas!
"Jangan mulai deh Mas, Nur sudah mandi loh.
"Siapa suruh mandi duluan tanpa menunggu Mas."pokoknya "Mas tidak mau tahu dan tidak terima penolakan Ayo mandi kan Mas, Sekarang juga. Dan tolong gosok seluruh tubuh Mas."ucap Alberto bersikap manja kepada istrinya.
Nurhayati sudah mengetahui ciri khas suaminya. Sehingga dirinya pun tidak bisa menolak permintaan suami nya. ia pun kembali masuk ke kamar mandi bersama Pak Alberto. Setelah berada di kamar mandi dengan terpaksa Ibu Nurhayati kembali melepaskan handuk yang dililitkan ditubuhnya. Hingga seluruh lekuk tubuhnya terlihat jelas di mata Pak Alberto.
Hal itu membuat Pak Alberto menjadi terbelalak. Seolah ia melupakan tujuannya masuk ke kamar mandi. Ia bukan mandi malah iya langsung melahap istrinya di sana. Sampai mereka benar-benar puas.
Setelah Pak Alberto mengalami pelepasan Begitu juga dengan ibu Nurhayati, Mereka pun memutuskan untuk segera membersihkan diri. lima belas menit kemudian, Setelah gempuran itu dilakukan mereka di kamar mandi, Mereka menyelesaikan mandinya dan langsung memakai pakaian tidur. Hingga Mereka pun langsung istirahat.
Setelah aktivitas satu harian yang cukup melelahkan. Tidak butuh waktu lama pak Alberto dan juga Bu Nurhayati Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Hingga mereka benar-benar hanyut dan terbuai dengan indahnya kehidupan rumah tangga baru mereka.
Pak Alberto tidak pernah menduga jika Pak Alberto harus menikah 3 kali. Tetapi dirinya benar-benar bahagia ketika dirinya menikah dengan istri pertama dan ketiga. Kehidupannya terasa hampa Ketika pak Alberto menikah dengan Ibu Maria istri keduanya. Yang mampu ingin membunuh suaminya hanya untuk menguasai harta kekayaan pemiliknya suaminya.
Benar-benar miris seorang wanita mampu ingin membunuh suaminya hanya karena harta. dimana pikiran waras nya? sepertinya wanita iblis itu memang benar-benar tidak waras sehingga ia mampu melakukan hal itu. Hingga dirinya mendapat ganjaran dan berakhir di balik jeruji besi.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir ya ke novel baru aku yuk kepoin ceritanya di aplikasi noveltoon.
__ADS_1
"Terjerat cinta duda arogant.