Mama Muda

Mama Muda
JANGAN USIK RUMAH TANGGAKU


__ADS_3

"Sayang kamu kok sudah rapi? Memangnya hari ini kamu sudah mulai bekerja di kantor? tanya Mami Yolanda kepada Yuli.


"Iya mom, sudah satu bulan lamanya Yuli tidak pergi ke kantor. Sepertinya pekerjaan Yuli sudah menumpuk di sana." ucap Yuli kepada Mami Yolanda, dibalas angguk kan dari mami Yolanda.


Itu pertanda Mami Yolanda paham saat ini pekerjaan Yuli pasti sudah menumpuk, setelah satu bulan ia tinggalkan begitu saja. Semenjak kecelakaan yang menimpa Zidan. Padahal Mami Yolanda menginginkan Zidan dan Yuli segera pergi bermula madu.


"Kalau begitu Mami pamit deh, kamu istirahat saja di rumah, sampai kamu memang benar-benar pulih." ujar Mami Yolanda kepada Zidan sembari memeluk Putra angkatnya. Mami Yolanda pun berpamitan dan berlalu meninggalkan Zidan dan Yuli di sana.


"Mas tidak apa-apa Yuli tinggal? tanya Yuli yang merasa khawatir meninggalkan Zidan di rumah.


"Tidak apa-apa sayang, tapi tolong Kamu jangan terlalu lama pulang ya mas kesepian tidak ada kamu disini sayang." ucap Zidan kepada Yuli, meminta kepada Yuli agar Yuli segera pulang ke rumah. Setelah Yuli mengekspresikan pekerjaan nya dikantor.


Yuli memeluk dan mengecup wajah tampan suaminya." Mas kalau ada perlu langsung hubungi aja Yuli, Yuli pasti akan pulang " ucap Yuli sambil berusaha menenangkan hatinya meninggalkan Zidan di rumah.


"Iya sayang, jaga hatimu untuk ku ya sayang!" ucap Zidan sambil mengecup kening Yuli.


Yuli mengembangkan senyumnya, menatap suaminya dengan seksama


"Hati ini hanya milik Suamiku Zidan bin Hamdan." sahut Yuli sambil menaruh tangan di dada. Ia berlalu berlalu dari hadapan Zidan dihantar langsung oleh supir pribadi yang dibayar Surya khusus untuk Zidan dan Yuli.


Sepeninggalan Yuli, Zidan kembali masuk ke rumah untuk istirahat. Sejujurnya Zidan berat hati mengizinkan Yuli berangkat ke kantor sendiri. Karena biasanya Yuli selalu bersama dengannya di kantor. Ada rasa khawatir di hati Zidan kalau Yuli akan berpaling darinya.


Apalagi setelah kesalahan yang ia lakukan kepada Yuli. kesalahan Zidan yang ingkar janji kepada Yuli. Membuat dirinya merasa semakin khawatir ada seseorang yang memberikan perhatian lebih kepadanya.

__ADS_1


Zidan berusaha agar dirinya cepat sembuh dan tangannya dapat digerakkan seperti biasanya. Zidan juga rajin terapi dan memakan obat yang diberikan dokter kepadanya. Berharap Zidan cepat pulih dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Ia tidak ingin membiarkan Yuli sendirian berangkat ke kantor.


****


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit dari rumah yang ditempati oleh Yuli dan jidan, Yuli pun tiba di kantor Dirgantara group. Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 itu artinya Yuli sudah telat 30 menit.


Yuli minta maaf kepada Surya karena dirinya sudah telat tiba di kantor. Ia merasa menjadi contoh yang tidak baik untuk karyawan lainnya. Apalagi sudah satu bulan lamanya Yuli tidak masuk kantor.


Tidak apa-apa!" saya juga tahu mengapa kamu terlambat. Pasti mami tadi singgah ke rumah bukan? ucap Surya kepada Yuli dibalas anggukan dari Yuli. Kemudian Yuli pun berlalu meninggalkan surya di ruang kerjanya. Dan mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya. Beberapa karyawan yang bekerja di sana pun menatap Yuli dengan tatapan tanya.


Bisik-bisik dari rekan kerjanya pun terdengar jelas di telinga Yuli yang mengatakan kalau dirinyalah penyebab kecelakaan yang menimpa Zidan. Hal itu membuat Yuli semakin merasa bersalah kepada suaminya.


"Bagaimana kondisi Pak Zidan saat ini, apa pak Zidan sudah abaikan? tanya salah satu rekan Yuli yang kebetulan satu divisi dengannya.


"Makanya kalau kamu jadi seorang Istri jadi istri yang baik dong. Jangan taunya hanya menuntut kepada suami sementara perbuatan kamu tidak ada." celetuk salah satu karyawan yang bekerja di kantor Dirgantara group.


Wanita itu memang sudah lama sekali mencintai Zidan. Sehingga dirinya selalu menganggap Yuli tetap bersalah di hadapannya.


"Tahu apa kamu tentang hubunganku dengan suamiku jangan ikut campur urusan Rumah tanggaku?" ucap Yuli.


Rossi langsung tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan Yuli kepadanya. "Aku rasa kamu tidak cocok menjadi pendamping hidup Zidan. Karena kamu tidak pernah mengerti perasaannya. Kamu hanya bisa menuntut dan menuntut." ucap Rossi sambil menatap Yuli dengan tatapan tajam


"Jangan pernah mengataiku!" Kamu sama sekali tidak mengetahui hubunganku dengan suamiku. Sekali lagi saya ingatkan kepadamu jangan pernah mengusik kehidupan Rumah tanggaku dengan suamiku." ucap Yuli yang sudah semakin emosi mendengarkan ocehan Rossi.

__ADS_1


Rossi langsung tersenyum. Senyuman dari Rossi seolah dirinya mengejek Yuli membuat Yuli semakin geram melihat tingkah Rossi yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangganya. "Lebih baik kamu kerjakan pekerjaanmu, daripada kamu mengurusi kehidupan Rumah tanggaku." ujar Yuli sambil terus berkutat di laptopnya.


Tiba-tiba Washington masuk ke ruang kerja Yuli dan memberikan beberapa berkas kepada Yuli, yang harus ia kerjakan saat ini. Washington sempat mendengar pertengkaran antara Rossi dengan Yuli. Sehingga Washington pun mengingatkan Yuli agar tidak terpancing omongan Rossi.


Tidak perlu kamu pikirkan apa yang mereka katakan. Lebih baik kamu fokus bekerja dan mengurus suami kamu yang mengetahui kehidupan rumah tanggamu. Hanya kamu dan Zidan yang mengetahui bagaimana rumahtangga kalian tidak mereka atau tidak saya." ucap Washington menginginkan Yuli agar tidak mengindahkan, apa yang dikatakan Rossi kepadanya.


Rossi pun meninggalkan Yuli begitu saja. Ketika melihat Washington sudah masuk ke ruang kerja Yuli sehingga Yuli pun merasa bersyukur karena kedatangan Washington dapat membuat dirinya lepas dari wanita iblis seperti Rossi.


Sepeninggalan Washington, Yuli langsung memeriksa berkas yang diberikan Washington kepadanya. Ia pun kembali memperbaiki berkas yang perlu diperbaiki. Hal itu Yuli memang benar-benar sibuk di kantor. Mengingat dirinya sudah satu bulan tidak masuk ke kantor membuat pekerjaannya menumpuk.


"Entah apa yang membuat Zidan jatuh cinta kepada wanita pembawa sial itu. Gara-gara wanita sialan itu, Zidan mengalami kecelakaan." gumam Rossi sambil menatap Yuli dari ruang kerjanya yang kebetulan letak ruang kerja Yuli dengan Rossi tidak terlalu jauh.


Rossi meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya. Ia mengetahui kalau Zidan saat ini tinggal sendiri di rumah. Sementara Yuli bekerja di kantor sehingga Rossi merasa memiliki kesempatan untuk menjenguk Zidan di rumah.


Rossi menghubungi salah satu sahabatnya yang sama-sama bekerja di kantor Dirgantara. Dan meminta izin membantu dirinya mengerjakan pekerjaannya Sementara waktu. selama dirinya pergi menemui Zidan. Kesempatan itu tidak disia-siakan Rossi untuk bertemu dengan Zidan mengingat Yuli pasti masih berada di kantor sampai sore.


Rossi langsung berlalu dari ruang kerjanya. dan berpamitan kepada sahabatnya yang bekerja di Dirgantara Group. Dengan menggunakan taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya,Rossi pergi menemui Zidan di rumah yang ditempati Zidan dan Yuli.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏💓


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2