Mama Muda

Mama Muda
BAB.243 HARAPAN DAVID


__ADS_3

"Kakak berharap setelah kamu pulang dari kota California Kakak mendapat kabar baik dari kamu"


"Maksud kakak kabar baik apa?


"Mudah-mudahan setelah kamu kembali dari kota California kamu sudah mendapatkan jodoh kamu." pekik David.


"Ah..... kakak bisa saja. Ya sudah Kak ada pekerjaan penting yang harus Avena kerjakan di sini. Kita bicaranya Lain kali saja."ujar dokter Avena sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya kepada David


karena saat itu dokter apena memiliki pekerjaan penting yang harus ia selesaikan di sana.


Sementara di tempat lain, tepatnya di kantor Hamdan Group. Terlihat David tersenyum melihat ke arah ponselnya. Setelah dokter Avena mematikan sambungan telepon selulernya. David berharap dokter Avena segera mendapatkan pasangan hidupnya yang dapat membahagiakan dokter Avena.


David tidak ingin dokter Avena kecewa dalam menjalin suatu hubungan dengan lelaki yang menjadi kekasihnya kelak. Apalagi setelah David mengingat masa dirinya melakukan kesalahan-kesalahan, dan menghianati para wanita. Membuat dirinya khawatir Avena akan merasakan hal yang sama seperti wanita yang ia kecewakan.


David berharap Avena tidak merasakan seperti yang dirasakan oleh wanita-wanita yang sudah ia kecewakan. Sore harinya matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Hal itu membuat David segera menyelesaikan pekerjaannya di kantor. David ingin segera pulang ke rumah, menemui Laura yang sudah menunggunya di sana.


Sebelumnya David sudah mengatakan kepada Laura, Kalau sore itu ia tidak dapat menjemput Laura di Rosita florist. Karena ada pekerjaan penting yang harus David kerjakan hingga sore hari. Laura sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Laura pulang sendiri dengan berjalan kaki.


Bukan Laura tidak bisa menaiki taksi online. Tetapi Laura ingin berolahraga agar kelak proses persalinannya berjalan dengan lancar. Sesuai dengan informasi yang ia ketahui dari para kaum ibu-ibu yang sudah pernah merasakan menjadi ibu muda.


Dalam perjalanannya, Laura melihat pasangan suami istri yang berjalan bersama berolahraga sore hari. Tampak Laura tersenyum melihat pasangan suami istri itu yang begitu mesra menurutnya.


"Seandainya saya bisa seperti mereka." gumam Laura dalam hati sambil tersenyum ke arah pasangan suami istri itu.

__ADS_1


"Ada apa Mbak Kenapa Mbak tersenyum melihat kami?" tanya ibu muda itu yang saat ini sedang hamil juga berjalan bersama suaminya.


"Saya senang melihat kalian terlihat romantis berjalan berolahraga bersama."ucap Laura sambil mengembangkan senyumnya.


"Mbak juga bisa seperti ini memangnya suami Mbak Sekarang di mana? tanya wanita itu penasaran. Laura terdiam ia tidak dapat menjawab pertanyaan wanita itu.


Tiba-tiba mobil David pun menghampiri Laura. Membuat Laura sedikit terkejut melihat kehadiran David disana. Padahal David sudah menghubungi Laura kalau dirinya tidak dapat menjemput Laura, karna ada pekerjaan penting yang harus ia selesaikan.


"Sayang .....maaf ya, Mas telat jemput kamu. Soalnya ada pekerjaan yang harus mas kerjakan tadi di kantor." ucap David sambil langsung mengecup kening Laura. Membuat pasangan suami istri itu pun mengembangkan senyumnya melihat keromantisan Laura dengan David. Padahal di antara Laura dan David saat ini belum berstatus suami istri.


"Wah Mas tadi sepertinya istri mas sudah iri melihat Kami. Sekarang giliran kami yang iri melihat keromantisan kalian." ucap wanita itu berniat untuk mencintai Laura dengan David. Kemudian wanita itu pun memperkenalkan dirinya kepada Laura dan David. Begitu juga dengan Laura. Ia pun memperkenalkan dirinya kepada wanita itu bersama suaminya.


Setelah beberapa menit berbincang-bincang dengan pasangan suami isteri itu, David pun berpamitan kepada pasangan suami istri itu. Karena saat itu David sudah merasa lelah, dan ingin Langsung istirahat mengingat aktivitas David hari ini cukup padat di kantor.


Laura menganggukkan kepalanya pertanda tebakan David benar adanya.


"Kalau begitu besok Mas akan temani kamu berolahraga. Jangan khawatir Mas juga ingin kalau proses persalinan mu kelak berjalan dengan lancar. Seperti apa yang dikatakan oleh pasangan suami istri itu." ucap David sambil mengelus tangan Laura.


Beberapa menit kemudian, Laura dan David pun tiba di rumah. Terlihat rumah tampak sepi. Yang ada hanyalah asisten rumah tangga.


"Mas ternyata kalau tidak ada dokter Avena di rumah ini, rumah terlihat sepi ya Mas ." ucap dokter Avena kepada David.


"Rumah kita akan terlihat ramai jika bayi yang ada di dalam kandungan kamu sudah lahir sayang."

__ADS_1


Laura langsung tertawa cengengesan ketika David mengatakan kalau rumah mereka akan terasa ramai jika bayi yang ada di dalam kandungannya sudah lahir. Laura begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan David. Itu berarti David juga menyayangi bayi yang ada dalam kandungannya.


Sementara di tempat lain, Antonio yang berada di ruang kerja Pak Adrian pun memberitahu masalahnya tanpa ada yang ia tutup-tutupi. Ia pun berterus terang kepada Pak Adrian kalau dirinya merasa curiga. Kalau bayi yang dikandung oleh mantan kekasihnya adalah darah dagingnya sendiri.


Hal itu membuat Pak Adrian langsung menatap Antonio dengan tatapan tajam. Pak Adrian seolah tidak percaya putranya mampu menodai seorang wanita tanpa adanya ikatan pernikahan. Padahal pak Adrian adalah seorang pengacara kondang di kota ini.


Pak Adrian tidak ingin nama besar keluarganya tercoreng atas perbuatan putranya. Jika ada pesaing Pak Adrian yang mengetahui hal itu, maka tidak menutup kemungkinan orang itu akan mengumbar aib keluarga Pak Adrian dan membuat nama baik Pak Adrian akan tercoreng.


Padahal selama ini khalayak ramai, mengetahui kalau Pak Adrian menjunjung tinggi kehormatan keluarga. Semua orang juga mengetahui kalau Pak Adrian adalah orang yang tegas dalam menghadapi kasus apapun.


"Apa yang ada di pikiran kamu sehingga kamu mampu melakukan hal yang melanggar norma agama di negara kita? apa Papa pernah mengajarkanmu seperti itu? tanya Pak Adrian kepada Antonio. Membuat Antonio tidak mampu menatap Pak Adrian. Ia hanya tertunduk, dan takut Pak Adrian akan lebih marah kepadanya Jika ia menjawab pertanyaan Pak Adrian.


"Papa tidak pernah mengajarkan kalian seperti itu. Jujur Papa sangat kecewa kepada kamu. kenapa kamu tidak memberitahu kepada papa kalau mantan kekasihmu itu sedang hamil darah daging kamu? Jika kamu mengatakan hal itu kepada Papa, Papa tidak akan meminta kamu meninggalkannya begitu saja.


Siapa dia? Mengapa kamu sampai melakukan hal itu kepadanya? Pak Adrian kembali bertanya kepada Antonio. Pak Adrian sudah merasa geram melihat putranya yang tidak bertanggung jawab akan apa yang sudah ia lakukan, kepada wanita yang pernah menjadi kekasih Antonio.


Sejujurnya Pak Adrian sendiri lah yang meminta Antonio untuk memutuskan hubungannya dengan kekasihnya. Tetapi Pak Adrian tidak mengetahui kalau kekasihnya itu sedang hamil darah daging Antonio.


Karena saat itu sahabat Pak Adrian ingin menjadikan Antonio menjadi menantunya. Hal itulah yang membuat Pak Andrian meminta Antonio memutuskan hubungannya dengan kekasih Antonio. Apalagi setelah Pak Adrian mengetahui kalau kekasih Antonio itu hanyalah dari kalangan rakyat biasa.


bersambung


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2