Mama Muda

Mama Muda
TIDUR BARENG DI SOFA


__ADS_3

" Mas Kenapa sih kok sepertinya terkejut melihat Maya datang ke sini?" ucap Maya yang melihat mimik suaminya agak berbeda, ia tidak mengetahui kalau suaminya sudah melihat interaksi dirinya bersama beberapa karyawan yang ada di lobby kantor.


Surya mengembangkan senyumnya dan langsung memeluk istrinya dengan pelukan kasih sayang. Ia memberikan kecupan yang bertubi-tubi di wajah dan bibir Maya. Membuat Maya sedikit kewalahan dengan tingkah konyol suaminya. Maya bingung Mengapa suaminya bersikap seperti itu terhadapnya.


Tetapi sekilas Maya langsung menyadari dan menatap layar laptop milik suaminya yang mana jaringan CCTV tersambung langsung ke laptop milik suaminya. Maya langsung terkekeh ketika melihat sambungan jaringan CCTV itu mengarah ke lobby.


" Sayang, pasti melihat gurauanku di lobby bukan? sehingga kamu bertingkah konyol seperti ini!" ucap Maya sambil mengembangkan senyumnya melihat suaminya yang sangat ia cintai. Iya sayang memang paling bisa membuat hati orang itu menjadi menghangat. Mas bisa lihat setiap orang yang melihat kamu merasa bahagia dan bangga dapat bertegur sapa dengan kamu." ucap Surya Dirgantara kepada Maya.


Maya mengembangkan senyumnya,lalu ia pun mengatakan kalau dirinya dihargai di perusahaan milik suaminya. Karena nama suaminya ada di belakang nama Maya.


" Mas mereka melakukan itu kepada Maya Bukan karena Maya yang baik atau sopan kepada mereka, tetapi karena mereka melihat sosok Maya dari jati diri mas sendiri." ucap Maya kepada Surya membuat Surya mengerutkan keningnya.


"Bukan karena itu sayang, tetapi karena sikap lembut kamu dan gurauan kamu membuat para karyawan begitu respect kepadamu." ucap Surya Dirgantara.


" Ah sudahlah mas, lebih baik kita makan saja dulu. Ini sudah waktunya makan siang pasti mas belum makan bukan? ucap Maya sembari menyodorkan bekal yang ia bawa sebelumnya dari rumah.


" loh kamu masak sayang untuk Mas? tanya Surya menatap kotak makanan yang dibawa Maya untuk Surya. Maya mengembangkan senyumnya dan mengatakan kalau Maya ingin sekali menikmati makan siang di kantor bersama suaminya. Sehingga ia memilih memasak sendiri dan membawanya langsung ke kantor, untuk menikmati makan siang di kantor Dirgantara bersama suaminya.


Terima kasih sayang kamu begitu perhatian kepada Mas. Jujur Mas sangat bahagia mendapatkan perhatian penuh dari kamu. makanannya Pasti sangat lezat dapat menggugah selera mas."ucap Surya Dirgantara begitu bahagia menatap kotak makanan yang dibawa Maya dari rumah.

__ADS_1


Maya pun langsung membuka kotak makanan itu dan berlalu ke pantry untuk mengambilkan dua piring dan 2 gelas untuk mereka gunakan menyantap makanan yang sudah dibawa Maya sebelumnya.


Petugas office girl dan office boy yang bertugas di sana pun terkejut melihat kehadiran Maya di pantry. "Nyonya Mengapa tidak memanggil kami saja untuk mengambilkan apa yang Nyonya perlukan?" tanya salah satu office girl yang melihat kehadiran Maya di pantry.


"Saya hanya mengambil dua piring dan dua gelas saja, karena saya ingin makan siang bersama suami saya di ruang kerjanya. Kalian tidak perlu merasa tidak enak. Lebih baik kalian nikmati saja makan siang kalian dan beristirahatlah. Agar kalian memiliki tenaga bekerja kembali." ucap Maya sambil mengembangkan senyumnya menatap office girl dan office boy yang sedang melakukan makan siang di pantry.


Lalu Maya meninggalkan pantry itu menuju ruang kerja suaminya. Beberapa office girl dan office boy pun memuji Maya dengan kesederhanaan dan kebaikan Maya, setiap kali maya memberi tegur sapa kepada para karyawan yang bekerja di perusahaan Dirgantara. Sekalipun itu karyawan rendahan seperti office girl dan office boy yang bekerja di sana.


Setelah Maya tiba di ruang kerja Surya Dirgantara, Maya langsung menghidangkan menu makanan siang yang ia bawa dari rumah untuk suaminya. Surya Dirgantara menelan silvanya. Karena melihat tekstur dan aroma masakan yang dibawa Maya saat ini sudah mengunggah selera Surya Dirgantara.


Ia pun langsung meraih piring yang diberikan Maya kepadanya. Setelah mengucapkan bismillah, Surya langsung menyantap menu makanan yang ada di piring miliknya. Ia memuji masakan Maya yang dapat memanjakan lidah Surya.


Sementara Maya pun menyantap makanan miliknya, karena ia sengaja siang itu tidak makan dari rumah dan memilih makan bersama suaminya di kantor Dirgantara.


"Kamu memang istri yang sangat luar biasa sayang. Tidak akan pernah Mas menemukan wanita seperti kamu lagi di dunia ini.


Mas sangat bersyukur memiliki istri seperti kamu. Mas bahagia hidup bersama kamu." puji Surya Dirgantara kepada Maya Wulandari


Membuat Maya Wulandari menatap suaminya sambil tersenyum manis. Senyuman yang mampu memporak-porandakan hati seorang Surya Dirgantara pemilik perusahaan terbesar di sejagat negara ini.

__ADS_1


Setelah selesai menyantap menu makanan yang ada di hadapan mereka, Maya pun memanggil salah satu office girl agar membersihkan piring bekas makanan mereka dan office girl itupun Langsung datang menghampiri Maya dan surya di ruang kerja surya. Dan membawa kotak makanan dan piring bekas makanan kedua pasangan suami istri itu ke pantry untuk dibersihkan.


Maya langsung duduk di sofa. Ia berniat menikmati siaran televisi yang ada di ruang kerja Surya saat itu. Tetapi Surya langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan kepalanya ia taruh di pangkalan paha Maya. seolah dirinya membutuhkan belaian dari Maya saat itu.


Maya pun mengelus rambut wangi suaminya Ia begitu menyayangi Surya walaupun umur mereka berbeda jauh. Tetapi rasa cinta dan kasih sayang Maya tidak sedikitpun berpaling dari Surya. Entah karena Belahan dari Maya Surya terlihat menikmati belaian itu. sampai ia tertidur di sofa dengan kepalanya berada di pangkalan paha Maya.


Maya mengembangkan senyumnya menatap wajah polos suaminya yang terlihat seperti anak kecil tidur di pangkalan paha Maya. Tetapi Maya tidak ingin mengganggu tidur Surya saat itu, sehingga dirinya memilih membiarkan Surya tertidur pulas di sana. sambil menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta


Entah karena faktor kekenyangan akhirnya Maya pun ikut tertidur pulas sambil terduduk, ia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Satun jam kemudian Surya Dirgantara terbangun dari tidurnya, setelah Zidan menghampiri Surya ke ruang kerjanya.


Surya pun merasa bersalah kepada Maya karena sudah membuat Maya tidur sambil duduk di sofa. Ia pun merasa tidak tega mengganggu tidur Maya. Kemudian ia menggendong tubuh Maya masuk ke ruang istirahat. Tepatnya di kamar istirahat Surya yang berada di kantor Dirgantara.


Zidan mengembangkan senyumnya menatap pasangan suami istri itu yang terlihat menikmati tidur siang mereka. Setelah Surya membaringkan tubuh Maya di ruang istirahatnya, Surya kembali menghampiri Zidan.


"Ada apa kamu menemui ku di sini ada sesuatu yang penting yang kamu sampaikan?" tanya Surya Dirgantara kepada Zidan. Zidan pun memberikan berkas yang ada di tangannya kepada Surya. Agar Surya segera menandatangani berkas persetujuan kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan. Yang akan mereka kerjakan dengan perusahaan ternama di salah satu kota yang letaknya tidak jauh dari kota Jakarta.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2