Mama Muda

Mama Muda
TAK INGIN MEMBUAT KECEWA


__ADS_3

Surya melajukan mobilnya hingga mobil itu tiba di rumah utama keluarga Dirgantara. terlihat Mami Yolanda sudah menyambut kepulangan anak, menantu dan cucunya itu. rasa rindu yang amat dalam dirasakan Mami Yolanda setelah beberapa hari terpisah dengan cucu-cucunya.


"Aduh..... cucu Oma yang cantik dan yang tampan sudah pulang ternyata ." ucap Mami Yolanda sembari langsung memeluk Bintang dan memberikan kecupan hangat di wajah cantik Bintang. Kemudian Nyonya Yolanda pun meraih tubuh cucu lelaki yang paling tampan yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Mami Yolanda.


"Wih. ..cucu Oma yang sangat tampan sudah pintar menyahut-menyahut Omanya." ucap Nyonya Yolanda sembari langsung membawa baby Jupiter masuk ke dalam rumah ia tidak ingin membuat baby Jupiter merasa tidak nyaman berada di luar.


"Ayo masuk kasihan cucu-cucuku mereka sepertinya sudah ingin istirahat." ujar Nyonya Yolanda kepada surya dan juga Maya. Sementara Mori sudah mengeluarkan barang bawaan mereka dari rumah keluarga Alberto. terlihat Aini sedang sibuk ingin langsung menghubungi Aliando, dan memberitahu kalau keluarga kecil Surya Dirgantara sudah kembali ke rumah utama keluarga Dirgantara.


Maya dan Surya pura-pura tidak mengetahui kalau Aini menghubungi Aliando.


Maya memanggil Aini ketika dirinya memberikan informasi kepada Aliando hingga informasi yang diberikan oleh Aini Kepada Aliando terputus begitu saja. Karena Aini harus langsung menghampiri Maya dan juga Surya.


"Aini Tolong kamu bereskan ini ke sana dan susun semuanya ke tempatnya masing-masing." ujar Maya sembari memberikan barang-barang bawaan mereka dari rumah keluarga Pak Alberto kepada Aini. agar menurut Maya jika kesibukan diberikan kepada Aini, maka Aini tidak akan memiliki waktu untuk memberitahu apa saja yang dilakukan keluarga kecil Surya kepada Aliando.


Surya sudah merasa geram melihat penghianat ada tinggal di rumahnya. Bahkan ia memberikan gaji kepadanya. Tetapi karena Maya melarang Surya untuk memberikan sangsi dan memecat Aini begitu saja, membuat Surya mengurungkan niatnya untuk memecat Aini. Tujuan Maya hanyalah ingin mengetahui rencana apa yang akan dilakukan Aliando kedepannya untuk kehidupan Bintang dan juga dirinya.


"Maya mengumpat dalam hati dan memberikan sumpah serapah kepada Aliando Karena rasa sakit yang ia rasakan saat Aliando meninggalkannya begitu saja sewaktu hari pernikahan mereka saat itu. Maya begitu terus memperhatikan gerak-gerik Aini semenjak Maya mengetahui kalau Aini informan Aliando selama ini.


"Kita langsung istirahat saja Ya, sepertinya Maya merasa lelah." ucap Maya kepada Surya Dirgantara.


"Tetapi Mas menginginkanmu sayang!" sahut Surya sembari langsung mengecup bibir manis Maya yang sudah menjadi candu baginya.


Maya tidak bisa menolak permintaan suaminya Karena bagaimanapun, itu sudah menjadi kewajibannya melayani suaminya dengan sepenuh hati. Maya tidak ingin berbuat dosa karena menolak keinginan suaminya untuk melayani suaminya.


Maya mengembangkan senyumnya sembari langsung memeluk tubuh Surya Dirgantara. surya yang merasa mendapat lampu hijau dari Maya langsung meraih tubuh Maya dan memberikan kecupan demi kecupan di wajah dan bibir Maya.

__ADS_1


Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga Maya mengeluarkan De$@hanya karena ia benar-benar merasakan sensasi yang luar biasa setelah mendapat sentuhan dari suaminya.


Surya menuntun Maya naik ke atas tempat tidur dan kembali mengecup bibir manis Maya. Hal itu membuat Maya merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Begitu juga dengan Surya ketika Maya merespon gerakannya surya merasakan desiran yang sangat hebat. Gerakan demi gerakan yang luar biasa membuat kedua insan itu benar-benar memadu kasih.


Satu jam selama bergulat di atas ranjang, Maya dan Surya langsung membaringkan tubuh mereka di atas tempat tidur karena sudah merasa kelelahan. Terlihat Surya langsung mengecup kening Maya dan mengucapkan terima kasih kepada Maya karena sudah melayaninya hingga Surya merasa puas.


"Terima kasih sayang kamu benar-benar istri mas yang sangat mengerti keinginan mas." ucap Surya sembari mengembangkan senyumnya.


dibalas anggukan dari Maya. Pertanda ia juga menikmati permainan malam itu.


Keesokan paginya di kediaman keluarga David. Dokter avena, David dan juga Laura sudah berada di ruang makan. Setelah selesai sarapan pagi dokter Avena berpamitan kepada Laura kalau dirinya pagi itu harus segera berangkat ke rumah sakit. Karena banyak pasien yang akan ia tangani hari itu.


Begitu juga dengan David ia berpamitan kepada Laura. Karena pagi itu juga David harus berangkat ke kantor apalagi semalam ia tidak masuk ke kantor karena merasa pusing akibat terlalu banyak meminum alkohol.


Laura angkat bicara Ia pun mengatakan kalau hari ini dirinya juga akan keluar agar dirinya tidak merasa bosan. David mengizinkan Laura keluar tetapi Laura harus berjanji kalau Laura tetap menjaga kesehatannya dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya.


David memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu kepada Laura untuk Laura gunakan keperluan pribadinya. Tetapi Laura menolak uang pemberian David.


"Maaf untuk saat ini saya belum memerlukan uang ini. lebih baik uang itu kamu simpan saja." ucap Laura menolak uang pemberian David.


"Kenapa kamu tidak mau menerima uang dari saya?


"Karena saya tidak membutuhkannya saat ini."sahut Laura dengan singkat tanpa menatap David sedikitpun. Rasa kecewa terhadap David masih menyelimuti hati Laura.


Setelah selesai sarapan pagi dokter Avena dan juga David pun pergi dari rumah keluarga David. Beberapa menit kemudian setelah keberangkatan dokter Avena dan juga David, Laura pun keluar dari rumah menelusuri trotoar dan berjalan menuju Rosita florist.

__ADS_1


Di sana Laura begitu bahagia karena mendapat bos yang sangat baik dan perhatian kepadanya. Padahal Laura masih satu hari bekerja di sana. Tetapi ia sudah mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa dari Ibu Rosita.


"Selamat pagi Bu!" Sapa Laura penuh dengan senyuman membuat wanita paruh baya itu langsung tersenyum seketika.


"Kamu sudah datang? tanya ibu paruh baya itu sembari menata-nata bunga hidup yang ada di sana. Ia pun membersihkan daun-daun kering bunga-bunga itu membuat bunga yang ada di tokonya terlihat indah dipandang mata.


Karena Ibu Rosita benar-benar merawat bunga-bunganya dengan sepenuh hati.


"Wah..... bunganya sangat cantik ya Bu, terlihat mekar pagi ini." ucap Laura sembari mengembangkan senyumnya melihat bunga-bunga cantik yang ada di Rosita Flores. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri toko bunga itu dan memesan bunga untuk acara di salah satu restoran ternama di kota itu.


"Selamat pagi nona, sapa seorang pria datang menghampiri Rosita florist.


"Selamat pagi mas, ada yang bisa saya bantu? tanya Laura sambil mengembangkan senyumnya.


"Saya ingin memesan bunga untuk acara ulang tahun pernikahan bos saya." ucap pria itu sembari memberitahu bunga apa.yanh diinginkan bosnya.


"Baik kami akan merangkainya dan langsung menghantarkannya ke sana." sahut Laura sembari memberikan Bon Faktornya kepada pria itu.


"Trimakasih nona." sahut pria itu dan memberikan secarik kertas , tulisan apa yang akan di sematkan di rangakaian bunga itu.


"Silahkan lakukan pembayaran ke kasir mas." sahut Laura sopan


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir juga kekarya emak yang lain ceritanya seru loh



__ADS_2