Mama Muda

Mama Muda
BAB. 123 DI GAZEBO


__ADS_3

Ibu Rosita angkat bicara. Saya tidak tahu Anda siapa dan saya tidak tahu juga hubungan anda dengan Laura Seperti apa tetapi untuk saat ini Laura adalah menjadi tanggung jawab saya. Jadi tolong jangan mengganggu kehidupannya sekarang." ucap Ibu Rosita sembari langsung melangkah membawa Laura dari halaman Hotel itu.


Ibu Rosita dan Laura langsung masuk kedalam mobil milik ibu Rosita dan melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju Rosita florist. Diperjalanan ibu Rosita bertanya kepada Laura.


"Siapa laki-laki tadi? tanya ibu Laura berhati-hati kepada Laura


"Dia ayah kandung bayi yang ada di dalam kandungan saya."ucap Laura berterus terang kepada Ibu Rosita karena dirinya tidak ingin membohongi Ibu Rosita.


"Tapi mengapa kamu tidak memberitahu kepadanya kalau kamu sedang mengandung anaknya?"


"Untuk apa saya memberitahunya kalau dia tidak mencintaiku lagi. Dan kami juga tidak akan bisa bersama lagi. Laura sadar siapa Laura dibandingkan dirinya."sahut Laura sembari memalingkan wajahnya dari Ibu Rosita karena ia tidak ingin Ibu Rosita melihat air bening mengalir di wajah cantiknya mengingat masa-masa dirinya bersama Antonio.


Sementara di tempat lain, Antonio tampak tertegun mengingat Laura pergi begitu saja meninggalkannya. Antonio yakin kalau bayi yang ada di dalam kandungan Laura itu adalah benihnya sendiri. Clarissa sang tunangan Antonio datang menghampiri Antonio.


"Siapa sih wanita itu sayang? tanya Clarissa dengan kesalnya


Antonio sama sekali tidak menjawab ia memilih diam dan berjalan meninggalkan Clarissa begitu saja membuat Clarissa semakin kesal kepada Antonio.


Sedangkan dokter Avena mengamati bunga rangkaian Laura sendiri. Ia tidak menyangka seorang Laura mampu merangkai bunga seindah yang ia lihat sekarang.


"Ternyata kak Laura memiliki keahlian merangkai bunga.Tapi mengapa ka laura tidak mengatakannya kepadaku?" gumam dokter Avena di dalam hati.


Setelah selesai memeriksa dan meneliti semua ruangan yang akan digunakan untuk resepsi pernikahan Zidan dan Yuli dokter Avena berniat untuk kembali ke rumah karena hari sudah sore.


Sebelumnya dokter Avena sudah memberitahu kepada Maya dan juga Surya Kalau acara resepsi pernikahan Zidan dan Yuli diadakan di hotel itu. Dan itu juga melalui rekomendasi Surya sendiri. Dokter avena berlalu dari hotel itu. Ia berharap segera tiba di rumah dan meminta penjelasan dari Laura. karena Laura tidak memberitahu kepada dokter Avena Begitu juga dengan David kalau dirinya sudah bekerja di sebuah toko bunga.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih Dua puluh lima menit dari hotel tempat Zidan dan Yuli akan mengadakan resepsi dokter Avena tiba di rumah. Yang ternyata David juga sudah berada di rumah tetapi Laura belum pulang juga. David terlihat gelisah karena belum melihat Laura di rumah.

__ADS_1


"Di mana Laura?


"Mengapa sampai jam sore seperti ini belum pulang? tanya David kepada salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka. Tidak dipungkiri hari ini David sangat lelah karena banyak pekerjaan kantor yang tertunda yang harus segera diselesaikan.


Ia berusaha menjalankan perusahaan yang diamanahkan dokter Avena dan Zidan kepadanya. David tidak ingin membuat dokter Avena dan juga Zidan kecewa sehingga David berusaha bekerja keras untuk memajukan perusahaan itu.


Tiba-tiba dokter Avena menghampiri David.


"Kakak kenapa kok muka seperti ditekuk begitu?Tanya Dokter Avena pura-pura tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh David padahal dokter Avena paham betul Apa yang dipikirkan David saat ini.


"Laura belum pulang Kakak khawatir kepadanya."sahut David terlihat raut wajahnya gelisah memikirkan Laura.


Sementara Laura sudah alan menuju rumah keluarga David. Ia sengaja pulang dengan jalan kaki agar dapat mengirit ongkos. Berjalan kaki sejauh 5 km itu sudah biasa bagi Laura semenjak ia kecil. Kehidupan serba kekurangan membuat Laura menjadi wanita tangguh. Kalau hanya masalah berjalan 5 km buatnya itu sangat kecil baginya.


Sekitar empat puluh menit Laura berjalan kaki, Laura tiba di rumah keluarga David. Ketika Laura sudah tiba di rumah tepatnya pukul 06.00 sore David langsung menghampiri Laura.


"Tidak dari mana-mana kok hanya mencari angin saja sahut Laura cuek sembari pergi meninggalkan David di sana berniat untuk langsung membersihkan diri. Ia tidak ingin lama-lama berinteraksi dengan David karena igawan David masih terngiang di kepala Laura.


Dokter Avena menghampiri Laura


"Kak habis mandi temui Avena ya di gazebo belakang."ucap dokter Avena sembari mengembangkan senyumnya kepada Laura. Laura menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju dengan apa yang dikatakan dokter Avena kepadanya. Kemudian Laura meninggalkan dokter Avena untuk segera membersihkan diri.


Laura langsung masuk ke kamar mandi, Ia tidak ingin menunda-nunda membersihkan diri karena bisa menjadi malas nanti. Setelah selesai melakukan ritual mandinya sekitar 20 menit Laura langsung mengenakan pakaiannya yang biasa ia gunakan di rumah.


Kemudian Ia pun menemui dokter Avena di gazebo belakang. Laura sudah mengetahui apa yang ingin dibicarakan dokter Avena kepadanya. Untuk itu Laura sudah mempersiapkan jawabannya dengan matang tanpa harus menyakiti hati dokter Avena.


Ketika Laura sudah berada di taman belakang dokter Avena juga sudah menunggunya di sana yang ternyata di sana juga ada David menunggunya.

__ADS_1


"Kakak sudah siap mandi? Tanya Dokter Avena berbasa-basi


Laura menganggukkan kepalanya dan mendudukkan bokongnya di kursi yang ada di gazebo itu.


"Bagaimana pekerjaan kakak hari ini apa itu membuat Kakak kewalahan?" Tanya Dokter Avena membuat David merasa heran dengan pertanyaan dokter Avena kepada Laura.


"Cukup menyenangkan daripada harus berdiam diri di rumah." sahut Laura sembari mengembangkan senyumnya.


"Jujur saya kurang setuju Kalau kakak harus bekerja dengan kondisi kehamilan Kakak sekarang. Kami masih mampu membiayai hidup Kakak dan juga hidup bayi yang ada di dalam kandungan Kakak. Tetapi kenapa Kakak harus bekerja dalam situasi seperti ini?


"Maaf bu dokter, bukan saya bermaksud menyakiti hati kalian, dan saya tidak menuduh kalian tidak mampu menafkahi saya dan bayi saya. Tetapi Mau sampai kapan kalian tetap membiayai kehidupan saya Kalian juga memiliki kehidupan sendiri.


Bu dokter juga harus memikirkan kebahagiaan untuk sendiri Jangan karena hanya memikirkan saya, bu dokter lupa dengan kebahagiaan anda tersendiri ." ucap Laura sembari mengembangkan senyumnya.


"Memangnya siapa yang tidak merasa bahagia sekarang? justru saya sangat bahagia dengan kehadiran Kakak di tengah-tengah keluarga kami." ucap Avena


"Apa maksudnya ini semua? tanya David tiba-tiba angkat suara


"Bekerja?


"Maksudnya kamu bekerja sekarang sayang? Laura sama sekali tidak menjawab iya hanya diam. Laura hanya menjawab pertanyaan dokter avena.


"Avena menghargai keputusan kakak untuk bekerja di toko bunga itu. Tetapi Kakak harus ingat kondisi kesehatan Kakak. Jangan terlalu kecapean itu bisa berakibat fatal untuk kehamilan Kakak ini ujar dokter avena kepada Laura.


"Bu dokter tenang saja saya pasti menjaga dan merawat bayi yang ada di dalam kandungan saya. Dan pekerjaan saya juga di sana tidak terlalu berat hanya merangkai bunga saja. Jadi bu dokter tidak perlu khawatir." ucap Laura kepada dokter Avena. David merasa kesal karena Laura sama sekali tidak menjawab pertanyaannya tetapi pertanyaan dokter Avena selalu ia jawab dengan senyuman.


Bersambung....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


__ADS_2