
Pagi itu Yuli mendapatkan sambungan telepon dari kedua orang tuanya dari kampung. Kedua orang tua Yuli bertanya mengenai hubungan Yuli dengan Zidan. mereka menanyakan perihal Mengapa Yuli dan Zidan tak kunjung datang menemui kedua orang tua Yuli. Padahal sebelumnya Zidan mengatakan kepada kedua orang tua Yuli meraka akan segera datang menemui orang tua Yuli untuk meminta restu kepada kedua orang tua Yuli.
Yuli tidak mampu menjawab pertanyaan orang tuanya. Karena belum ada kepastian dari Zidan. Kapan mereka akan menemui orang tuanya di kampung. Pertanyaan dari orang tuanya menjadi beban buat Yuli pagi itu. Hingga Yuli kurang bersemangat untuk pergi ke kantor memulai aktivitasnya seperti biasa.
Dengan langkah sedikit gontai, Yuli melangkahkan kakinya keluar dari rumah. tanpa menunggu Zidan terlebih dahulu. Ia menggunakan sepeda motornya untuk berangkat ke kantor. Beban pikiran Yuli saat itu karena dirinya tidak mampu menjawab pertanyaan kedua orang tuanya. Karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Zidan, sehingga Yuli sangat kesal dengan apa yang dihadapinya sekarang.
Yuli menghidupkan mesin motor matic miliknya. Kemudian melanjutkannya ke arah jalan raya menuju kantor Dirgantara Group. Tetapi sebelum tiba di kantor Dirgantara Group, Yuli mampir di sebuah warung yang letaknya tidak jauh dari rumah milik bibinya. berniat untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.
Karena Yuli hari itu sama sekali tidak bergairah untuk melakukan aktivitasnya. biasanya Yuli sudah mempersiapkan bekal untuk sarapan dan juga bekal makan siang harinya. Tetapi untuk hari ini Yuli sama sekali tidak mempersiapkan apa-apa.
Sekitar 30 menit, Yuli berada di warung yang menyediakan sarapan pagi, Yuli berniat untuk melanjutkan perjalanannya ke kantor Dirgantara Group netranya melirik ke arah jarum jam yang ada di pergelangan Tangannya sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Dengan tergesa-gesa Yuli langsung menghidupkan motor matic miliknya sebelumnya ia sudah terlebih dahulu membayar sarapan pagi kepada pemilik warung.
Di perjalanan Yuli sama sekali tidak konsentrasi. sehingga Yuli menabrak mobil yang ada di hadapannya. Hal itu membuat pemilik mobil langsung menghentikan mobilnya.
"Hei.....Mbak kalau mengendarai motor itu hati-hati dong!" lihat nih mobil saya sudah lecet." bentak pria yang ada di hadapan Yuli yang tidak terima kalau mobil miliknya ditabrak oleh Yuli dari belakang karena kebetulan mobil pria itu lecet di bagian belakang.
"Maafkan saya Mas, saya sama sekali tidak sengaja. Saya ngelamun tadi." ucap Yuli meminta maaf kepada pria yang ada di hadapannya.
"Saya tidak butuh Maaf darimu yang saya butuhkan kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan terhadap mobilku. Kamu tahu harga mobil ini berapa?
__ADS_1
"Maaf Mas saya tidak mengetahui harga mobil Mas ini berapa. Tetapi yang pasti saya benar-benar minta maaf karena saya tidak sengaja menabrak mobil Mas.
"Pokoknya saya tidak mau tahu kamu harus ganti rugi kerusakan mobil saya!"ucap pria itu kepada .
"Tapi mobilnya hanya lecet Mas, Jadi berapa yang harus saya bayar untuk ini?" tanya Yuli berusaha menjawab pria itu dengan hati yang tenang.
"Kamu harus mengganti rugi 10 juta rupiah!"
" Apa?
"Sepuluh juta? yang benar aja dong Mas saya mana ada uang sebanyak itu. Mobil mas hanya lecet saja. Tetapi Mengapa mas meminta ganti rugi sebesar itu? itu berarti anda ingin memeras saya."ucap Yuli kepada pria yang meminta ganti rugi untuk kerusakan mobilnya.
"Ya sudah kalau kamu tidak memiliki uang sekarang minta KTP atau SIM kamu sebagai penjamin kalau kamu akan bertanggung jawab untuk kerusakan mobil saya." ujar pria itu kepada Yuli.
Hal itu membuat pria itu langsung kesal dan menarik motor matic milik Yuli hingga Yuli hampir terjatuh.
"Kamu jangan main kabur tidak bertanggung jawab apa yang kamu lakukan kepada mobil saya. Hei nona belajarlah untuk bertanggung jawab." ujar pria itu dengan nada meninggi.
"Maaf Mas untuk saat ini saya tidak ingin berdebat dengan anda lebih baik anda bawa mobil anda ke bengkel nanti saya akan membayar biayanya. Kalau anda tidak percaya silakan datang ke kantor Dirgantara group Saya bekerja di sana." ucap Yuli sambil langsung memberikan kartu nama miliknya kepada pria itu dan melajukan motor matic miliknya meninggalkan pria itu begitu saja.
__ADS_1
Hal itu membuat pria itu semakin kesal karena Yuli meninggalkan dia begitu saja di sana.
"Aku tidak akan membiarkan kamu lari dari tanggung jawab. saya akan mempermalukan Mu di kantormu, Jika kamu tidak membayar kerusakan mobil saya." umpat pria itu dalam hati. sembari langsung masuk ke dalam mobil miliknya berniat untuk membawa mobil itu ke bengkel.
" Sial pagi-pagi sudah mendapat musibah seperti ini. Pergi bekerja bukan mendapat untung, yang saya dapat malah puntung. Apes benar hidup saya pagi ini." gerutu Yuli sembari memarkirkan motor matic miliknya di parkiran motor yang ada di belakang kantor Dirgantara group.
Yuli masuk ke dalam kantor tanpa memperdulikan apapun. Ia hanya mengumpat pria yang sudah membuat kesabarannya habis sehingga ia tidak memperhatikan kehadiran Zidan di sana.
"Kamu dari mana saja sayang tadi Mas menjemput kamu, tapi kamu tidak ada di rumah." ucap Zidan kepada Yuli tetapi Yuli sama sekali tidak menjawab dan hanya berjalan terus meninggalkan Zidan tanpa menoleh sedikitpun.
Hal itu membuat Zidan bingung dengan perubahan sikap Yuli pagi itu terhadapnya. Ia sama sekali tidak mengetahui masalah yang dihadapi Yuli pagi ini.
"kamu Kenapa sayang kenapa kamu mendiamkan Mas?"ucap Zidan berusaha mengimbangi langkah Yuli yang tergesa-gesa masuk ke dalam ruangannya. Tetapi Yuli memilih untuk tetap tidak menjawab Zidan sama sekali.
Kejadian yang ia alami pagi ini, hanya karena memikirkan apa yang dikatakan kedua orang tuanya mengenai hubungannya dengan Zidan yang tak kunjung datang menemui kedua orang tuanya. Itu yang membuat Yuli kesal terhadap Zidan. Ia mengira kalau Zidan tidak serius kepadanya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. Jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya
__ADS_1
sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya teman emak ceritanya seru loh