
Setelah selesai membersihkan diri Zidan dan Yuli berniat pulang ke rumah Zidan yang sudah disediakan Zidan sebelum acara pernikahan mereka berlangsung. Ia ingin memberikan rumah layak dan yang terbaik untuk istrinya Yuli.
setelah selesai mandi dan memakai pakaian yang rapi, Zidan dan Yuli langsung pulang kerumah Utama keluarga Dirgantara
"Sayang masih sakit?" tanya Zidan kepada istrinya. Yuli pun menganggukkan kepalanya pertanda masih merasakan sakit diarea bagian sensitifnya.
Kemudian Zidan pun langsung menggendong tubuh mungil Yuli keluar dari kamar menuju loby, membuat orang-orang yang disana, melihat mereka terpesona.
"Wow romantis banget pasangan itu." Kata salah satu pengunjung yang ada di hotel itu. karena Yuli merasa malu ia digendong oleh suaminya, Yuli pun meminta Zidan menurunkan dirinya.
"Mas turunkan Yuli malu dong mas dilihat orang" ucap Yuli dengan nada yang sangat kecil tepat di telinga suaminya. Agar orang-orang yang di sana tidak mendengar apa yang dikatakannya kepada suaminya.
Tetapi Zidan tetap saja tidak menggubris ocehan dari Yuli. Ia tetap menggendong tubuh mungil Yuli yang ia inginkan agar istrinya merasa nyaman dan tidak kesakitan sampai ke parkiran mobil. Sementara barang-barang mereka sudah lebih dahulu dibawa oleh Ballboy yang bertugas di hotel itu.
Setelah tiba di parkiran mobil Zidan pun langsung membuka pintu mobil tepatnya di samping kemudi mobil agar Yuli masuk ke dalam mobil
"Silahkan ratuku" ucap Zidan mempersilahkan Yuli masuk kedalam mobil. Membuat Yuli langsung mengembangkan senyumnya. Ia pun langsung mengecup bibir manis suaminya. Karena sikap manis yang ditunjukkan suaminya terhadapnya, membuat Yuli semakin sayang dan cinta kepada Zidan
"I love you my husband" Ucap Yuli sambil langsung berjinjit ingin mengecup bibir Zidan Sikap manis Yuli membuat Zidan semakin gemas dan cinta kepada istrinya.
"I love you too my wife" jawab Zidan sambil kembali mengecup bibir manis Yuli
Kemudian Zidan pun langsung masuk dan duduk di kursi kemudi mobil, diikuti dengan Yuli yang duduk di samping kemudi. Setelah memasang sabuk pengaman kepada istrinya, Zidan pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah Zidan yang sudah ia sediakan sebelumnya untuk hadiah pernikahan Meraka. Yang mana Di sana, sudah ada Avena menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
Avena dan Laura sudah menunggu kedatangan mereka disana. Laura Hari itu sengaja tidak masuk kerja ke Rosita florist, karena Laura ingin membantu dokter Avena beberes di rumah baru Zidan. Sementara David saat itu sedang menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Ingin segera datang menghampiri Laura dan dokter Avena di rumah baru Zidan
Melihat pesta pernikahan Zidan dan juga Yuli Ingin rasanya David langsung menikahi Laura. Tetapi karena Laura saat ini sedang hamil membuat pernikahan mereka tertunda. David sebenarnya sangat mencintai Laura .Tetapi entah mengapa pada saat itu David ingin sekali mencari keberadaan putranya sandiago hingga dirinya sampai mengigau kalau dirinya pun masih ingin berharap masih ingin hidup bersama Aira dan juga putranya.
Entah karena dirinya sudah di vonis dokter tidak akan bisa memiliki anak lelaki sehingga David masih berharap kalau Aira mau memaafkannya dan menerimanya lagi. Tetapi itu sungguh tidak mungkin Karena Aira saat ini sudah menikah dengan lelaki yang mencintainya dan juga sudah bertanggung jawab di kehidupan sandiago dan juga Aira
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 35 menit Zidan dan Yuli pun tiba di rumah baru mereka. Terlihat dokter Avena sudah menunggu kehadiran mereka di sana. Yang ternyata mami Yolanda dan keluarga kecil Surya juga datang ingin melihat situasi dan kondisi rumah baru Zidan yang disediakan Zidan untuk istri yang sangat ia cintai.
Karena sebelumnya, surya yang meminta Zidan untuk menyediakan rumah itu sebelum acara pernikahan mereka berlangsung. Dalam pembelian rumah baru Zidan juga biayanya dibantu oleh Surya Dirgantara.
Pengabdian Zidan di perusahaan Dirgantara membuat Surya begitu menyayangi zidan seperti adik kandungnya sendiri begitu juga dengan mami Yolanda sudah menganggap Zidan seperti Putra kandungnya sendiri.
"Selamat datang Kak Zidan dan kakak ipar ucap dokter Avena sumberi langsung memeluk Zidan dan juga Yuli. Zidan membalas pelukan dokter Avena adik yang selama ini ia cari-cari.
"Tapi Kakak juga menginginkan melihat kamu segera bersanding dengan pria yang sangat kamu cintai adik ku yang manis." sahut Zidan sembari tertawa cengengesan.
Yuli mengembangkan senyumnya melihat interaksi kedua kakak beradik itu yang begitu dekat. Sementara Laura datang menghampiri keduanya dan meminta agar mereka segera masuk ke dalam rumah.
Beberapa jenis hidangan makanan sudah disediakan oleh Laura dan dokter Avena sebelum Zidan dan Yuli tiba di rumah mereka. tidak Berapa lama mobil milik surya dan keluarganya pun tiba di sana. Keluarga Pak Alberto juga hadir di sana.
"Aunty.....,"Panggil Bintang Setelah turun dari mobil milik Surya. Dan langsung berlari masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Yuli dan juga dokter Avena. Yuli langsung memeluk Bintang melihat bocah kecil nan cantik itu berlari menghampirinya.
"Wow ponakan aunty yang cantik ini datang juga ke rumah aunty?" ucap Yuli kepada Bintang.
__ADS_1
"Ya dong aunty tidak mungkin Bintang tidak melihat rumah baru aunty." sahut Bintang sembari mengembangkan senyumnya membuat Yuli semakin gemas melihat bocah kecil itu. Ia langsung mengecup wajah cantik Bintang.
Setelah memberikan salam kepada Pak Alberto, Ibu Nurhayati, Mami Yolanda, surya, dan Maya Mereka pun langsung menuju ruang makan. Karena sebelumnya dokter Avena sudah memberitahu kepada Surya kalau mereka sudah mempersiapkan menu makan siang hari itu.
"Wah makanannya banyak sekali." ucap Maya sembari menatap menu makanan yang ada di meja makan.
"Ini semua yang nyediain dokter Avena dan juga Laura ucap Zidan dan juga Yuli.
"Laura? mami Yolanda penasaran siapa sebenarnya Laura Apalagi setelah mami Yolanda melihat kondisi Laura yang sedang hamil membuat dirinya semakin penasaran siapa sosok Laura itu di tengah-tengah keluarga Zidan dan juga dokter Avena.
"Perkenalkan Tante ini Laura istri kak David."ucap dokter Avena berbohong mengatakan kalau Laura itu sudah sah menjadi istri David membuat Laura sedikit heran mengapa Avena sampai berbohong kepada Mami Yolanda.
Tetapi Laura hanya diam dan memberi salam kepada Nyonya Yolanda dan keluarga semua. Dokter Avena sengaja berbohong kepada Mami Yolanda karena ia tahu persis bagaimana Mami Yolanda.
Dokter Avena takut kalau Mami Yolanda akan memperlakukan Laura seperti halnya yang dilakukannya kepada Maya saat Maya hamil Bintang dan belum menikah dengan Surya. Sehingga dokter Avena memutuskan untuk berbohong karena ia tidak mau kalau Laura menjadi bahan olok-olokan Disana.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.
Sambil menunggu karya ini up, yuk mampir kekarya emak
__ADS_1