
Setelah berpamitan kepada tuan Hans, Surya langsung berangkat menuju Bandara internasional Changi airport. Sebelumnya ia sudah meminta asistennya untuk mengatur perjalanannya,agar segera pulang ke Indonesia. Surya tidak ingin keluarga besarnya dan juga istrinya menganggap kalau dirinya sudah tiada. Karena dusta terdaftar di salah satu penumpang pesawat AirAsia yang jatuh di perairan selat Karimata Kalimantan tengah.
***
Surya tiba di Bandara Soekarno Hatta. Surya memilih menaiki taksi online menuju ke rumah keluarga Alberto. Surya ingin segera tiba di sana. karena Surya tidak ingin istrinya dirundung kesedihan karena menganggapnya sudah tiada.
"Ya Allah mudah-mudahan istri dan anak hamba baik-baik saja mendengar berita ini.
"Maafkan mas sayang, mas tidak mengabari kamu terlebih dahulu Kalau Mas tidak jadi menaiki pesawat Air Asia itu. Dan memilih untuk menaiki pesawat jet pribadi milik sahabat mas." gumam Surya dalam hati.
Satu jam dalam perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju kediaman Pak Alberto, Surya pun tiba di rumah. Surya melihat anggota keluarga sudah ramai di sana.
Ketika taksi online yang ditumpangi Surya tiba di kediaman Alberto,Maya langsung melihat ke sana karena firasat Maya memang benar adanya kalau Surya benar-benar masih hidup. Ketika Surya turun dari taksi online yang ditumpanginya Maya langsung berlari dan memeluk Surya.
Maya tidak peduli apa pun yang ia tahu ia ingin sekali memeluk dan mencium suaminya, yang dianggap keluarganya sudah tiada. Bahkan orang-orang sudah menganggapnya depresi karena menganggap Surya masih hidup.
" Pak Alberto, Bu Nurhayati dan juga bintang begitu terkejut melihat kehadiran Surya di sana.
"Allahu Akbar
"Allahu Akbar
"Allahu Akbar
__ADS_1
ucap Ibu Nurhayati dan juga pak Alberto sambil langsung memeluk Surya dengan erat. seolah-olah mereka tidak ingin melepaskan Surya dari pelukan mereka. Apalagi dengan Maya dan Bintang.
Tangis bahagia Maya membuat orang-orang di sana tidak bisa membendung air matanya. semua orang memberi pelukan hangat kepada Surya.
"Mas Kamu dari mana saja? Maya sangat mengharapkanmu. Mereka sudah menganggap Maya gila karena menganggapmu masih hidup. karena Maya yakin akan cinta dan kasih sayang mas kepada Maya. Pasti menepati janji untuk segera kembali kepada Maya dan juga Bintang." ucap Maya sembari menangis sesunggukan.
"Sudah sayang jangan menangis Yang penting Mas sudah berada di sini." ucap Surya sambil mengecup kening Maya
"Tapi mengapa mas pada saat itu tidak jadi menaiki pesawat AirAsia yang jatuh di perairan selat Karimata Kalimantan tengah itu?
"Mas memilih untuk menaiki jet pribadi milik sahabat mas. Karena kebetulan Ia juga menuju ke Bandara Changi Singapura. ia menawarkan mas untuk menaiki pesawat miliknya saja. Apa lagi rapat penting sudah menunggu mas di change bay. Sementara pesawat ditunda keberangkatannya pada saat itu. Hingga teman mas menawarkan Mas menaiki pesawat jet pribadi miliknya.
"Ya Allah betapa besar PertolonganMu kepada suami hamba. Engkau memang benar-benar baik sungguh luar biasa."doa Maya sembari menangis sesunggukan.
"Mas, sekarang mami ada di rumah sakit. mami sok ketika mendengar berita tentang kamu. Jadi lebih baik kita segera kesana sebelum semuanya terlambat." ucap Maya kepada Surya.
"Siapa yang menjaga Mami di sana Sayang?
"Ada Zidan dengan Bibi, Jadi sebelum Mas istirahat total, lebih baik kita segera kesana karena Maya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Mami." ucap Maya kepada surya.
"Iya nak, lebih baik kamu segera ke rumah sakit untuk melihat keadaan Yolanda, Ibu yakin Yolanda begitu terpuruk mendengar berita kematian kamu. Jadi ibu yakin dengan kehadiran kamu di sana, akan mempermudah Yolanda untuk pulih kembali. lebih baik kamu istirahat di rumah sakit saja."ujar Bu Nurhayati dan pak Alberto kepada Surya.
Surya pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Mas Maya ikut ya!"
"Tapi kamu sedang hamil sayang ?
"Tidak apa-apa Mas, bayi Kita kuat kok
"Ya sudah tapi kamu harus janji, jaga terus bayi kita untuk Mas."
"Pasti Mas, tanpa mas minta Maya tetap menjaga bayi kita yang ada di dalam sini." ucap Maya kepada Surya sambil mengembangkan senyumnya.
Surya pun langsung mengecup bibir Maya karena ia sudah tidak sanggup melihat senyum manis dari istrinya. Apalagi sedari tadi istrinya hanya menangis.
"Mas malu ada ibu dan papi." ucap Maya kepada Surya. Tetapi Surya tidak peduli, ia langsung merangkul tubuh Maya naik ke dalam mobil miliknya.
Sedangkan Bintang dititipkan oleh Maya kepada Ibu Nurhayati dan juga Pak Alberto. untungnya Bintang mengerti dengan keadaan. sehingga dirinya pun tidak rewel meminta ikut pergi ke rumah sakit.
"Sayang Apa benar kamu benar-benar mengkhawatirkan Mas saat mendengar berita itu?tanya Surya
Maya langsung memukul dada bidang suaminya. Maya merasa suaminya tidak percaya terhadapnya karena cinta dan kasih sayang Maya kepada Surya benar-benar tulus.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1