Mama Muda

Mama Muda
DI BAKAUHENI


__ADS_3

Zidan melajukan mobilnya menuju Apartemen miliknya mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan mereka ke Bakauheni Lampung. Dengan rasa sedikit kesal Zidan dengan buru buru membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Karena hari itu juga Zidan akan membawa Yuli menemui kedua orangtua Yuli.


"Ayo!" ucap Zidan sambil menarik tangan Yuli setelah Zidan selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


"Kemana?


"Loh kok malah nanya,Bukannya sudah saya katakan, Kita akan berangkat sekarang juga menemui kedua orangtua kamu.


"Jangan ngaco mas!"


"Siapa yang ngaco? mas serius." ucap Zidan sembari menarik tangan Yuli yang duduk di sofa Apartemen milik Zidan.


"Bagaimana Yuli bisa pulang sekarang, mas pikir Bakauheni itu dekat?


"Saya tau baukuheni lumayan jauh dari Jakarta. Paling juga memakan waktu empat jam perjalanan. Belum ke ujung dunia juga kan!"


"Ah terserah mas aja deh, pusing Yuli melihat tingkah mas.


"Bukan kamu yang pusing melihat tingkah mas, tapi mas yang pusing melihat sikap kamu berubah drastis kepada mas dan ingin memutuskan hubungan kita dengan sepihak.


"Apa kamu tidak sayang dan cinta lagi sama mas? atau kamu sudah memiliki yang lain sehingga kamu ingin memutuskan hubungan kita dengan sepihak? ucap Zidan dengan nada meninggi membuat Yuli terhenyak mendengar suara bariton dari Zidan yang selama ini belum pernah Yuli dengar sebelumnya.


Yuli sama sekali belum pernah mendengar dan melihat Zidan ketika marah membuat Yuli terhentak mendengar suara Zidan. Tiba tiba Air bening mengalir di wajah cantik Yuli membuat Zidan merasa bersalah dan meminta maaf kepada Yuli.


"Maafkan mas Sayang, mas tidak bermaksud menyakiti kamu." ucap Zidan kepada Yuli membuat Yuli langsung memalingkan wajahnya dari Zidan.


"Saya mau pulang." ucap Yuli sambil langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Kita langsung berangkat ke Bakauheni sekarang juga." ucap Zidan sambil memeluk Yuli dan terus meminta maaf kepada Yuli karna sudah membuat Yuli menangis.


Padahal Zidan sudah berjanji untuk tidak akan pernah menyakiti hati Yuli.

__ADS_1


"Siapa yang selama ini berjanji untuk menemui kedua orang tua saya dalam waktu dekat? mas kan?. Tapi janji mas tidak mas tepati. Yuli rasa mas tidak ada keseriusan mas terhadap Yuli."


"Kan kamu tau sendiri kalau mas akhir akhir ini sibuk banget di kantor. Kamu sendiri juga tau itu sayang." sahut Zidan


"Tapi papa dan mama tidak mengetahui hal itu. karena mas sebelumnya berjanji nkeoda mereka kalau mas akan menemui mereka dalam waktu dekat sewaktu mas berbicara di dalam telepon." Mas Sada ngak sih? kalau mas sudah memberikan mereka pengharapan yang tak pasti dari mas." ucap Yuli.


"Mas tau tadi pagi, mama dan papa menghubungi Yuli dan mengatakan kalau mas itu pembohong dan mas tidak serius kepada Yuli. Karna mas sudah terlanjur berjanji kepada papa dan mama." ucap Yuli membuat Zidan langsung terdiam. Karna apa yang dikatakan Yuli benar adanya.


"Untuk itu mas minta maaf, karna kesibukan mas selama ini membuat mas lupa akan hal itu." ucap Zidan sambil memeluk Yuli.


"Jangan meminta maaf sama Yuli mas, meminta maaf lah kepada papa Dan Mama di kampung." ucap Yuli.


"Apa mas tau, Karna masalah ini , tadi pagi Yuli sudah menabrak mobil orang dan harus mengganti rugi dengan jumlah yang tak pantas menurut Yuli.


"Kalau masalah itu biarkan mas yang tangani, berikan nomor ponselnya kepada mas."


"Tidak perlu mas, itu menjadi urusan Yuli saja.


"Urusan kamu urusan mas juga sayang, kamu itu istri mas dan calon ibu dari anak anak mas." ucap Zidan


"Belum istri, emang kapan di halalin nya? ucap Yuli.


" Besok kamu akan mas halalin." ucap Zidan dengan singkat. Sambil menggandeng tangan Yuli keluar dari apartemennya. Karena hari itu Zidan dan Yuli akan berangkat ke Bakauheni.


"Mas serius kita hari ini berangkat ke Bakauheni?


"Ya mas serius sayang." ucap Zidan sambil membuka pintu mobil miliknya agar Yuli dapat masuk dengan leluasa, setelah mereka tiba di parkiran Apartemen. Ditengah-tengah perjalanan Zidan menghentikan mobilnya disebuah supermaket untuk sekedar membeli buah tangan untuk orang tua Yuli.


Ia terpaksa membeli buah tangan di tengah perjalanan karena hari sudah mepet. di samping membeli buah tangan, Zidane juga membeli beberapa potong pakaian untuk digunakan Yuli selama berada di Bakauheni. karena Yuli sama sekali tidak membawa baju ganti.


Setelah merasa cukup Zidan dan Yuli kembali ke masuk ke dalam mobil, untuk melajukan perjalanan mereka ke Bakauheni. Dua jam dalam perjalanan menuju pelabuhan merak, Meraka menyebrangi lautan dengan menggunakan transportasi kapal laut Agra mereka segera tiba di Bakauheni.

__ADS_1


Selama kurang lebih satu setengah jam dalam perjalanan dari merak menuju Bakauheni. Zidan dan Yuli Tiba di Bakauheni mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman orangtua Yuli yang tidak jauh dari pelabuhan Bakauheni.


"Sayang apa masih jauh dari pelabuhan ini?"


" Tidak mas, paling sekitar lima belas menit lagi kita akan sampai. Mas tinggal lurus dan belok kanan." ucap Yuli menuntun Zidan mengendarai mobilnya.Karena hari sudah malam tepatnya pukul delapan malam. Padahal Yuli belum memberitahu kalau mereka akan datang malam itu juga menemui orangtuanya.


Setelah tiba di kediaman keluarga Yuli, Zidan menghentikan mobilnya tepat dihalaman rumah orangtua Yuli membuat kedua orangtua Yuli heran melihat mobil parkir dihalaman rumah mereka. Sebelumnya Zidan sudah menghubungi Surya dan Maya untuk memberitahu kalau dirinya hari ini menemui orangtua Yuli.


"Ini rumah kamu sayang?" tanya Zidan


"Iya mas. jelek ya?"


"Tidak sayang, Rumah itu jangan dinilai dari gedungnya tapi ketulusan hati orang orang yang tinggal didalamnya. " ucap Zidan sambil mengecup wajah cantik Yuli. Kemudian Zidan dan Yuli keluar dari mobil.


Pak Arianto dan Ibu Anjani sudah keluar dari rumah Melihat mobil yang terparkir di halaman rumah Meraka


"Ma.....pa.....! teriak Yuli sambil berlari memeluk papa dan mamanya.


"Yuli, mama dan papa sudah sangat merindukanmu sayang " ucap Anjani dan pak Arianto.


"Yuli juga sangat merindukan papa dan Mama." ucap Yuli sambil merenggangkan pelukannya.


"Oh iya pa....ma .... kenalin ini mas Zidan, mas kenalin ini papa dan mama." ucap Yuli.


Zidan memberi salam kepada pak Arianto dan Ibu Anjani.


"Selamat malam pa.....ma...." sapa Zidan sambil memberikan salam kepada pak Arianto dan ibu Anjani.


"Selamat malam, Ayo silahkan masuk nak Zidan." sahut ibu Anjani dan pak Arianto kompak mempersilahkan Zidan masuk kerumah.


Zidan dan Yuli masuk kedalam rumah dan Ibu Anjani menjamu Zidan dan Yuli apa adanya malam itu. Karna Yuli dan Zidan tidak memberitahu kedatangan meraka sebelumnya kepada Ibu Anjani dan pak Arianto.

__ADS_1


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. Jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


__ADS_2