Mama Muda

Mama Muda
PERDEBATAN LAURA DENGAN ANTONIO


__ADS_3

Karena kebetulan Antonio membelakangi Laura. Dengan telaten Laura langsung merangkai bunga pesanan Tuan Adrian sang pengacara kondang yang terkenal di kota ini. Ayah kandung Antonio sendiri. Laura sama sekali tidak mengetahui hal itu, kalau Tuan Adrian adalah ayah kandung Antonio.


Ketika Laura merangkai bunga pesanan Pak Adrian yang merupakan pengacara kondang di kota ini. Antonio yang baru selesai berbicara dengan Bu Rosita memperhatikan Laura bekerja. Ia sengaja tidak langsung menegur Laura, agar Antonio lebih lama melihat dan memperhatikan Laura bekerja.


Sejujurnya Antonio ingin sekali langsung menegur Laura. Karena dia yakin kalau anak yang ada di dalam kandungan Laura itu adalah benih Antonio. Antonio sama sekali belum mengetahui kalau Laura telah bertunangan dengan David.


Ketika Laura menyelesaikan rangkaian bunga untuk pak Adrian, Laura menghampiri Ibu Rosita yang sedang berada tempat penerimaan orderan bunga.


"Bu sepertinya bunganya telah selesai dan sudah siap untuk langsung diantar ke kantor Pak Adrian."ucap Laura tanpa sama sekali memperhatikan Antonio di sana.


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja dulu."ucap Ibu Rosita lalu Laura memperhatikan daun bunga yang sudah mengering. Ia pun membersihkan daun bunga itu. Padahal Ibu Rosita sudah memintanya untuk istirahat. Ketika Laura ingin berlalu dari hadapan Ibu Rosita netra Laura menangkup sosok wajah yang tidak asing baginya.


"Kamu ngapain Di Sini? kamu mengikutiku ya? Sudah berapa kali Laura katakan kepada Anda tuan Antonio yang terhormat, Jangan pernah mengusik kehidupanku lagi. karena Laura sudah menganggap kamu tiada di muka bumi ini. Semenjak kamu memutuskan hubungan kita dengan sepihak.


Tetapi Laura bersyukur kamu membukakan pintu netra Laura bahwa Antonio tidak layak untuk Laura. Laura juga bersyukur karena Antonio memutuskan hubungan dengan sepihak, sehingga Laura bertemu dengan keluarga baru Laura yang begitu baik dan perhatian kepada Laura.


Laura juga memiliki suami yang begitu perhatian dan sayang kepada Laura." ucap Laura kepada Antonio yang dapat membungkam Antonio dengan sekejap.


"Apa?


"Suami?

__ADS_1


"Sejak kapan kamu menikah? Saya tidak percaya kamu sudah melupakan saya karena kamu sangat mencintai Antonio."ucap Antonio dengan percaya diri. Hal itu mengundang tawa dari Laura yang begitu kencang


"Jangan terlalu percaya diri Tuan Antonio yang terhormat, semenjak kamu memutuskan hubungan kita dengan sepihak itu berarti kamu itu bukan lelaki yang baik dan gentlemen. Kamu lelaki pecundang, tidak membicarakan sesuatu masalah kepada kekasihmu. Tetapi kamu memutuskan dengan sepihak. Apa salahku?


"Jikalau Laura memiliki kesalahan seharusnya bisa dibicarakan baik baik, bukan malah memutuskan hubungan dengan sepihak. Kita menjalin hubungan itu bukanlah waktu yang singkat. Sungguh perih hati ini ketika kamu mengambil keputusan sendiri. Tanpa membicarakannya terlebih dahulu kepada Laura.


Laura sadar kamu pasti malu memiliki kekasih seperti Laura. Yang terlahir dari rakyat jelata, bukan dari kalangan atas seperti kalian. Jujur Laura berterima kasih karena kamu memutuskan hubungan kita membuat mata Laura terbuka. Dan Laura dapat bertemu dengan Ibu Rosita, Bos Laura yang begitu baik dan perhatian kepada Laura." ucap Laura dengan penuh emosi


Sementara Ibu Rosita hanya sebagai pendengar. Ia bingung dengan situasi yang ada. Karena sebelumnya Ibu Rosita sama sekali tidak mengetahui hubungan antara Laura dengan Antonio. Sungguh situasi membuat Ibu Rosita bingung.


Tetapi Ibu Rosita tidak ingin terlalu dalam ikut campur dalam urusan pribadi Laura. Sehingga Ibu Rosita memilih untuk meninggalkan keduanya di sana. menyelesaikan masalah Laura dan Antonio. dan Ibu Rosita pergi menghantarkan bunga pesanan Pak Adrian bersama delivery order.


"Bagaimanapun dan Apapun yang kamu katakan, Saya sama sekali tidak percaya kalau kamu sudah menikah dengan lelaki lain. Karena aku tau kamu sangat mencintai Antonio." ucap Antonio yang belum melihat cincin tunangan milik Laura.


Antonio langsung terdiam ketika Laura menunjukkan cincin pertunangannya dengan foto pertunangan Laura dengan David. Antonio tidak mengetahui kalau foto yang diberikan oleh Laura hanyalah foto pertunangan. Bukan foto pernikahan. Yang Antonio ketahui itu adalah foto pernikahan. Karena Avena sengaja mendesain sedemikian rupa, Kalau acara pertunangan itu layaknya acara pernikahan.


"Katakan Laura!" bahwa anak yang ada di dalam kandungan kamu itu adalah anakku."ucap Antonio sembari menangkup kedua tangan Laura.


"Itu tidak menjadi urusan kamu lagi. semenjak kita sudah putus, maka hubungan kita sama sekali tidak ada lagi. Laura sudah menganggap kamu tiada di dunia ini. Ini anakku Bukan anakmu. Camkan itu."ucap Laura sambil tersenyum sinis.


Sementara di tempat lain, David yang merasa tidak Tenang, ingin sekali langsung pulang dan menghampiri Laura. Padahal jam masih siang dan waktunya makan siang. David berlalu dari kantor Hamdan Group. David berniat menghampiri Laura. Agar mereka dapat makan siang bersama. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit David sudah tiba di Rosita Florist, berniat langsung menghampiri Laura.

__ADS_1


"Sayang!" Panggil David sembari langsung menghampiri Laura yang sedang beradu urat dengan Antonio.


"Eh mas!" kok siang sudah datang bukannya kita janji kalau mas jemput Laura jam 05.00 sore? tanya Laura begitu terkejut melihat kehadiran David di sana.


"Habis kamu ngangenin mas sayang, jadi Mas berniat makan siang bersama kamu sayang." ucap David Sumbar meraih tubuh Laura dan memberi kecupan hangat di kening Laura. Hal itu membuat Antonio tidak sanggup melihat kemesraan antara Laura dengan David.


Laura sengaja membalas kecupan dari David di hadapan Antonio. Agar Antonio yakin bahwa mereka sudah benar-benar pasangan suami istri. Laura langsung mengecup bibir ranum David membuat David sedikit terkejut akan apa yang dilakukan oleh Laura terhadapnya. Tetapi David tidak ambil pusing, justru dirinya menikmati sikap manis Laura kepadanya.


Senyum merekah di wajah David ketika mendapat kecupan hangat dari Laura. Ia tidak memperhatikan mimik Antonio ketika Laura dan David begitu mesra di hadapan Antonio. Wajah Antonio sudah merah padam, ia sangat emosi melihat kemesraan Laura dengan David.


Tetapi saat itu Antonio tidak dapat berbuat apa-apa. Karena cincin yang melingkar di tangan Laura dan juga di tangan David sama persis. Itu berarti yang dikatakan Laura benar adanya. Kalau mereka sudah benar-benar menikah.


"Manusia, bukan kalian saja di sini. Kalau ingin bermesraan jangan di tempat ini. Ini tempat umum." ucap Antonio membuat David langsung merenggangkan pelukannya dari Laura. David sama sekali tidak mengetahui sosok Antonio siapa di kehidupan Laura.


David hanya mengira kalau Antonio hadir di sana, merupakan tamu atau pelanggan Rosita Florist. Sehingga David pun langsung melepaskan pelukannya dari Laura. Laura menatap Antonio dengan tatapan tajam. Seolah dirinya ingin menerkam Antonio yang mengusik dirinya bermesraan dengan David.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak

__ADS_1



__ADS_2