
Pagi yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya dan menyinari seluruh permukaan Bumi. Hingga sinar mentari itu menyinari di setiap celah Ruangan.
Maya terbangun dari tidurnya.
"Huyaemmm...." Maya bergeliat. Ia melihat suaminya berbaring sembari memeluk Maya.
Maya mengebangkan senyumnya ketika melihat wajah tampan suaminya.
"Tampan amat sih suami gue!" gumam Maya sambil terus memandangi wajah tampan suaminya. Ia berniat untuk menjahili Surya. Maya memainkan jarinya di wajah tampan suaminya, Membuat suaminya sedikit terusik.
"Sayang......!" mas masih ngantuk loh." ucap Surya sambil langsung meraih tangan Maya hingga Maya ditarik kepelukan Surya.
"Jangan Mancing sayang kalau tidak mau dilahap sekarang." ucap Surya membuat maya bergidik ngeri.
Hal itu membuat Maya langsung berusaha melepaskan pelukan Surya darinya.
"Mas masih bau!" Maya mau mandi dulu habis itu kita pulang" ucap Maya
"Kok pulang sih?
"Terus mau ngapain?"
"Ya kita Bulan madu dong sayang." ucap Surya.
"Tapi kasihan Bintang, nanti Bintang kecarian loh mas." ucap Maya
Surya menghela napas panjang. Ia tidak ingin membuat Maya bersedih dan harus berjauhan dari Bintang sebelum Maya meminta ijin langsung kepada Bintang.
"Ya sudah tidak apa apa!" habis mandi dan sarapan kita pulang kerumah." ucap Surya.
"Tapi mas kita pulang kerumah papa, atau keruang utama keluarga kita?" tanya Maya. Karna dirinya belum diberitahu oleh Surya, Bahwa Surya sudah menyiapkan rumah untuk keluarga kecil mereka.
"Apalagi setelah Surya tau niat jahat mami Yolanda yang ingin memisahkan mereka. Surya tidak ingin, mami Yolanda ikut campur dalam rumah tangganya kali ini. Apalagi Surya sudah pernah gagal dalam pernikahannya yang berujung cerai karna perselingkuhan yang dilakukan istrinya. Akibat ulah mami Yolanda.
"Kita pulang kerumah kita."
__ADS_1
"Maksud mas?"
"Ya kita pulang kerumah pribadi kita, mas ingin hidup berumah tangga bersama kamu dan Bintang. Kita hidup bertiga disana dan bersama anak anak kita kelak." ucap Surya
"Oh jadi kita tidak tinggal diruang utama mas?"
"Tidak sayang!" tidak apa apa kan?"
"Tidak mas!" tidak apa apa, justru Maya senang kalau kita hidup hanya bertiga dan anak anak kita kelak. Agar kita lebih memahami. Dan tolong ajari Maya untuk menjadi istri yang berbakti buat suami." ucap Maya kepada Surya.
"Kita sama sama belajar sayang!" tidak ada yang instan di hidup ini. Semua butuh proses, mas juga tolong ajari
agar mas paham dalam menjalani tugas dan tanggungjawab mas sebagai suami." ucap Surya sembari langsung mengecup kening Maya.
Maya berlalu masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Tetapi ketika Maya ingin menutup pintu kamar mandi, Surya nyelonong masuk kamar mandi . Membuat Maya sangat terkejut melihat suaminya tiba tiba masuk kedalam kamar mandi.
"Mas apa apaan sih?" Maya mau mandi mas." Gerutu Maya.
"Kan kita bisa mandi bareng sayang!"
"Macam macam Sama istri sendiri kan tidak apa apa sayang!" ucap Surya sambil langsung mengecup bibir Maya yang gemasin menurut Surya.
"Mas nanti kita lama loh!"
"Sebentar aja sayang."
"Ngak asik bangat sih, masa harus dikamar mandi!" ngak seru tau." ucap Maya berniat untuk menunda Surya menggempur dirinya.
"Terus maunya dimana dong sayang?"
"Dirumah kita mas!" kan lebih asyik." ucap Maya. dibalas anggukan dari Surya.
"Ya sudah, Janjinya kalau sudah dirumah." ucap Surya
"Iya suamiku sayang!" sahut Maya sambil mengebangkan senyumnya.
__ADS_1
"Akhirnya gue berhasil menjinakkan singa jantan ku ini." gumam Maya dalam hati, sambil langsung mengguyur tubuhnya dengan menggunakan air Shower. Setelah selesai melakukan ritual mandinya dan sudah berpakaian rapi. Mereka berniat untuk pulang kerumah pribadi milik Surya. Tetapi sebelumnya mereka terlebih dahulu singgah ke kediaman pak Alberto untuk menjemput Bintang.
Tetapi ketika Mereka tiba disana, Bintang malah menolak pulang bersama mereka. Dengan alasan Bintang tidak ingin mengganggu papi dan maminya berbulan madu. Entah siapa yang memberitahu kepada bintang Hingga bocah berumur Dua tahun sepuluh bulan untuk tau mengatakan seperti itu.
Mendengar Apa yang dikatakan putrinya, Maya melototkan matanya ke arah Bi Halimah.Kaena menurutnya Bi Halimah yang memberitahu Bintang."
"Pisssst Bibi tidak tau non!" ucap Bi Halimah sambil mengangkat dua jarinya keatas udara.
"Terus Siapa yang merasuki pikiran putri ku Bi?"
"Bi Halimah melirik kearah Bu Nurhayati dan pak Alberto.
Itu Berarti Bu Nurhayati dan pak Alberto lah yang membujuk Bintang, agar Bintang untuk sementara tinggal bersama mereka di kediaman pak Alberto. Agar Maya dan Surya tidak merasa terganggu dengan kehadiran Bintang dalam melakukan ritual malam pertama atau bulan madu Maya dengan Surya.
"Sayang pulang sama mami ya!" ujar Maya kepada Bintang
"No mom!" Bintang mau sama Opa dan Oma sampai Bintang bosan disini, Baru Bintang kerumah papi dan mami." Ucap Bintang dengan nada suara khas bocah kecil.
"Apa Bintang tidak sayang lagi sama mami?"
"Bintang sangat sayang sama mami, makanya Bintang tidak ingin mengganggu kebahagiaan mami." ucap Bintang sambil langsung memeluk Maya yang sudah berjongkok membujuk putrinya agar Bintang mau ikut pulang bersama mereka.
Semetara Surya sudah mengacungkan jempolnya kepada Bintang pertanda dirinya mendukung keputusan putrinya, yang sudah sangat pengertian terhadapnya.
"Putri papi yang cantik, memang pintar." ucap Surya sembari langsung menggendong tubuh mungil Bintang."
"Itu sih maunya mas!" ucap Maya sambil tersenyum.
"Itu berarti putri kita mengerti situasi dan kondisi sayang. " ucap Surya tanpa peduli keberadaan pak Alberto dan juga Bu Nurhayati disana.
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yuk mampir juga kekarya Morata yang lain siapa tau suka
__ADS_1