
Pekerjaan penting menggempur istri pasti kan? tebak Zidan membuat Washington langsung tertawa ngakak. Membuat kedua petinggi kantor Dirgantara itupun tertawa . Tanpa mereka sadari Surya Dirgantara berada disana dan langsung menghampiri kedua asistennya yang terdengar tertawa bahagia.
"Wah wah .... sepertinya lagi bahagia nih, ada apa sih? apa yang kalian tertawakan? saya jadi penasaran." ucap Surya Dirgantara yang tiba tiba berada di antara Zidan dan Washington. Membuat Washington dan Zidane terkejut melihat kehadiran Surya Dirgantara di sana.
"Tidak Bos, biasalah kalau para pria yang baru menikah." ucap Zidan Sambil tertawa cengengesan.
Kalian pasti membahas pelayanan istri kalian di ranjang bukan? tebak Surya Dirgantara membuat keduanya langsung tertawa ngakak.
"Bos tahu aja apa yang kita bicarakan nih... Washington telat masuk kantor, karena menggempur istrinya sampai pagi." ucap Zidan seolah dirinya mengetahui kalau Washington pagi itu menggempur Aira.
Washington tertunduk malu. Karena apa yang dikatakan Zidan benar adanya. Washington terlambat bekerja karena menggempur Aira di pagi hari. Padahal malam itu Washington dan Aira sudah bercinta terlebih dahulu sebelum mereka istirahat.
"Jangan hanya ngatain saya dong....Kamu juga seperti itu bukan? tuduh Washington membuat Zidan tertawa ngakak.
"Ya saya memang menggempur istri saya tadi pagi tapi tidak sampai terlambat masuk kantor juga kali." ucap Zidan tersenyum penuh kemenangan.
Padahal Zidan tidak terlambat ke kantor, karena kebetulan Yuli juga bekerja di kantor yang sama dengan Zidan. Sehingga Yuli dapat mengingatkan Zidan untuk segera pergi ke kantor. Menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil Surya Dirgantara.
"Sudah jangan saling berdebat, lebih baik kalian kerjakan pekerjaan kalian sekarang juga. Bagaimana perkembangan perusahaan apa semuanya baik-baik saja?" tanya Surya Dirgantara kepada Zidan dan juga Washington.
"Alhamdulillah proyek semuanya berjalan dengan lancar Pak Bos, walau awalnya ada sedikit kendala. Tapi sudah bisa ditangani dan proyek itu berjalan sesuai yang kita rencanakan." ucap Washington memberitahu kepada Surya Dirgantara kalau proyek yang mereka jalankan saat ini sudah berjalan dengan lancar.
Setelah selesai bercanda gurau, ketiganya pun kembali ke ruang kerja masing-masing. Surya sengaja mampir ke kantor Dirgantara untuk memantau perkembangan kantor Dirgantara sebelum dirinya berlalu ke kantor Alberto Group.
Surya masih tetap membantu Pak Alberto di Alberto group. Karena kondisi kesehatan Pak Alberto saat ini belum benar-benar pulih seperti semula. Tetapi Pak Alberto sudah dapat bekerja di kantor walaupun bekerja tidak dapat maksimal.
****
Di tempat lain, Nyonya Yolanda datang menghampiri Maya Wulandari yang sedang bercanda gurau dengan bintang dan juga baby Jupiter. Terlihat baby Jupiter sudah mulai melangkah belajar berjalan, satu kebanggaan tersendiri bagi Nyonya Yolanda dapat menyaksikan perkembangan cucu darah daging Surya yang terlahir dari rahim Maya Wulandari.
__ADS_1
"wah cucu Oma sudah bisa jalan." ucap Nyonya Yolanda sambil menghampiri baby Jupiter yang terlihat tersenyum melihat kedatangan Mami Yolanda.
"Oma, Panggil bintang sembari berlari menghampiri Mami Yolanda.
"Ya sayang ini Oma, Oma bawakan sesuatu kepada kalian. Kebetulan Oma Tadi mampir ke toko mainan yang ada di sekitar tempat oma arisan." ucap mami Yolanda sambil menunjukkan mainan yang ia belikan kepada Bintang dan juga baby Jupiter. Terlihat Bintang dan jupiter begitu bahagia setelah mendapatkan mainan dari mami Yolanda.
"Terima kasih Oma Bintang yang cantik, sudah membelikan mainan untuk Bintang dan adik Jupiter." ucap Bintang sambil memeluk dan mengecup wajah Mami Yolanda, yang masih terlihat awet walaupun umur Mami Yolanda sudah tidak muda lagi.
"Mami Yolanda pun membalas pelukan Bintang. Ia begitu bahagia mendapat cucu seperti Bintang, yang begitu sayang kepada Mami Yolanda. Walaupun Bintang Bukan darah daging Surya Dirgantara. Mami Yolanda benar-benar sudah menganggap Bintang sebagai cucu kandungnya sendiri layaknya seperti baby Jupiter.
Walaupun awalnya Mami Yolanda menolak kehadiran Bintang di kehidupan Surya Dirgantara. Tetapi seiring berjalannya waktu, Mami Yolanda semakin sayang dan perhatian kepada Bintang. Karena Bintang anak yang baik dan juga anak yang pintar, patuh kepada orang tua.
"Mami jangan terlalu memanjakan mereka, nanti bisa-bisa mereka semakin manja loh mom," ucap Maya Wulandari kepada Mami Yolanda.
"Tidak apa-apa, ini hanya mainan biasa yang mami belikan kepada mereka cucu-cucu mami. Sudah sewajarnya mereka mendapatkan ini dari Omanya." ucap mani Yolanda sembari menggendong tubuh baby Jupiter yang sudah terlihat menggemaskan.
"Oh Ya sekarang Surya masih di kantor Alberto ya?" tanya Mami Yolanda kepada Maya.
"Sepertinya Iya mom," tetapi Sebelumnya Mas Surya mengatakan kalau dirinya terlebih dahulu pergi ke kantor Dirgantara group untuk memantau perkembangan kantor Dirgantara. Sebelum mas Surya pergi kekantor Alberto group." ucap Maya Wulandari kepada Mami Yolanda.
Mami Yolanda menganggukkan kepalanya. Pertanda dirinya paham kalau Surya Dirgantara memang benar-benar sangat sibuk dalam menjalankan urusan perusahaan Dirgantara group dan juga Alberto Group.
"Yang sabar ya sayang, suami kamu saat ini sepertinya sangat sibuk. Tapi kamu harus benar-benar sabar menghadapi suami kamu. Jangan merasa kurang diperhatikan suami kamu. Ada mami di sini. Tolong pahami dirinya sekarang sangat sibuk." ujar mami Yolanda.
Agar Maya Wulandari paham akan kesibukan suaminya yang sedikit tidak memiliki waktu kepada keluarga kecilnya. Walaupun Surya Dirgantara selalu menyempatkan diri memberikan perhatian kepada Maya dan anak-anaknya.
"Tidak apa-apa mom, Maya paham kok. Mas Surya sekarang sangat sibuk. karena yang ditangani mas Surya bukanlah sedikit." ucap Maya sambil mengembangkan senyumnya. Mami Yolanda langsung memeluk Maya karena Maya benar-benar wanita yang sempurna bagi Surya Dirgantara.
****
__ADS_1
Sementara di kota California terlihat Dokter Avena sedang sibuk melakukan penelitian mengenai program bayi tabung. Bersama rekan-rekan dokter ahli dari berbagai negara. dokter Avena ingin sekali mempelajari program bayi tabung itu, berharap dokter Avena dapat melakukannya kepada kakaknya David dan juga Laura. Jika David sangat menginginkan keturunan darah dagingnya sendiri.
Tiba-tiba suara dengan ponsel milik dokter Avena terdengar jelas di telinganya. Ia langsung meraih ponselnya yang ada di tas sandang miliknya. dokter Avena melihat di layar ponselnya. Kalau yang menghubungi dirinya adalah David sang kakak yang selama ini ia bantu dalam memulihkan kesehatan David.
Dokter Avena langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon seluler dokter Avena tersambung kepada David. Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung kepada David, David langsung menyapa dokter Avena.
"Hallo assalamualaikum adikku dokter yang paling cantik." ucap david yang sangat merindukan adik kecilnya itu.
"Waalaikumsalam kakak! sahut dokter Avena dengan selembut mungkin.
"Apa kabarmu adikku apa kamu baik-baik saja di sana?" tanya David kepada dokter Avena.
"Alhamdulillah kabar adikmu ini, baik-baik saja kak. Bagaimana dengan kabar kakak dan kakak Laura?" Tanya Dokter Avena kepada David.
"Kakak saat ini baik-baik saja begitu juga dengan Laura." Terima kasih kamu sudah membuat Kakak lebih dekat dengan Laura. ucap David kepada Avena
"Itu sudah menjadi kewajiban Avena membuat Kakak bahagia bersama wanita yang kakak cintai." ucap dokter Avena kepada David.
"Kakak berharap setelah kamu pulang dari kota California Kakak mendapat kabar baik dari kamu"
"Maksud kakak kabar baik apa?
"Mudah-mudahan setelah kamu kembali dari kota California kamu sudah mendapatkan jodoh kamu." pekik David.
"Ah..... kakak bisa saja. Ya sudah Kak ada pekerjaan penting yang harus Avena kerjakan di sini. Kita bicaranya Lain kali saja."ujar dokter Avena sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya kepada David
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1