
"Bisa ya kamu menangis karena hanya menonton sinetron seperti ini."ucap David sambil menghapus air mata Laura.
"Mas tidak lihat kalau wanita itu kasihan sekali. Dia dikhianati kekasihnya sama seperti yang Laura hadapi sekarang. Dia hamil tetapi laki-lakinya tidak bertanggung jawab dan memilih menikah dengan wanita lain."ucap Laura sambil terisak menunjuk kearah layar televisi
"Makanya kamu jangan menonton sinetron yang tidak berbobot ini. Kan kamu jadi sedih jadinya. Lebih baik kamu menonton yang lain aja deh. Daripada kamu terbawa perasaan." ujar David sembari menatap Laura dengan tatapan penuh tanya. Ia tahu kalau Laura terbawa suasana mengingat kejadian yang ada di sinetron ini sama persis seperti yang dirasakan oleh Laura saat ini.
"Ya sudah lebih baik kamu tidak perlu bersedih lagi. Karena tidak ada gunanya itu semua. Yang penting kamu urus bayi yang ada di dalam kandungan kamu, jangan sampai bayi yang ada di dalam kandungan Kamu kenapa kenapa." ucap David kepada Laura.
Tiba-tiba dokter Avena menghampiri keduanya.
" Cie.... cie... cie." pasangan serasi nih Celetuk Dokter AVena membuat keduanya mengerutkan keningnya.
"Bu dokter apa-apaan sih." pekik Laura. Tetapi Dokter Avena berniat untuk menjahili Laura dan David.
Sebenarnya dokter Avena ingin menyatukan keduanya. Dokter Avena ingin kalau David dan Laura dapat bersatu dalam satu ikatan pernikahan. Tetapi dokter Avena enggan mengungkapkan tujuannya kepada Laura. Karena ia takut Laura akan tersinggung dengan omongannya.
"Bu dokter kok seperti itu sih ngomongnya? tanya Laura kepada dokter Avena
"Kan tidak apa-apa. Kak David juga seorang single parent dan kamu juga seorang single parent, Apa salahnya kalian bersatu dalam satu ikatan pernikahan." ucap dokter Avena kepada Laura yang mendapat respon tersenyum sumringah dari David.
Cie....e Kak David tersenyum. Berarti Kak David jatuh cinta kan sama Laura? sudah tidak perlu malu Kak. Kalau cinta katakan aja l cinta tidak perlu malu dan enggan mengutarakan cinta kakak kepada laura nanti keburu disambar orang." ujar Dokter Avena kepada David membuat David tertawa cengengesan.
"Bukan tawa kakak yang Avena inginkan.
Tetapi kejujuran kakak yang Avena inginkan kalau Kakak benar-benar cinta kepada Laura ucap dokter Aena kepada David.
"Mana mungkin Mas David jatuh cinta kepada wanita hamil seperti Laura."sahut Laura
__ADS_1
"Kenapa tidak? kamu tidak merasakan kasih sayang yang sudah diberikan kak David kepadamu? kalau kak David tidak memiliki rasa cinta dan kasih sayang kepadamu, dia tidak akan bela-belain untuk membantumu saat kamu merasa mual dan muntah apalagi Kak David selalu memperhatikan kesehatan kamu dan juga pola makan kamu."ucap dokter Avena membuat Laura langsung terdiam
Sekilas Ia juga mengingat kebaikan yang dilakukan David terhadapnya. selama ini David begitu perhatian kepadanya mulai dari kesehatan, makanan, dan juga moodnya diperhatikan oleh David.
David hanya menatap kedua wanita itu berbicara mengenai perhatiannya kepada Laura. Ia sama sekali tidak berniat untuk ikut campur dalam urusan kedua wanita itu.
"Sudah bu dokter lebih baik yang lain saja kita bahas.
Bagaimana pekerjaan Bu dokter hari ini Apa semuanya berjalan dengan lancar? tanya Laura berniat untuk mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Bagaimana dengan kandunganmu apa ada keluhan? Tanya Dokter Avena kepada Laura
"Sejauh ini belum ada Bu dokter. Karena selalu ada yang mengingatkanku untuk makan, minum susu, dan juga minum vitamin ucap Laura sembari melirik ke arah David.
"Cie cie cie berarti ada yang merasa diperhatikan nih!"Celetuk dokter Avena.
"Biarin aja geer yang penting kakakku David Kan jatuh cinta kepadamu."ucap dokter Avena kepada Laura membuat Laura mengerutkan keningnya.
"Cinta?
"Tidak mungkin!"
"Kalau kamu tidak percaya tanyakan saja kepada kakakku itu kan ada di sampingmu juga?
"Benar Mas? Mas jatuh cinta kepada Laura?" ucap Laura sembari terkekeh.
David tidak menjawab ia hanya tersenyum melihat tingkah kedua wanita itu. Dia tidak mampu menyatakan cintanya kepada Laura karena ia takut kecewa. Laura akan menolak cintanya.
__ADS_1
"Sudah Kak akui saja, kalau kakak benar-benar jatuh cinta kepada Laura. Tidak perlu sungkan, Kalau cinta katakan saja Cinta. ngapain Kakak harus malu mengungkapkan perasaan kakak yang sebenarnya kepada Laura." ujar dokter Avena kepada David.
David hanya mengembangkan senyumnya. Ia sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata. Tetapi dari senyuman yang sudah dilemparkan David ke arah Laura dan juga Dokter Avena. Laura sudah mengetahui kalau David benar-benar sayang dan cinta kepadanya.
"Sudah bu dokter!" Jangan terlalu dipaksakan. Kalau mas David cinta pasti akan diakuinya. Jadi tidak perlu dibahas lagi lebih baik kita menonton saja deh nanggung soalnya sinetronnya.
"Tidak bagus menonton sinetron wanita hamil. Karena wanita hamil sangat sensitif menurutku lebih baik Laura istirahat saja dan kak David juga besok ke kantor bukan. Kita istirahat saja." ujar dokter Avena sembari berlalu dari hadapan kedua insan itu.
lalu Laura bangkit dari tempat duduknya berniat u kembali ke kamarnya untuk istirahat.
"Tunggu!"ucap David
"Ada apa mas? ada yang bisa Laura bantu.
David menggelengkan kepalanya. Memangnya kamu sudah ngantuk?
"Tidak sih!" tapi Laura ingin berbaring saja di kamar sepertinya itu lebih baik. Seperti yang Mas katakan wanita hamil tidak baik untuk menonton sinetron.
"Ya sudah kalau begitu ayo mas antar.
"Ngapain harus diantar Mas, orang kamarnya dekat kok.
"Ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja."ucap David
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏💓
__ADS_1