Mama Muda

Mama Muda
KEHIDUPAN DIUSIK


__ADS_3

Bagus deh kalau kamu memang jomblo," gumam Zidan dengan nada yang sangat kecil. tapi masih bisa didengar oleh Yuli.


"Apa pak?


"Bagus gue jomblo?


"Bagus darimana nya?


Umur segini tidak memiliki kekasih, itu namanya jomblo akut pak. lagian siapa juga yang mau sama wanita seperti saya.


Setiap laki pasti lelaki pasti akan mencari yang terbaik untuknya. Tidak seorangpun lelaki yang mau menikah dengan wanita yang tidak sebanding dengannya. Pasti laki-laki akan mencari wanita yang mapan dan satu level dengannya. Nah saya, kerja saya aja tukang cuci piring di restoran orang. Syukur-syukur saya bisa diterima kerja di sini. Itu pun kurasa karena nepotisme.


"Maksud kamu nepotisme?"


"Mungkin karena Bapak merasa terhutang Budi sama saya, Sehingga Pak Zidan memohon kepada Pak Surya agar menerima saya bekerja disini. Karena saya yakin Bukan karena kemampuan saya bisa saya diterima kerja di sini. Pasti tebakan saya benar adanya kan ?"


"Jangan kepedean ngomong seperti itu, Saya memang benar-benar membutuhkan asisten seperti kamu. Jangan pernah kamu merasa kamu diterima bekerja di sini, karena mengenal saya dan juga mengenal Surya. Tetapi karena kinerjamu yang bagus saya lihat Makanya kamu saya pertahankan untuk bekerja disini."ucap Zidan kepada Yuli.


"Saya tidak suka kebohongan Pak Zidan. lebih baik anda berterus terang kepada saya."


"Saya mengatakan yang sejujurnya Nona Yuli yang terhormat. Jadi jangan pernah kamu beranggapan ada nepotisme disini."


Yuli terdiam, ia tidak menjawab apa apa. Yuli menarik napas berat sembari menatap Zidan dengan tatapan penuh tanya.


"Apa kamu sudah makan siang Nona Yuli?


"Kalau anda belum.makan siang, lebih baik anda makan dulu, agar pikiran rileks dan tidak berpikir negatif kepada orang lain." ucap Zidan sedikit kesal kepada Yuli.


****

__ADS_1


Ditempat lain. Tampak Aira menjalankan aktivitasnya seperti biasa, menjajakan jualannya disekolah SD dan TK yang ada di dekat kostnya. Hari itu jualan Aira lumayan laris. Dengan perut yang membuncit. Aira setia melayani anak anak kecil yang membeli jajanan kepadanya. Aira mencoba menjalani kehidupannya dengan lapang dada.


Mencoba melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Maya saat Maya berada di masa masa sulit. Aira juga sengaja tidak meminta bantuan kepada siapa pun. Sama prinsipnya dengan Maya.


Ketika Maya sedang asyik melayani anak anak kecil itu, mobil tiba tiba berhenti di depan Aira. dan seorang wanita yang bertubuh seksi, modis dan juga elegan dengan menenteng tas yang otomatis pasti harganya cukup fantastis. Karna terlihat dari tas yang ditenteng wanita itu tas branded yang lemited edition.


"Apa kau yang bernama Aira?


"Maaf anda siapa ya?


"Jangan ditanya, kamu balik bertanya.


"Oh iya saya yang namanya Aira, ada yang bisa saya bantu Nyonya?


"Bisa kita bicara sebentar?


"Maaf nyonya sepertinya kalau sekarang saya tidak bisa. Karna saya harus melayani anak anak ini Jajan. lumayan lah nyonya, untuk biaya hidup saya dan anak saya kelak." ucap Aira.


"Anda silakan menunggu. Tetapi lebih baik anda menunggu di mobil daripada harus disini kepanasan."ujar Aira agar wanita itu menunggunya di mobil miliknya.


"Tidak apa-apa saya menunggu disini saja." seru wanita itu kepada Aira.


Teee....t


Bel sekolah kembali berbunyi. itu pertanda semua anak didik akan kembali masuk ke kelas. Untuk melanjutkan proses belajar mengajar. Sementara Aira sudah mulai membereskan dagangannya. Dia hanya menunggu lagu anak sekolahan itu keluar dari kelas untuk kembali ke rumah masing-masing. Karena biasanya anak-anak itu akan kembali jajan di warung kecil melilit Aira.


Setelah tampak sepi wanita itu kembali menghampiri Aira.


"Apa kamu masih sibuk?

__ADS_1


"Tidaknya lebih baik anda duduk terlebih dahulu, Kalau anda ingin berbicara kepada saya.


"Sebelumnya saya minta maaf kepada anda karena sudah mengganggu waktu anda."ucap Avena


"Tolong katakan Anda siapa dan apa tujuan anda untuk menemui saya di sini.


"Saya avena, Adik kandung David Wijaya.


"Terus Apa tujuan Anda kemarin Nona.


"Saya ingin mengetahui pastinya. Apakah bayi yang kamu kandung kamu itu adalah baik dari kakak David?


"Itu bukan urusan anda nona, biarkan ini menjadi urusan saya. Karena saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan David lagi. saya tahu dia sudah menikah. Dan lari dari tanggung jawabnya nya karena memilih wanita lain dibandingkan saya. Untuk itu saya memutuskan tidak akan memiliki hubungan apapun kepada David dan juga keluarganya.


Maafkan saya Nona lebih baik anda pulang dan jangan pernah temui saya lagi. Biarkan saya hidup tenang bersama bayi yang ada di dalam kandunganku. Aku akan merawatnya dengan sepenuh hati Walaupun keluarga kalian menolak kehadirannya. Tetapi berkat sahabat saya yang memberikan dukungan kepadaku aku dapat bertahan sampai titik ini.


Walaupun aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah untuk Biaya kehidupan saya dan janin saya kelak. Tetapi saya menjalaninya dengan ikhlas. Jadi lebih baik Nona Avena tidak perlu ikut campur dengan urusan saya dan juga dengan kehidupan saya bersama bayi yang ada di dalam kandunganku.


"Tapi bagaimanapun bayi itu darah daging kak David, sudah sewajarnya biaya hidupnya akan ditanggung oleh kak David. Jika kak David tidak melakukan hal itu maka saya yang akan melakukannya demi keponakanku.


"Kamu tenang saja, tidak perlu berpikir sampai sejauh itu. Saya mampu menghidupi kehidupan kami berdua. Tanpa uluran tangan siapa pun.


Aira meminta Avena agar segera kembali lagi ke kediamannya dan tidak mengusik kehidupannya lagi. Padahal tujuan Avena ingin sekali membantu Aira. Tetapi Aira tidak menerima bantuan dari Avena. Avena Melakukan hal itu, karena kedua orangtuanya yang meminta. Orang tua David mengetahui kalau David tidak akan bisa memiliki anak lagi.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir ke kaya baru Mak ya menunggu novel ini up lagi.

__ADS_1



__ADS_2