
Tiba-tiba suara ponsel milik Yuli terdengar jelas di telinga orang-orang yang hadir di ruang rawat inap Zidan. Yuli melirik layar ponselnya bahwa nomor ponsel yang menghubungi dirinya nomor ponsel orang tua kandungnya yaitu Pak Arianto menghubungi nomor ponsel milik Yuli. setelah menonton pemberitaan tentang kejadian yang menimpa Zidan.
Yuli belum mengetahui kalau kejadian yang menimpa suaminya disiarkan di stasiun televisi. Sehingga Yuli mengira kalau kedua orang tuanya tidak mengetahui kejadian yang menimpa Zidan. Ia juga sengaja tidak memberitahu kedua orang tuanya agar tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi Zidan saat ini.
Tetapi karena pemberitaan itu Viral dan diberitakan dilayar televisi, membuat kedua orang tua Yuli mengetahui kabar tentang kecelakaan yang menimpa Zidan. Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Pak Arianto dan ibu Anjani yang merupakan orang tua kandung Yuli.
"Hallo Assalamualaikum ayah.....! Sapa Yuli dari ruang rawat inap Zidan. Saat ini ia berusaha menenangkan dirinya menjawab segala pertanyaan dari orang tuanya.
"Kamu dari mana saja Mengapa lama mengangkat telepon dari Ayah? padahal sedari tadi ayah melakukan panggilan ke ponselmu tetapi kamu tak kunjung mengangkat. ucap Pak Arianto kepada Yuli.
Yuli hanya terdiam ia tidak menjawab apa-apa. Kemudian alangkah terkejutnya Yuli ketika mendengar apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya. Kalau pemberitaan Zidan sudah viral saat ini di sosial media dan juga layar televisi. Yuli pun memberitahu kondisi Zidan saat ini. Agar kedua orang tuanya tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Sementara di tempat lain Laura, David, Pak Hasan dan lita yang sedang berada di ruang rawat inap, David pun memberitahu kejadian yang menimpa Zidan kepada Laura. Membuat Laura begitu terkejut mendengar berita. tentang Zidan.
David berpamitan kepada Pak Hasan. David ingin melihat kondisi Zidan saat ini. Pak Hasan menganggukkan kepalanya sebelumnya Laura sudah memberitahu siapa sosok Zidan kepada Pak Hasan. Kondisi Pak Hasan sekarang sudah berangsur-angsur membaik setelah mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit.
Ada rona bahagia di wajah Laura, ketika dokter memberikan keterangan tentang kesehatan Pak Hasan. Kalau Pak Hasan sudah dapat pulang ke rumah. Karena kondisinya sudah semakin membaik. Tentunya dokter menganjurkan agar Pak Hasan tidak terlalu kelelahan.
Laura berharap Kalau gaji yang sudah ia kumpulkan sebelumnya dapat membiayai kehidupan keluarga Pak Hasan,sebelum Pak Hasan dapat bekerja kembali seperti semula. Laura tidak ingin bagasan kembali memulung. Karna Laura tidak ingin pak Hasan terlalu kelelahan yang dapat berakibat fatal untuk kesehatan Pak Hasan
__ADS_1
Laura juga tidak ingin membebani David masalah ekonomi keluarga mereka. Pak Hasan juga tidak akan menerima begitu saja bantuan dari David. Tetapi untuk saat ini biaya rumah sakit Pak Hasan dibantu oleh David sendiri. Hal itulah yang membuat Laura merasa dirinya tidak mampu membahagiakan keluarganya.
Laura memohon kepada Pak Hasan agar untuk sementara waktu Pak Hasan tidak perlu memulung. Keahlian Pak Hasan dalam memperbaiki mesin motor membuat Laura berniat untuk memodali Pak Hasan untuk membuat bengkel kecil-kecilan. Tentunya dapat dibantu oleh Bambang yang kebetulan Bambang juga dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pak Hasan selama ini.
Terkadang Pak Hasan membantu para tetangga untuk memperbaiki motor milik mereka. Jika motor tetangga mengalami kerusakan, keahlian yang dimiliki Pak Hasan membuat Laura ingin mendirikan sebuah bengkel untuk Pak Hasan dan keluarganya. agar Pak Hasan dapat membiayai kehidupan adik-adik Laura.
Sementara di tempat lain Mami Yolanda, yang baru melihat kedatangan David menatap David dengan tatapan tanya. Entah mengapa Mami Yolanda begitu tidak percaya kepada David kalau David sudah menikahi Laura. Yang ternyata Pak Adrian yang merupakan ayah kandung Antonio merupakan teman lama mami Yolanda.
Pak Adrian pernah bercerita mengenai Laura kepada Mami Yolanda. Yang mana Mami Yolanda dan Laura pernah bersama di suatu acara yaitu sewaktu pernikahan Yuli dan Zidan. Itu berarti Laura mengenal Mami Yolanda. Hal itulah yang memicu Pak Adrian menceritakan apa yang terjadi mengenai Laura dan Antonio.
Tatapan yang penuh Arti itu membuat David merasa risih mendapat tatapan yang sulit diartikan dari mami Yolanda. Tetapi David berusaha untuk tidak peduli dengan tatapan itu. Tujuannya hanya ingin menjenguk Zidan dan ingin mengetahui kondisi kesehatan jidan saat ini.
"Alhamdulillah kondisiku sudah semakin membaik dari sebelumnya dan luka ku juga sudah mulai mengering tinggal pemulihan saja." sahut Zidan sambil mengembangkan senyumnya.
"Syukurlah kalau kamu sudah baik-baik saja. kami semua mengkhawatirkanmu. Kamu tahu tidak? pemberitaan kecelakaan yang menimpamu viral di sosial media. Bahkan pemberitaan itu tayang di beberapa stasiun televisi." ucap David kepada Zidan memberitahu kalau kecelakaan tunggal yang menimpa Zidan viral di sosial media.
Di Bakauheni Ibu Anjani mohon kepada suaminya agar mereka segera berangkat ke Jakarta untuk melihat kondisi Zidan saat ini. yang mana, Zidan merupakan menantu mereka satu-satunya. Ibu Anjani belum percaya keterangan dari Yuli kalau saat ini Zidan baik-baik saja.
Karena menurut keterangan dari sosial media dan pemberitaan yang tayang di siaran televisi, kalau kerusakan mobil milik Zidan yang mengalami kecelakaan tunggal rusak parah. Itu berarti kondisi Zidan bukan baik-baik saja seperti yang dikatakan Yuli kepada mereka.
__ADS_1
Pak Arianto pun akhirnya setuju Kalau hari itu mereka segera berangkat ke Jakarta. Yang mana semenjak pemberitaan itu tayang di televisi dan sosial media, Ibu Anjani merasa tidak tenang. Bahkan malam itu Ibu Anjani sama sekali tidak dapat memejangkan matanya. Pikirannya hanya tertuju kepada Zidan dan Yuli.
Ibu Anjani dapat membayangkan betapa sedihnya Yuli saat ini. Padahal usia pernikahan mereka masih 3 bulan sudah mendapat musibah yang menimpa Zidan, Ibu Anjani tidak ingin putrinya larut dalam kesedihan.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 5 jam dari Bakauheni ke kota Jakarta, Pak Arianto dan ibu Anjani pun tiba di rumah sakit Dirgantara. Rasa lelah yang dialami ibu Anjani hilang begitu saja ketika ia melihat putri mereka satu-satunya, terlihat rapuh menatap suaminya yang berbaring lemah di rumah sakit.
Ibu Anjani langsung memeluk Yuli dan Zidan. dengan suara isak tangis terdengar jelas di ruang rawat inap Zidan. Membuat Zidan semakin merasa bersalah kepada orang-orang yang sangat menyayanginya. Karena dirinya merasa membuat orang-orang terdekatnya menjadi sedih akibat kecelakaan yang menimpanya.
Zidan menyesal mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Membuat kecelakaan itu pun tidak dapat terhindari.
"Ma.....pa....., jangan menangis Zidan Tidak apa-apa kok." ucap Zidan sambil berusaha mengembangkan senyumnya.
padahal ibu Anjani dan Pak Arianto dapat melihat kalau kondisi Zidan saat ini lumayan parah. Apalagi tangan Zidan mengalami patah tulang. Itu berarti pemulihannya lumayan lama. Membuat Ibu Anjani pun merasa begitu khawatir dengan kondisi Zidan saat ini .
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak juga
__ADS_1